JawaPos.com - Kemenangan dramatis Atletico Madrid atas Real Madrid dalam derby Madrid ternyata masih menyisakan persoalan besar. Setelah berbagai keputusan wasit menjadi bahan perdebatan, Komite Teknis Wasit atau CTA disebut telah mengakui adanya kesalahan dalam salah satu insiden penting pertandingan.
Menurut Diario AS, CTA menilai gelandang Atletico Madrid, Kang-In Lee, seharusnya diusir dari lapangan karena tekel kerasnya terhadap Federico Valverde.
Insiden tersebut terjadi dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Atletico. Yang membuat situasi semakin menjadi sorotan adalah karena pelanggaran tersebut tidak dihukum oleh wasit Ortiz Arias dan VAR juga tidak meminta sang pengadil melakukan peninjauan di pinggir lapangan.
Kang-In Lee Seharusnya Kartu Merah
Tekel Kang-In Lee terhadap Valverde menjadi salah satu insiden yang paling diperdebatkan setelah pertandingan. Pelanggaran tersebut bahkan membuat kapten Real Madrid mengalami masalah cedera.
Saat pertandingan berlangsung, Ortiz Arias tidak memberikan kartu merah kepada pemain Atletico tersebut. Tidak ada pula intervensi VAR untuk mengubah keputusan tersebut.
Namun, setelah melakukan evaluasi terhadap pertandingan, CTA disebut menilai pelanggaran tersebut layak mendapatkan kartu merah langsung.
Pengakuan tersebut kembali membuka perdebatan mengenai kinerja wasit dalam derby yang sejak peluit akhir sudah dipenuhi kontroversi.
Huijsen Memang Layak Diusir
CTA juga meninjau insiden lain yang melibatkan bek Real Madrid, Dean Huijsen. Dalam situasi tersebut, Huijsen melakukan pelanggaran terhadap Giuliano Simeone di dalam kotak penalti. Bek Madrid itu menarik lawannya tanpa terlihat berusaha merebut bola.
Ortiz Arias awalnya hanya memberikan penalti tanpa mengeluarkan kartu merah. Namun, VAR kemudian meminta wasit meninjau insiden tersebut.
Setelah melihat tayangan ulang, Ortiz Arias akhirnya mengeluarkan kartu merah untuk Huijsen. Untuk insiden ini, CTA disebut sepakat dengan keputusan tersebut dan menilai kartu merah memang layak diberikan.
Kasus Cristian Romero Lebih Rumit
Sementara itu, penilaian CTA terhadap insiden Cristian Romero berbeda. Dalam insiden yang melibatkan Jude Bellingham, Ortiz Arias awalnya salah mengidentifikasi pemain yang melakukan pelanggaran. Ia memberikan pelanggaran kepada Bellingham dan menunjukkan kartu kuning kepada gelandang Real Madrid tersebut.
Setelah VAR melakukan intervensi, diketahui bahwa Romero sebenarnya merupakan pemain yang melakukan pelanggaran.
Insiden tersebut kemudian ditinjau sebagai potensi pelanggaran yang layak mendapat kartu merah. Namun, setelah melihat tayangan ulang, Ortiz Arias memilih tidak mengusir bek Atletico tersebut.
Menurut laporan yang sama, CTA menerima keputusan tersebut dan tidak sepenuhnya menyalahkan Ortiz Arias. Komite menilai situasi tersebut memang cukup membingungkan.
Kontroversi Derby Belum Berakhir
Evaluasi CTA membuat kinerja Ortiz Arias kembali menjadi sorotan. Ia dipercaya memimpin salah satu pertandingan terbesar di LaLiga, tetapi derby tersebut justru menghasilkan beberapa keputusan kontroversial yang harus dievaluasi.
Setidaknya tiga insiden besar menjadi perhatian setelah pertandingan. Dua di antaranya melibatkan intervensi VAR, sementara tekel Kang-In Lee terhadap Valverde tidak mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut selama pertandingan.
Bagi Real Madrid, pengakuan CTA mengenai pelanggaran Kang-In Lee tentu menjadi tambahan dalam daftar keputusan yang mereka persoalkan setelah kekalahan dari Atletico Madrid.
Namun, hasil pertandingan tetap tidak berubah. Atletico Madrid tetap membawa pulang kemenangan 2-1, sementara Real Madrid harus menggunakan jeda internasional untuk mengevaluasi kembali performa dan persoalan yang muncul dalam derby tersebut.