JawaPos.com - Kekalahan 2-1 dari Atlético Madrid kembali menyoroti sejumlah persoalan yang masih membayangi Real Madrid. Terlepas dari kontroversi keputusan wasit dan VAR dalam derbi tersebut, performa Los Blancos dinilai belum menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan masalah yang mereka hadapi sebelumnya.
Real Madrid kini berada di posisi keempat klasemen setelah kekalahan tersebut. Bagi mantan pemain tim nasional Spanyol, Alvaro Benito, persoalan yang dihadapi klub bukan sekadar hasil satu pertandingan atau keputusan kontroversial.
Melansir Mundo Deportivo, berbicara kepada Cadena SER, Benito menilai masalah Real Madrid sudah berlangsung cukup lama dan terlihat berulang meski klub telah melakukan sejumlah perubahan.
“Di sini saya pikir refleksinya jauh lebih dalam. Jika Anda telah dua tahun dan mencapai puncak, dan melihat hal yang hampir sama di lapangan, masalah yang sama dan sifat masalahnya pun sama."
“Tidak ada perubahan yang terlihat, dan para pelatih memiliki karakter yang berbeda-beda, jadi menurut saya masalahnya jauh lebih dalam, kan?” katanya.
Masalah Lama yang Terus Berulang
Benito juga menyoroti bahwa perubahan personel belum sepenuhnya mengubah apa yang terlihat di atas lapangan. Menurutnya, Real Madrid masih memperlihatkan pola yang sama dari pertandingan ke pertandingan.
“Mereka orang yang berbeda, tetapi sama saja. Anda bisa menang. Beberapa hari lalu di Elche Anda menang, tetapi perasaan yang diberikan oleh tim adalah bahwa masalah yang sama terulang setiap hari.”
“Dan kita semua bisa mengabaikan itu, kecuali dalam kasus luar biasa, Anda akan datang ke sini dan melihat apa yang kami lihat,” tambahnya.
Pernyataan tersebut muncul setelah Real Madrid mengalami kekalahan dalam derbi Madrid. Hasil tersebut membuat sorotan kembali tertuju pada bagaimana tim asuhan José Mourinho tampil dalam pertandingan-pertandingan besar.
Benito Pertanyakan Identitas Permainan Madrid
Selain persoalan konsistensi, Benito juga mempertanyakan apakah identitas permainan Mourinho sudah benar-benar terlihat dalam permainan Real Madrid.
Menurutnya, karakter permainan Mourinho secara historis sebenarnya bisa cocok dengan komposisi pemain yang dimiliki Madrid saat ini.
“Secara historis, Mou selalu menjadi pemain bertahan sayap yang sangat kuat, mencuri bola dan menyerang secara vertikal. Sempurna. Itu akan sangat cocok untuk Madrid dengan tipe pemain yang mereka miliki, tetapi kami tidak melihatnya,” kata Benito.
Komentar tersebut menyoroti adanya jarak antara kualitas individu pemain Real Madrid dan permainan kolektif yang terlihat di lapangan.
Madrid memang telah mengalami perubahan besar, tetapi Benito melihat pergantian pemain maupun pelatih belum menyelesaikan persoalan yang lebih mendasar.
Kini, jeda internasional menjadi kesempatan bagi Mourinho dan stafnya untuk mengevaluasi kembali permainan tim. Setelah jeda berakhir, perhatian akan kembali tertuju pada apakah Real Madrid mampu menunjukkan perubahan atau kembali menghadapi persoalan yang sama.