← Beranda
Skandal Spionase Southampton Berlanjut, Tonda Eckert Berdalih Tidak Tahu Aturan EFL
Aprillia JP• Rabu, 23 September 2026 | 05.06 WIB
Pelatih Southampton Tonda Eckert didakwa atas kasus spionase. (@SouthamptonFC/Instagram)

 

JawaPos.com - Southampton merasa telah menerima hukuman berat akibat skandal spionase yang melibatkan pemantauan sesi latihan lawan.

Klub berjuluk The Saints itu tengah menanti sidang komisi independen yang akan memeriksa dugaan pelanggaran yang dilakukan pelatih mereka Tonda Eckert.

Eckert telah didakwa oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) atas dugaan pelanggaran yang sama pada Juli 2026.

Baca Juga: Dari Calvin Verdonk Hingga Rayhan Hannan! Simak Statistik Lengkap 7 Gelandang Timnas Indonesia

Sidang itu berpotensi membuat Southampton kembali menghadapi sanksi setelah kehilangan kesempatan promosi ke Premier League dan mendapat pengurangan poin.

Southampton sebelumnya juga dijatuhi hukuman oleh komisi independen English Football League (EFL) setelah klub mengaku telah memata-matai sesi latihan tiga lawan mereka.

Pelanggaran itu membuat Southampton dikeluarkan dari babak playoff Championship pada Mei 2026.

Baca Juga: John Herdman Optimistis Tatap FIFA ASEAN Cup 2026, Bidik Trofi Perdana Bersama Timnas Indonesia

Tidak hanya itu, Southampton juga mendapat pengurangan empat poin untuk kompetisi musim ini berdasarkan keputusan panel yang sama.

Saat ini, klub berpotensi kembali menerima hukuman setelah FA mendakwa Tonda Eckert atas dugaan pelanggaran disiplin terkait kasus spionase.

Dilansir dari ESPN, sidang komisi independen FA dijadwalkan berlangsung pekan ini untuk menentukan sanksi sang pelatih.

Dalam wawancara yang dipublikasikan BBC pada Senin (21/9), Eckert menilai hukuman yang sudah diterima Southampton sangat berat.

Pelatih asal Jerman itu mengakui kesalahannya dan telah meminta maaf secara terbuka.

“Ini merupakan hukuman yang sangat besar. Benar-benar belum pernah terjadi dalam sejarah olahraga,” kata Eckert.

Baca Juga: Sang Ibu Kepincut Anfield, Kylian Mbappe Nyaris Gabung Liverpool usai Tinggalkan AS Monaco

“Sulit bagi saya mengatakan hal itu karena ini menyangkut diri saya. Saya menilai diri saya sendiri, bukan situasi dari luar. Namun, saya sudah meminta pengampunan atas apa yang telah saya lakukan. Saya juga sudah meminta maaf secara terbuka,” lanjut dia.

Chief Executive Southampton Phil Parsons berharap panel FA mempertimbangkan hukuman yang telah dijatuhkan kepada klub ketika mengambil keputusan terhadap Eckert.

“Apa yang kami harapkan sebagai klub adalah mereka benar-benar menyadari posisi kami saat ini dan apa yang sudah kami lalui, karena saya pikir itu harus diperhitungkan,” ujar Parsons.

Baca Juga: Makan Konate Kembali ke Kasta Tertinggi, Berharap Karhutla Kalteng Segera Berakhir

Parsons menilai Southampton telah menerima konsekuensi yang sangat besar.

Selain kehilangan peluang promosi ke Premier League, klub juga harus mengeluarkan biaya besar untuk menghadapi proses hukum.

“Saya benar-benar merasa kami sudah menerima cukup banyak. Kami sudah terluka. Saya pikir ini adalah salah satu sanksi terbesar dalam sejarah sepak bola, bahkan olahraga,” kata Parsons.

Baca Juga: John Herdman Sebut Dean James dan Calvin Verdonk Dijadwalkan Gabung Timnas Indonesia Besok

Phil Parsons juga menyoroti dampak ekonomi yang lebih luas akibat kegagalan Southampton tampil di Premier League.

“Kami kehilangan uang karena tidak berada di Premier League, tetapi bisnis lokal juga kehilangan uang. Kami harus mengeluarkan biaya besar untuk membayar jasa hukum, dan itu semakin berdampak kepada klub,” lanjut dia.

Meskipun demikian, Parsons menegaskan Southampton tidak ingin menempatkan diri sebagai korban.

“Kami tidak ingin terlihat sebagai korban dari ini. Kami harus melanjutkan perjalanan. Kami sudah menerima kartu yang dibagikan kepada kami,” ujar dia.

Baca Juga: Kenji Nishioka Perkuat Timnas Filipina di FIFA ASEAN Cup 2026, Isenmulang Kalteng FC Beri Dukungan

Kasus spionase yang melibatkan Southampton bermula dari aksi staf klub yang memata-matai latihan Oxford dan Ipswich di musim reguler.

Praktik itu berlanjut hingga semifinal playoff Championship pada Mei, menjelang laga kontra Middlesbrough.

Skandal spionase akhirnya terbongkar setelah seorang pemagang Southampton tertangkap basah oleh staf Middlesbrough di area latihan mereka.

Baca Juga: Dewa United Puncaki Klasemen BRI Super League, Osmar Loss Siapkan Strategi Lawan Persib

Eckert mengakui bahwa staf Southampton memang dikirim untuk memantau latihan lawan.

Namun, pelatih asal Jerman itu menyatakan dirinya tidak mengetahui bahwa tindakan itu melanggar aturan EFL.

Sementara itu, dalam proses pemeriksaan sebelumnya, panel independen yang dibentuk EFL menyatakan staf muda Southampton merasa berada di bawah tekanan untuk menjalankan tugas tersebut.

Baca Juga: Dony Tri dan Yakob Sayuri Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah