JawaPos.com - Manchester City tengah menghadapi salah satu periode paling serius dalam sejarah klub setelah dinyatakan bersalah atas 114 dakwaan terkait pelanggaran aturan keuangan Premier League pada periode 2009 hingga 2023.
Putusan tersebut bukan sesuatu yang sepenuhnya mengejutkan karena investigasi terhadap klub telah berlangsung selama bertahun-tahun. Namun, timing-nya cukup menarik karena City baru saja melewati bursa transfer dengan pengeluaran yang sangat besar.
Klub bahkan menjadi salah satu tim dengan belanja terbesar pada musim panas ini. Sejumlah pemain penting dilepas dengan nilai tinggi, tetapi uang tersebut kemudian kembali digunakan untuk membangun skuad baru.
Belanja Lebih dari €500 Juta
Melansir SPORT, Manchester City dilaporkan memperoleh sekitar €337,02 juta dari penjualan pemain dan mengeluarkan €526,20 juta untuk mendatangkan pemain baru.
Besarnya aktivitas transfer tersebut membuat City dua kali memecahkan rekor pembelian termahal klub dalam satu jendela transfer.
Sebelumnya, rekor tersebut masih dipegang Jack Grealish yang didatangkan dari Aston Villa dengan nilai €117,5 juta.
Namun, angka tersebut kini turun ke posisi ketiga setelah City mengeluarkan €135 juta untuk gelandang Nottingham Forest, Elliot Anderson, pada Juli.
Pada hari terakhir bursa transfer, City kembali membuat gebrakan dengan mendatangkan Enzo Fernández seharga €145 juta. Nilai tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain termahal dalam sejarah Premier League, bersama Aleksander Isak dari Liverpool.
Lini Tengah Jadi Fokus Utama
City tidak berhenti pada Anderson dan Fernández. Mereka juga mengeluarkan €95 juta untuk mendatangkan Ayyoub Bouaddi dari Lille. Gelandang muda asal Maroko tersebut baru berusia 18 tahun ketika bergabung dengan klub.
Dengan tiga pemain tersebut, total pengeluaran City untuk memperkuat lini tengah mencapai sekitar €375 juta.
Aktivitas transfer itu menunjukkan bahwa klub tidak hanya mencari solusi jangka pendek, tetapi juga menyiapkan regenerasi di lini tengah.
Posisi Lain Ikut Diperkuat
Perombakan skuad juga menyentuh sektor lain. City mengeluarkan €70 juta untuk mendatangkan Iliman Ndiaye dari Everton. Pemain sayap asal Senegal tersebut sebelumnya mencetak enam gol di Premier League musim lalu.
Mereka kemudian kembali mengeluarkan €37,5 juta untuk merekrut Allan. City juga melakukan sejumlah investasi terhadap pemain muda yang diproyeksikan untuk masa depan.
Monga, pemain sayap berusia 17 tahun, direkrut dengan nilai €11,7 juta sebelum dipinjamkan ke Swansea City.
Detourbet, yang juga berposisi sebagai pemain sayap, didatangkan dengan harga €25 juta dan kemudian dipinjamkan ke Monaco.
Sementara itu, kiper Shea Charles direkrut dengan nilai €3,5 juta dan langsung dipinjamkan ke QPR. City juga mendatangkan Rulli dengan biaya yang sama untuk memperkuat pilihan mereka di posisi penjaga gawang.
Menyiapkan Diri untuk Berbagai Kemungkinan
Besarnya aktivitas transfer City menjadi semakin menarik jika melihat persoalan hukum yang sedang mereka hadapi.
Klub tersebut masih berpotensi menerima berbagai bentuk sanksi, mulai dari denda finansial hingga pengurangan poin dan pembatasan dalam pendaftaran pemain baru.
Dalam skenario terakhir, City setidaknya sudah memiliki sejumlah pemain tambahan yang bisa menjadi bagian dari skuad untuk beberapa musim ke depan.
Namun, aktivitas transfer tersebut tidak secara otomatis menghapus persoalan hukum yang sedang dihadapi klub.
Pada akhirnya, dampak sebenarnya dari putusan terhadap Manchester City akan sangat bergantung pada sanksi yang ditetapkan dan bagaimana proses hukum selanjutnya berjalan.
Untuk saat ini, satu hal yang jelas: City memasuki musim baru dengan skuad yang telah mengalami perubahan besar, sekaligus dengan sejumlah investasi mahal yang menunjukkan ambisi mereka untuk tetap bersaing di level tertinggi.
***