JawaPos.com - Eks gelandang Manchester City, Rodri, mengaku masih percaya pada ketidakbersalahan klub setelah muncul laporan Man City dinyatakan bersalah atas hampir seluruh 115 dugaan pelanggaran regulasi keuangan Premier League atau Liga Inggris.
Rodri, yang saat ini memperkuat Barcelona setelah meninggalkan Manchester City pada musim panas 2026, menanggapi kabar itu dalam konferensi pers menjelang laga Spanyol kontra Inggris di Wembley pada Minggu (27/9).
Kapten Timnas Spanyol itu mengatakan dirinya tetap mempercayai klub yang pernah dibelanya selama tujuh tahun.
“Kami mengalami proses yang serupa pada 2020, jika saya mengingatnya dengan benar. Saat itu, klub selalu mengatakan kepada kami untuk tenang, bahwa kami akan dibebaskan dan tidak melakukan kesalahan apa pun. Pada akhirnya, klub dinyatakan tidak bersalah. Semoga keadilan bisa ditegakkan,” kata Rodri dikutip dari ESPN.
Baca Juga: Marc Cucurella Bongkar Isi Pesannya yang Sempat Bujuk Rodri untuk Gabung Real Madrid
Rodri merujuk pada kasus yang pernah dihadapi Manchester City dengan UEFA pada 2020. Saat itu, Manchester City sempat dijatuhi larangan tampil di kompetisi Eropa selama dua tahun setelah UEFA menemukan pelanggaran terkait informasi pendapatan sponsor. Namun, hukuman itu dibatalkan setelah City mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS).
“Saya percaya pada ketidakbersalahan klub. Saya mengenal klub itu dengan baik. Saat itu kami juga diminta untuk tetap tenang karena semuanya telah dilakukan dengan benar,” lanjut Rodri.
Berbeda dengan kasus UEFA itu, dugaan pelanggaran yang saat ini ditangani Premier League mencakup periode 2009/2010 hingga 2022/2023. Premier League menyerahkan kasus itu kepada komisi independen pada Februari 2023. Sidang berlangsung sejak September hingga Desember 2024.
Baca Juga: Rodri Bongkar Upaya Real Madrid Berusaha Merekrutnya Sebelum Bergabung dengan Barcelona
Rodri sendiri bergabung dengan City pada 2019 sehingga sebagian besar periode yang menjadi pokok perkara terjadi sebelum kedatangannya. Selama memperkuat City, Rodri memenangkan empat gelar Premier League pada 2020 hingga 2024 serta Liga Champions 2023. Rodri juga meraih Ballon d'Or 2024.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan putusan bersalah itu memengaruhi pandangannya terhadap prestasi Manchester City, Rodri mengatakan pencapaian yang diraih bersama rekan-rekannya tetap memiliki makna tersendiri.
“Bagi kami para pemain, ini berbeda dengan kalian para media. Saya memahami berbagai macam pendapat. Saat ini masalah itu memang besar, tetapi kami selalu berusaha berpikir positif,” ujarnya.
“Ketika Anda menjalani keseharian di klub itu dan melihat semua orang yang bekerja keras selama bertahun-tahun untuk meraih kesuksesan yang kami dapatkan dengan Pep, pemilik klub, dan semua orang yang terlibat, mereka tidak bisa mengambil itu dari kami,” kata Rodri.
Rodri menilai keberhasilan yang diraih Manchester City merupakan hasil kerja keras para pemain dan seluruh elemen klub.
“Itu bukan sesuatu yang dibayar dengan uang. Itu dibayar dengan usaha, kebersamaan, dan berdiri bersama setiap hari. Kami meraih banyak kesuksesan di sini, di Wembley, dan saya bisa mengatakan kepada Anda bahwa semuanya layak kami dapatkan,” katanya.
Baca Juga: Rodri Akui Tak Mudah Tolak Real Madrid demi Barcelona
Rodri juga ditanya mengenai perasaannya jika putusan bersalah akhirnya dikonfirmasi secara resmi, mengingat pihak klub sebelumnya selalu meyakinkan para pemain mengenai ketidakbersalahan mereka.
“Mereka selalu menyampaikan keyakinan mengenai ketidakbersalahan mereka. Ketika Anda melihat mata seseorang dan mereka mengatakan hal itu kepada Anda...Kami selalu tenang. Kami tidak pernah melihat tim menjadi gugup menghadapi hal-hal seperti ini,” ujar Rodri.
Rodri menegaskan dirinya tetap mendukung penerapan regulasi dalam sepak bola. Namun, sang pemain mengatakan keyakinannya terhadap City didasarkan pada pengalaman selama berada di klub.
“Semua orang harus mengikuti aturan, saya mendukung itu. Ini merupakan bagian dari sepak bola saat ini. Mereka selalu menunjukkan keyakinan bahwa mereka tidak melakukan kesalahan, dan kami mempercayai itu. Saya pernah berada di sana, saya tahu bagaimana mereka bekerja. Jadi, itulah yang bisa saya katakan," kata Rodri.