JawaPos.com - Manchester City menghadapi babak baru dalam kasus 115 dakwaan pelanggaran aturan finansial Premier League.
Setelah proses persidangan berlangsung lebih dari dua tahun, panel independen akhirnya telah mencapai keputusan.
BBC melaporkan bahwa Manchester City dinyatakan bersalah atas sebagian besar pelanggaran finansial yang didakwakan kepada klub.
Baca Juga: PSS Sleman Kebobolan 7 Gol dalam 3 Laga, Pieter Huistra Soroti Tanggung Jawab Seluruh Tim
Putusan tersebut diketahui telah dikirim kepada para petinggi klub pada pekan ini.
Meski begitu, kasus tersebut belum benar-benar selesai.
Manchester City diyakini akan mengajukan banding sehingga proses hukum masih dapat berlangsung cukup panjang.
Baca Juga: Sempat Tertinggal Dua Gol, Barito Putera Bawa Pulang Satu Poin dari Kendal Tornado FC
Premier League sendiri belum mengumumkan hasil putusan tersebut secara resmi.
Sementara itu, Manchester City juga belum secara langsung mengonfirmasi vonis bersalah.
Klub hanya menegaskan bahwa proses yang mereka jalani masih berlangsung.
Situasi ini membuat pertanyaan terbesar kini beralih kepada bentuk hukuman yang akan diterima Manchester City.
Salah satu kemungkinan yang paling banyak dibicarakan adalah pengurangan poin di Premier League.
Namun, belum diketahui kapan hukuman tersebut akan dijatuhkan.
Baca Juga: Tradisi Persija Berlanjut, Tiga Pemain Akademi Disiapkan Tembus Persaingan Tim Utama
Sidang khusus untuk menentukan sanksi masih harus digelar dan prosesnya diperkirakan dapat memakan waktu beberapa bulan.
Panel independen memiliki sejumlah opsi hukuman.
Selain pengurangan poin dan denda, kemungkinan hukuman yang lebih berat seperti degradasi juga disebut dapat dipertimbangkan.
Baca Juga: Prediksi Norwegia vs Portugal: Haaland Tantang Ronaldo dalam Duel Panas UEFA Nations League
Kasus Manchester City memiliki cakupan yang cukup besar.
Klub menghadapi tujuh dakwaan terkait aturan profit dan sustainability di Premier League serta lima dakwaan lain yang berkaitan dengan kompetisi UEFA.
Dakwaan tersebut mencakup persoalan pendapatan sponsor, pembayaran kepada pemain dan manajer, serta dugaan kegagalan klub dalam memenuhi kewajiban selama proses investigasi.
Baca Juga: Prediksi Denmark vs Wales di UEFA Nations League: Duel Sengit untuk Mencari Kemenangan Perdana
Besarnya kasus ini membuat penerapan hukuman menjadi persoalan yang tidak sederhana.
Jika sanksi baru dijatuhkan setelah musim berjalan cukup jauh, dampaknya dapat dirasakan oleh klub-klub lain.
Sebagai contoh, klub yang berada di zona degradasi bisa mempertanyakan posisi mereka apabila Manchester City nanti mendapat pengurangan poin.
Hal serupa juga dapat terjadi dalam persaingan menuju kompetisi Eropa.
Baca Juga: Prediksi Skor Swedia vs Polandia di UEFA Nations League: Blagult Pesta Gol di Strawberry Arena
Karena itu, semakin lama proses hukuman berlangsung, semakin besar pula ketidakpastian yang muncul di Premier League.
Masalah Manchester City juga berpotensi tidak berhenti pada hukuman dari kompetisi.
Sejumlah klub Premier League dilaporkan telah mencari nasihat hukum mengenai kemungkinan mengajukan tuntutan kompensasi.
Baca Juga: Esports Indonesia Bukan Sekadar Main Game, Ada Prestasi, Diplomasi, dan Strategi Negara
Klub-klub yang merasa kehilangan kesempatan akibat posisi Manchester City pada musim-musim sebelumnya berpotensi mengajukan klaim.
Kerugian yang dipersoalkan bisa berkaitan dengan kegagalan lolos ke Liga Champions, kompetisi Eropa, hadiah berdasarkan posisi klasemen, hingga pemasukan komersial.
Kieran Maguire, profesor keuangan sepak bola dari University of Liverpool, menilai potensi kerugian tersebut dapat dikaitkan dengan hilangnya kesempatan bagi klub lain.
Baca Juga: 4 Wakil Indonesia Lolos Semifinal Bulu Tangkis Asian Games 2026, Ada Potensi All Indonesian Final
Situasi ini membuat kasus Manchester City menjadi persoalan yang jauh lebih besar daripada sekadar pengurangan poin atau denda.
Bahkan jika hukuman akhirnya dijatuhkan dan proses banding selesai, klub-klub lain masih berpotensi membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.
Dengan demikian, keputusan panel independen yang telah keluar justru menjadi awal dari babak baru.
Manchester City kini menunggu sanksi, sementara Premier League harus menghadapi dampak yang bisa menjalar ke berbagai aspek kompetisi.
Baca Juga: Jurgen Klopp Bela Performa Florian Wirtz di Liverpool: Dia Belajar Banyak dari Tahun Pertama