← Beranda
Van Bommel Antusias Hadapi Zidane, Belgia Siap Pertahankan Gaya Menyerang Lawan Prancis
Aprillia JP• Senin, 28 September 2026 | 14.29 WIB
Mark van Bommel antusias menghadapi Prancis asuhan Zinedine Zidane. Belgia siap mempertahankan gaya menyerang setelah menang atas Italia. (@belgianreddevils/Instagram).

JawaPos.com - Pelatih Belgia Mark van Bommel mengaku antusias menghadapi Prancis pada matchday kedua Grup A1 UEFA Nations League, Selasa (29/9). Ia ingin mempertahankan pendekatan menyerang yang membawa Belgia meraih kemenangan pada laga debutnya.

Van Bommel mengawali kiprahnya sebagai pelatih Belgia dengan hasil positif. Romelu Lukaku dan kolega berhasil mengalahkan Italia 2-0 di Roma pada Sabtu (26/9).

Hasil tersebut membuat Van Bommel semakin percaya diri mempertahankan gaya permainan yang diterapkannya. Intensitas dan kerja keras menjadi dua aspek yang tetap ditekankan pelatih asal Belanda tersebut saat menghadapi Prancis.

“Saya memulai (masa kepelatihan) pada Senin lalu dengan menekankan intensitas dan kemauan untuk bekerja,” kata Van Bommel dikutip dari Reuters.

“Gagasannya harus tetap sama. Tentu saja, Anda harus mempertimbangkan kualitas lawan, tetapi itu tidak mengubah gaya bermain kami. Jika Anda dikalahkan dalam suatu situasi, itu bukan masalah. Selama semua orang tahu apa yang harus mereka lakukan,” lanjutnya.

Van Bommel Antusias Hadapi Zidane

Duel melawan Prancis juga menjadi pertemuan Van Bommel dengan Zinedine Zidane dalam kapasitas berbeda. Zidane baru menjalani laga keduanya sebagai pelatih Les Bleus setelah membawa Prancis menang 1-0 atas Turki pada Sabtu (26/9).

Van Bommel bahkan pernah berhadapan langsung dengan Zidane ketika masih aktif sebagai pemain. Ia menghadapi legenda Prancis tersebut saat membela Barcelona dalam pertandingan melawan Real Madrid.

“Sungguh istimewa rasanya melatih tim untuk menghadapi sosok seperti itu. Dia adalah pesepak bola yang luar biasa dan saya pernah menghadapinya sekali, bersama Barca melawan Real Madrid,” ujar Van Bommel.

Pelatih berusia 49 tahun itu juga memberikan pujian kepada Zidane, baik sebagai pemain maupun pelatih.

Baca Juga: Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup: Garuda Tekuk Harimau Malaya

“Jika sebuah gerakan menggiring bola dinamai berdasarkan nama Anda, berarti Anda pasti telah melakukan sesuatu yang sangat baik. Sebagai pelatih juga, tentu saja. Dia pelatih yang bagus, itu jelas,” lanjut Van Bommel.

Van Bommel Sayangkan Mbappe Absen

Meski antusias menghadapi Prancis, Van Bommel menyayangkan absennya Kylian Mbappe. Kapten Prancis tersebut mengalami cedera setelah mencetak gol saat menghadapi Turki.

Mbappe kemudian kembali ke Real Madrid. Pihak klub mengonfirmasi sang penyerang mengalami hiperekstensi pada lutut kirinya.

Van Bommel menilai pertandingan akan lebih menarik jika Prancis bisa tampil dengan kekuatan terbaik.

“Saya pikir sangat disayangkan Mbappe tidak ada karena Anda selalu ingin pemain-pemain terbaik bermain melawan Anda. Saya tidak tahu persis cedera apa yang dialaminya, tetapi saya ingin dia ada di sana,” kata Van Bommel.

Dua Hari Istimewa bagi Van Bommel

Di balik persiapannya menghadapi Prancis, Van Bommel juga memiliki pengalaman emosional menjelang debutnya sebagai pelatih Belgia.

Sehari sebelum menjalani pertandingan pertamanya, ia menyaksikan putranya, Ruben van Bommel, melakukan debut bersama Timnas Belanda.

Ruben bahkan memberikan asis untuk gol penyama kedudukan dramatis Belanda saat menghadapi Jerman di Amsterdam pada Jumat (26/9).

“Sebagai seorang ayah, melihat putra Anda melakukan debut untuk Belanda sudah menjadi sesuatu yang spesial,” tutur Van Bommel.

“Kami kebetulan menontonnya melalui ponsel bersama sebagian besar staf kepelatihan, kemudian dia memberikan asis seperti itu. Luar biasa. Saya sebenarnya ingin berada di stadion. Kemudian kami juga mengalahkan Italia. Itu adalah dua hari yang luar biasa,” pungkasnya.

Baca Juga: Gagal Ulangi Sukses Euro 2024, Timnas Georgia Pecat Willy Sagnol

Kini, Van Bommel harus mengalihkan fokus sepenuhnya kepada Prancis.

Belgia ingin melanjutkan momentum positif setelah kemenangan atas Italia, sementara Prancis juga datang dengan modal kemenangan pada laga pembuka bersama Zidane.

EDITOR: Hendra