JawaPos.com - Manchester City tengah menghadapi salah satu periode paling berat dalam sejarah klub setelah dinyatakan bersalah atas lebih dari 100 pelanggaran aturan finansial Premier League.
Putusan tersebut memunculkan beragam reaksi, termasuk dari mantan pemain City, Micah Richards. Eks bek timnas Inggris itu mengaku sangat terpukul setelah membaca temuan komisi independen mengenai kasus yang berlangsung selama sembilan musim.
Premier League mengonfirmasi bahwa Manchester City dinyatakan bersalah atas seluruh tuduhan terkait pelanggaran serius terhadap aturan keuangan kompetisi.
Komisi independen menemukan bahwa antara musim 2009/10 dan 2017/18, City menggunakan serangkaian kontrak dan perjanjian komersial "palsu" untuk meningkatkan pendapatan klub secara artifisial dan mengurangi biaya lebih dari £900 juta.
Laporan tersebut juga menyebut City menyembunyikan kondisi keuangan sebenarnya. Jika seluruh kesepakatan dicatat secara akurat, komisi menyatakan klub akan melanggar batas pengeluaran Premier League dan UEFA dalam jumlah yang "sangat besar".
Selain itu, City dinyatakan bersalah atas tiga dari empat dugaan pelanggaran terkait kewajiban mereka untuk bekerja sama dengan investigasi Premier League yang berlangsung selama empat tahun.
City sendiri tetap membantah melakukan kesalahan dan telah menyatakan niat untuk mengajukan banding.
Richards: Saya Merasa Sangat Hancur
Melansir TNT Sports, putusan tersebut terasa sangat personal bagi Richards. Ia merupakan produk akademi City dan menghabiskan sebagian besar kariernya bersama klub yang membesarkan namanya.
Richards mencatatkan 245 penampilan untuk City setelah bergabung dengan akademi pada usia 14 tahun. Ia juga menjadi bagian dari skuad yang memenangkan gelar Premier League pada musim 2011/12. Karena itu, laporan tersebut membuatnya berada dalam posisi yang sulit secara emosional.
"Saya melihat kata-kata yang digunakan oleh Premier League dalam 'kontrak palsu', dan saya merasa sangat hancur," katanya di podcast The Rest is Football.
"Sebagai seseorang yang mencintai Manchester City, Man City adalah klub saya. Saya berada di klub itu sejak usia 14 tahun; saya rela mati untuk klub itu. Saya meraih impian saya di Manchester City."
"Namun, mendengar laporan-laporan ini, dan bukan hanya saya sebagai mantan pemain, tetapi juga para penggemar, apa yang harus mereka lalui, sungguh menghancurkan hati."
Richards bahkan menceritakan bagaimana seorang teman yang pernah tinggal bersamanya saat ia berada di akademi City menghubunginya setelah putusan diumumkan.
Pria berusia 38 tahun itu berkata: "Teman kos saya menelepon saya, dan dia benar-benar menangis dan menanyakan informasi yang tidak saya ketahui. Saya tidak punya jawaban untuk memberitahunya."
"Itu adalah seseorang yang telah mendukung klub selama lebih dari 60 tahun, dan ketidakpastian di sekitarnya sungguh memilukan. Kata-kata yang mereka gunakan sangat memilukan."
"Mendapatkan berita utama seperti ini untuk klub yang sangat saya cintai, ini sangat sulit. Jika Anda mendengarkan laporan-laporan tersebut, isinya sangat memberatkan."
Richards mengaku mengalami berbagai perasaan setelah membaca laporan tersebut.
"Saya merasa sedih, saya merasa marah, saya merasa sedikit bingung, karena, di sisi lain, Anda memiliki sudut pandang dari pihak City."
"Saya melihat wawancara Ferran [Soriano], dan dia mengatakan mereka punya bukti untuk membuktikan bahwa mereka tidak bersalah."
Roy Keane: Buang Medali ke Tempat Sampah
Reaksi keras juga datang dari legenda Manchester United, Roy Keane. City memenangkan tiga gelar Premier League selama periode yang menjadi bagian dari investigasi. Selain itu, mereka juga meraih Piala FA pada musim 2010/11 serta tiga gelar Piala Liga.
Keane menilai temuan tersebut membuat pencapaian City pada periode tersebut layak dipertanyakan. Mantan gelandang Manchester United itu mengatakan kepada ITV:
"Jika saya seorang pemain, saya pasti akan membuang medali-medali itu ke tempat sampah. Tentu saja, itu curang."
"Mereka menang di lapangan karena ada kecurangan yang terjadi."
Mengenai klub tersebut, Keane menambahkan: "Mereka tahu itu akan menyakiti banyak orang, tetapi mereka tetap melakukannya."
Meski demikian, Premier League belum menjatuhkan sanksi kepada City. Komisi yang sama akan menggelar proses terpisah untuk menentukan hukuman yang mungkin diberikan.
City Bersiap Ajukan Banding
Manchester City langsung memberikan respons terhadap putusan tersebut dengan menegaskan kembali bahwa mereka tidak bersalah.
"Tersedia sejumlah besar bukti tak terbantahkan yang mendukung semua posisi kami terkait kasus ini," demikian bunyi pernyataan City.
"Oleh karena itu, klub akan tanpa henti, dan bila perlu proaktif, di semua forum peraturan dan hukum yang relevan."
City kini menghadapi proses sanksi terpisah dan memiliki waktu hingga Jumat untuk mengajukan banding.
Dengan proses hukum yang belum selesai dan hukuman yang belum ditentukan, dampak akhir dari putusan tersebut terhadap klub, gelar-gelar masa lalu, pemain, serta sejarah Premier League masih harus menunggu perkembangan berikutnya.