← Beranda
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Moch. Rizky Pratama Putra• Senin, 28 September 2026 | 00.31 WIB
Arda Guler menjadi salah satu pemain andalan Turki saat menghadapi Italia di Liga Nations UEFA 2026/2027. (Dok. Timnas Turki)

JawaPos.com — Turki dan Italia sama-sama mengincar kemenangan perdana di Liga Nations UEFA 2026/2027 saat bertemu di Bursa pada Selasa (29/9/2026) pukul 01.45 WIB, setelah menelan kekalahan pada laga pembuka Grup 1 League A. 

Turki kalah 0-1 dari Prancis, sedangkan Italia takluk 0-2 dari Belgia sehingga kedua tim harus segera mengamankan poin.

Turki dan Italia Sama-Sama Memburu Poin Perdana

Turki datang dengan modal kekalahan tipis dari Prancis pada pertandingan pertama. Tim asuhan Vincenzo Montella mampu membuat Les Bleus kesulitan hingga hampir satu jam pertandingan sebelum Kylian Mbappe mencetak gol pembuka.

Baca Juga: Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah

Performa tersebut memberi sinyal positif bagi Turki meski mereka akhirnya harus menyerah setelah Ugurcan Cakir menerima kartu merah melalui tinjauan VAR. Kartu merah tersebut membuat perjuangan Ay-Yıldızlılar semakin berat dan menjadi salah satu momen penting dalam kekalahan mereka.

Hasil tersebut juga memperpanjang periode sulit Turki menjadi tiga kekalahan dalam empat pertandingan terakhir. Sebelumnya, mereka kalah dari Austria dan Paraguay sebelum bangkit dengan kemenangan atas Amerika Serikat pada rangkaian pertandingan musim panas.

Kini, Turki harus menghadapi tantangan besar untuk bertahan di League A. Belgia dan Prancis sudah lebih dahulu mengumpulkan poin, sehingga laga kontra Italia menjadi kesempatan penting bagi Arda Guler dan kolega untuk memperbaiki posisi di Grup 1.

Italia Belum Menemukan Formula Terbaik

Di sisi lain, Italia juga datang dengan tekanan setelah kalah 0-2 dari Belgia di Stadion Olimpico, Roma. Kekalahan tersebut menjadi pertandingan kompetitif pertama Roberto Mancini setelah kembali menangani Gli Azzurri dan menunjukkan masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

Mancini kembali ke tim nasional Italia tiga tahun setelah meninggalkan La Nazionale untuk menangani Arab Saudi. Pelatih yang membawa Italia menjuarai Euro 2020 itu ditugaskan membangun kembali tim menuju Euro 2028 setelah Italia kembali gagal lolos ke Piala Dunia.

Perubahan besar dilakukan Mancini dengan memanggil sejumlah pemain baru dalam skuad berisi 34 pemain. Namun, eksperimen tersebut belum langsung memberikan hasil positif karena Italia kesulitan mengimbangi Belgia dan kebobolan satu gol pada masing-masing babak.

Baca Juga: Dani Olmo Sebut Penalti Gagal Harry Kane Jadi Awal Kebangkitan Timnas Spanyol Kalahkan Inggris

Kekalahan dari Belgia juga menjadi catatan penting bagi Italia karena mereka untuk pertama kalinya sejak 1972 menelan kekalahan kompetitif dari lawan tersebut. Dengan tiga pertandingan lain menanti dalam waktu kurang dari sepekan, kemenangan atas Turki menjadi kebutuhan penting bagi Azzurri.

Sederet Pemain Penting Absen

Turki dipastikan kehilangan Ugurcan Cakir akibat skorsing setelah kartu merah ketika menghadapi Prancis. Posisi penjaga gawang kemungkinan ditempati Altay Bayindir yang sebelumnya masuk pada menit-menit akhir pertandingan di Kocaeli.

Montella juga tidak dapat mengandalkan Hakan Calhanoglu dan Kenan Yildiz yang mengalami cedera. Orkun Kokcu masih mengalami masalah pada jari kaki, sedangkan Merih Demiral kembali dipercaya menjadi kapten untuk memimpin lini belakang Turki.

Di lini tengah, perhatian akan tertuju kepada Arda Guler yang diharapkan mampu menjadi pengatur permainan. Pemain Real Madrid tersebut dapat menjadi salah satu kunci Turki untuk memberikan ancaman kepada pertahanan Italia yang kehilangan beberapa pemain penting.

Italia juga menghadapi persoalan serupa dengan absennya Federico Dimarco, Bryan Cristante, dan kapten Juventus Manuel Locatelli. Alessandro Bastoni sudah kembali setelah menjalani hukuman larangan bermain, sehingga lini belakang Italia mendapat tambahan kekuatan.

Prediksi Turki vs Italia

Kedua tim sama-sama membawa hasil negatif dari pertandingan pertama, tetapi Turki menunjukkan permainan yang lebih kompetitif ketika menghadapi Prancis. Mereka mampu bertahan hampir satu jam sebelum Mbappe memecah kebuntuan dan kartu merah Cakir membuat situasi semakin sulit.

Italia justru terlihat belum menemukan keseimbangan dalam pertandingan pertama bersama Mancini. Kekalahan 0-2 dari Belgia memperlihatkan proses pembentukan tim baru masih membutuhkan waktu, sementara laga melawan Turki datang hanya beberapa hari setelah pertandingan pembuka.

Dengan pertandingan dimainkan di Bursa, Turki memiliki peluang memanfaatkan dukungan publik sendiri. Arda Guler, Merih Demiral, dan rekan-rekannya diprediksi mampu memberikan perlawanan kuat kepada Italia yang masih mencari kombinasi terbaik di bawah Mancini.

Ay-Yıldızlılar berpeluang mencatat kemenangan perdana di League A sekaligus membuat persaingan Grup 1 semakin terbuka setelah kedua tim sama-sama gagal meraih poin pada pertandingan pertama.

Prediksi skor: Turki 2-1 Italia. 

EDITOR: Hendra