JawaPos.com - Timnas Italia harus menelan kekalahan 0-2 dari Belgia pada UEFA Nations League di Stadio Olimpico, Sabtu (26/9). Riccardo Calafiori mengakui Italia mengalami kesulitan, terutama pada babak pertama.
Bek Arsenal tersebut menilai Italia mampu tampil lebih baik setelah jeda. Namun, perbaikan permainan itu belum cukup untuk mengubah hasil pertandingan.
"Tentu saja, ini bukan hasil yang kami inginkan; kami mengalami beberapa kesulitan di babak pertama. Kami bermain lebih baik di babak kedua, tetapi itu jelas tidak cukup," kata Riccardo Calafiori yang dikutip laman resmi UEFA, Sabtu (26/9).
Meski harus menerima kekalahan, Calafiori melihat adanya potensi dari para pemain muda Italia. Bek berusia 24 tahun itu meminta para pemain tersebut tampil lebih berani ketika mendapatkan kesempatan bersama tim nasional.
"Kami memiliki banyak pemain muda yang baru mulai bermain dengan tim ini, ada bakat, satu-satunya nasihat yang dapat saya berikan kepada mereka adalah bermain dengan berani," pungkas Calafiori.
Calafiori sendiri tampil selama 90 menit dalam pertandingan melawan Belgia. Ia mencatatkan 75 sentuhan selama berada di lapangan.
Berdasarkan statistik FotMob, Calafiori juga mencatatkan tiga aksi bertahan. Rinciannya adalah satu tekel, satu blok, dan satu sapuan.
Ia turut membantu serangan Italia dengan melepaskan dua tembakan. Namun, kedua upaya tersebut belum mengarah ke gawang.
Kekalahan dari Belgia menjadi hasil yang harus segera dievaluasi Italia. Calafiori dan rekan-rekannya kini harus mengambil pelajaran dari pertandingan tersebut, terutama dari kesulitan yang mereka alami pada babak pertama.
Baca Juga: Prediksi Skor Islandia vs Estonia: Tuan Rumah Ingin Akhiri Tren Negatif
Bagi Calafiori, keberadaan pemain muda menjadi salah satu hal yang dapat membantu perkembangan tim.
Karena itu, ia berharap para pemain tersebut tidak ragu menunjukkan kemampuan ketika dipercaya tampil bersama Italia.