← Beranda
Tak Ada Jabat Tangan, Irlandia dan Israel Jalani Laga UEFA Nations League dengan Tegang
Andre Rizal Hanafi• Senin, 28 September 2026 | 13.59 WIB
Timnas Republik Irandia. (Istimewa)

 

 

 

JawaPos.com - Pertandingan Republik Irlandia melawan Israel dalam UEFA Nations League berlangsung dalam suasana berbeda. Kedua tim tidak melakukan tradisi jabat tangan sebelum laga yang digelar di Nagyerdei Stadion, Hungaria, Minggu (27/9/2026).

Momen tersebut terjadi setelah kedua kesebelasan memasuki lapangan dan menjalani seremoni lagu kebangsaan.

Para pemain Republik Irlandia berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaraan mereka sebelum kemudian terlihat menundukkan kepala saat lagu kebangsaan Israel diperdengarkan.

Setelah seremoni selesai, para pemain dari kedua tim tidak melakukan jabat tangan seperti yang biasanya dilakukan sebelum pertandingan.

Kapten Republik Irlandia, Dara O'Shea, dan kapten Israel, Manor Solomon, juga tidak melakukan pertukaran panji. Keduanya tidak terlihat berjabat tangan sebelum pertandingan dimulai.

Pertandingan Republik Irlandia vs Israel memang sudah menjadi perhatian sejak kedua tim dipertemukan dalam undian Grup B3 pada Februari lalu.

Laga tersebut mendapat sorotan karena situasi perang Israel-Gaza. Sejumlah pihak di Republik Irlandia sebelumnya menyerukan agar tim nasional mereka tidak menjalani pertandingan melawan Israel.

Kampanye bernama "Stop The Game" yang digagas kelompok Irish Sport for Palestine juga terus mendapatkan perhatian menjelang pertandingan.

Meski berada dalam tekanan tersebut, para pemain Republik Irlandia akhirnya memutuskan untuk tetap menjalani pertandingan. Keputusan itu diambil setelah mereka menggelar pertemuan cukup panjang di hotel tim di Debrecen pada Sabtu.

Namun, tidak semua pemain mengambil keputusan yang sama. Kiper Gavin Bazunu memilih meninggalkan skuad Republik Irlandia.

Bazunu menyatakan dirinya merasa tidak tepat untuk berpartisipasi dalam pertandingan melawan Israel. Ia juga memastikan tidak akan tampil pada pertemuan kedua yang dijadwalkan berlangsung di Serbia pada 4 Oktober.

Sementara itu, para pemain Republik Irlandia mengenakan ban lengan berwarna hitam sepanjang pertandingan. CEO Football Association of Ireland (FAI), David Courell, menjelaskan bahwa ban tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap seluruh korban yang kehilangan nyawa dalam konflik di Gaza.

Gestur serupa juga dilakukan Jack Moylan setelah Republik Irlandia mencetak gol ketiga. Pemain tersebut melepas ban lengannya dan menciumnya sebelum mencium lambang Republik Irlandia di bagian dada jersey.

Suasana di stadion juga sempat memanas sebelum pertandingan. Sejumlah kecil suporter Israel yang hadir terdengar mencemooh pemain Republik Irlandia ketika mereka keluar untuk melakukan pemanasan.

FAI sebelumnya memastikan tidak ada tiket yang dijual kepada pendukung Republik Irlandia untuk pertandingan tersebut. Meski demikian, beberapa suporter Irlandia tetap terlihat berada di dalam stadion.

Pelatih Republik Irlandia, Heimir Hallgrimsson, mengakui bahwa persiapan timnya tidak berjalan seperti biasanya.

"Ini menjadi salah satu pekan paling menantang bagi saya sebagai pelatih dan mungkin juga bagi sebagian besar pemain," kata Hallgrimsson kepada RTE.

Menurut Hallgrimsson, sejumlah pemain, terutama yang masih muda, memiliki perasaan yang beragam terkait pertandingan tersebut. Ia berharap kondisi di luar lapangan tidak mengganggu para pemain ketika menjalankan tugas mereka.

Baca Juga: Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang

"Kami berada di sini untuk bermain sepak bola. Mereka adalah pesepak bola dan saya berharap setidaknya mereka bisa menikmati pertandingan," ujarnya. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan