JawaPos.com - Persoalan pelanggaran aturan finansial Manchester City kembali menjadi perhatian setelah mantan chairman klub, David Bernstein, meminta agar The Citizens mendapat hukuman berat jika proses banding mereka gagal.
Manchester City sebelumnya dinyatakan bersalah oleh komisi independen atas sejumlah pelanggaran aturan finansial Premier League.
Putusan tersebut muncul setelah investigasi yang berlangsung selama empat tahun.
Kasus ini menjadi salah satu perkara disipliner terbesar dalam sejarah Premier League. Dalam keputusan yang diumumkan, City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan awal.
Baca Juga: Masa Depan Lionel Scaloni di Argentina Mulai Terjawab, Ada Pembicaraan dengan AFA
Jumlah perkara yang tercatat kemudian mencapai 130 dakwaan dan terbagi dalam enam kategori.
Premier League menilai sejumlah pelanggaran berkaitan dengan pemberian informasi finansial yang tidak akurat. Hal itu mencakup pendapatan sponsor, hubungan dengan pihak terkait, serta biaya operasional klub.
Selain itu, City juga dinyatakan melanggar aturan terkait informasi pembayaran kepada manajer dan pemain.
Ada pula perkara mengenai regulasi lisensi UEFA, Financial Fair Play (FFP), Profitability and Sustainability Rules (PSR), serta kegagalan bekerja sama dalam proses investigasi Premier League.
Dalam laporan yang dirilis Premier League, Manchester City juga disebut terlibat dalam sejumlah kesepakatan komersial yang dianggap bermasalah. Nilainya disebut mencapai sekitar 900 juta poundsterling.
Putusan tersebut kemudian mendapat sorotan dari Bernstein. Pria berusia 83 tahun yang pernah memimpin Manchester City itu menilai persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan hanya dengan hukuman finansial.
Baca Juga: Manchester City Dinyatakan Langgar Aturan Finansial, Rp18 Triliun Belanja Pemain Jadi Sorotan
Berbicara kepada BBC Radio 5 Live, Bernstein mempertanyakan masa depan sejumlah anggota dewan Manchester City setelah keputusan komisi independen diumumkan.
“Ini sangat serius. Pertanyaan pertama saya adalah apakah dewan klub masih bisa melanjutkan? Apakah orang-orang yang terlibat harus langsung diskors?” ujar Bernstein dikutip dari The Sun.
Bernstein juga menilai kasus tersebut telah menyentuh persoalan yang lebih besar karena menyangkut kredibilitas kompetisi Premier League.
Menurutnya, jika Manchester City gagal dalam proses banding, hukuman yang diberikan harus lebih dari sekadar denda. Ia bahkan menyebut Manchester City seharusnya tidak lagi bermain di Premier League apabila banding mereka ditolak.
Pernyataan tersebut disampaikan Bernstein meski dirinya mengaku sebagai pendukung dan penggemar Manchester City.
Di sisi lain, Premier League menegaskan keputusan komisi independen tersebut telah menetapkan fakta mengenai sejumlah pelanggaran yang terjadi dalam periode yang diperiksa.
CEO Premier League Richard Masters menyebut putusan tersebut menunjukkan adanya pelanggaran aturan yang berlangsung dalam periode panjang.
Masters menegaskan Premier League memiliki tanggung jawab untuk memastikan aturan yang telah disepakati seluruh klub tetap ditegakkan. Hal itu dilakukan demi menjaga integritas dan persaingan yang adil dalam kompetisi.
Manchester City sendiri menolak hasil putusan tersebut. Klub menyatakan tetap tidak bersalah dan berencana mengajukan banding sesuai prosedur yang berlaku.
Dengan demikian, masa depan kasus ini masih bergantung pada proses lanjutan. Hukuman yang akan diterima Manchester City juga belum ditentukan secara final hingga seluruh proses hukum dan banding selesai.