JawaPos.com - Real Madrid gagal mematahkan kutukan mereka di Metropolitano setelah takluk 2-1 dari Atlético Madrid dalam lanjutan La Liga. Namun, hasil pertandingan tersebut justru lebih banyak dibayangi kontroversi keputusan wasit ketimbang permainan di atas lapangan.
José Mourinho menjadi salah satu pihak yang paling vokal. Dalam konferensi pers setelah pertandingan, pelatih Real Madrid itu menyoroti keputusan wasit yang menurutnya merugikan timnya, terutama terkait kartu merah Dean Huijsen dan sejumlah pelanggaran pemain Atlético Madrid.
Kini, Diego Simeone memberikan respons terhadap protes Mourinho.
Simeone Minta Pelatih Menghormati Wasit
Melansir Diario AS, Simeone menilai para pelatih klub besar memiliki pengaruh besar karena selalu berada di bawah sorotan. Karena itu, ia meminta semua pelatih, termasuk Mourinho, untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan kritik terhadap wasit.
“Kami menghormati semua yang dikatakan orang lain, tetapi kami harus memahami bahwa Flick, Mourinho, Pellegrini, Simeone, kami berada dalam posisi istimewa, dengan sorotan yang sangat besar sebagai pelatih, dan kami harus berhati-hati dengan apa yang kami katakan,” kata Simeone.
“Kita harus tahu bagaimana menghormati wasit dan sesama profesional. Ketika seseorang melanggar batasan rasa hormat itu, entah nama Anda Mourinho, Simeone, Flick, atau Pellegrini, itu tidak benar. Anda tidak seharusnya melanggar batasan itu.”
Mourinho sebelumnya mempermasalahkan dua insiden utama. Ia menilai pelanggaran Cristian Romero terhadap Jude Bellingham serta tekel Kang-In Lee kepada Federico Valverde seharusnya berujung kartu merah.
Bahkan, Mourinho membawa gambar kedua insiden tersebut dalam konferensi pers untuk memperkuat argumennya.
Ketika ditanya secara spesifik mengenai aksi Mourinho tersebut, Simeone awalnya memberikan jawaban singkat.
“Tidak ada yang perlu dikatakan.”
Simeone: Keputusan Wasit Kadang Menguntungkan, Kadang Merugikan
Simeone kemudian menjelaskan pandangannya mengenai keputusan wasit secara lebih umum. Menurutnya, keputusan wasit merupakan bagian dari pertandingan yang terkadang menguntungkan sebuah tim dan di lain waktu justru merugikannya.
“Terkadang hal itu menguntungkan Anda, di lain waktu justru merugikan Anda,” kata pelatih Atletico tersebut.
“Kepala wasit menjelaskan bahwa insiden yang dialami Cuti bukanlah kartu merah. Saya tidak akan membahas detailnya.”
“Yang saya pahami, dari posisi yang kami tempati, adalah bahwa rasa hormat kepada wasit, terlepas dari apakah saya diuntungkan hari ini atau tidak, adalah sesuatu yang harus kita jaga, karena jika tidak, apa pun bisa terjadi.”
Simeone kemudian menutup pernyataannya dengan pesan yang cukup tegas kepada sesama pelatih.
“Tidak semua hal bisa diterima, tak peduli apakah nama Anda Mourinho.”
Kontroversi Derbi Belum Selesai
Mourinho memang sangat kecewa dengan sejumlah keputusan dalam pertandingan tersebut. Ia bahkan berpendapat Real Madrid seharusnya menghadapi Atlético dengan jumlah pemain yang jauh lebih sedikit jika beberapa pelanggaran dihukum dengan kartu merah.
Namun, di tengah perdebatan mengenai wasit, perhatian juga tertuju pada performa Real Madrid sendiri.
Los Blancos tidak tampil pada level yang diharapkan sepanjang pertandingan. Sejumlah pemain penting gagal memberikan pengaruh besar, sementara Atlético mampu memanfaatkan momentum di kandang sendiri.
Kekalahan 2-1 tersebut juga membuat Madrid harus memanfaatkan jeda internasional untuk melakukan evaluasi. Masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan Mourinho untuk menemukan keseimbangan permainan dan memastikan timnya mampu tampil lebih konsisten.
Bagi Atlético, kemenangan ini tentu memberikan suntikan kepercayaan diri. Bagi Real Madrid, kontroversi wasit mungkin akan terus diperbincangkan, tetapi tantangan sebenarnya adalah bagaimana mereka merespons kekalahan tersebut ketika kompetisi kembali bergulir.