← Beranda
Rendahkan Imigran di Inggris, Suporter Muslim Manchester United Desak Jim Ratcliffe Tinggalkan MU
Aprillia JPMinggu, 20 September 2026 | 21.57 WIB
MUMSC desak Sir Jim Ratcliffe tinggalkan Manchester United. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Manchester United Muslim Supporters Club (MUMSC) mendesak pemilik Manchester United Sir Jim Ratcliffe dan keluarga Glazer untuk meninggalkan klub.

Desakan itu disampaikan setelah Sir Jim Ratcliffe mengeluarkan pernyataan kontroversial mengenai imigrasi di Inggris.

Pernyataan terbaru pengusaha berusia 73 tahun itu muncul ketika Manchester United sedang menghadapi awal musim yang sulit di lapangan.

Baca Juga: Ezri Konsa Akui Arsenal Main Buruk saat Kalah Telak dari Brighton di Liga Inggris

MUMSC menilai komentar Ratcliffe tidak dapat diterima dan mencerminkan persoalan yang lebih besar terkait arah kepemilikan serta identitas klub.

Dalam wawancara dengan BBC untuk program Big Boss yang dirilis pekan ini, Ratcliffe mengatakan bahwa Inggris sedang mengalami kemunduran.

Ratcliffe mengaitkan kondisi itu dengan persoalan imigrasi dan penerimaan tunjangan sosial.

Baca Juga: Tiga Pemain Indonesia Starter, Fortuna Sittard Menang 1-0 atas Willem

“Kami memiliki kerajaan terbesar di dunia. Kami merupakan bangsa yang besar. Kami memenangkan dua perang dunia. Kami adalah orang-orang yang baik dan jujur," papar Sir Jim Ratcliffe.

"Namun, sayangnya, saat ini saya pikir Inggris sedang mengalami kemunduran. Cukup sulit untuk melihat bagaimana kita dapat menghentikannya,” ujar Ratcliffe dikutip dari BBC.

“Tidak ada seorang pun yang cukup tegas untuk menangani masalah imigrasi. Tidak ada seorang pun yang cukup tegas untuk menangani masalah tunjangan sosial. Namun, seseorang harus melakukannya,” lanjut Ratcliffe.

Pada Februari, Ratcliffe juga sempat melontarkan pernyataan bahwa Inggris telah dijajah imigran.

Ratcliffe lalu menyampaikan permintaan maaf.

Melalui akun media sosial X (dulu Twitter), MUMSC menerbitkan pernyataan terkait komentar terbaru Ratcliffe dan menyebutnya sebagai sesuatu yang sangat mengecewakan dan sepenuhnya tidak dapat diterima.

Baca Juga: Jordan Henderson Cekcok dengan Emiliano Martinez, Xabi Alonso Kecewa Chelsea Tampil Buruk

Dalam pernyataannya, MUMSC menegaskan bahwa Manchester United dibangun oleh orang-orang dengan latar belakang yang beragam.

Keberagaman itu mencakup pemain, staf, petugas steward, tim keamanan, dan suporter yang berasal dari berbagai negara, budaya, etnis, agama, serta latar belakang kehidupan.

“Manchester United tidak akan menjadi Manchester United tanpa mereka. Keberagaman itu bukan kelemahan Manchester United. Keberagaman merupakan bagian dari Manchester United,” tulis MUMSC.

Baca Juga: Simak Performa Elkan Baggott Selama 20 Menit Saat Millwall Ditahan Imbang West Ham United

Kelompok itu juga menekankan bahwa perbedaan latar belakang, keyakinan, dan pandangan politik tidak seharusnya menghilangkan rasa memiliki terhadap klub.

“Latar belakang berbeda. Keyakinan berbeda. Politik berbeda. Satu Manchester United,” lanjut pernyataan itu.

MUMSC lalu mengalihkan kritiknya kepada struktur kepemilikan klub. Mereka menilai Manchester United tidak semestinya hanya dipandang sebagai aset investasi bagi pemegang saham atau miliarder.

Baca Juga: Prediksi Skor Frosinone vs Como di Liga Italia: Lariani Siap Pesta Gol di Stadio Stirpe

“Manchester United tidak menjadi milik emosional dana investasi, pemegang saham, atau miliarder. Klub ini menjadi milik generasi suporter yang mewarisinya dari orang tua dan kakek-nenek mereka dan suatu hari akan meneruskannya kepada anak-anak mereka,” tulis MUMSC.

MUMSC juga mengaitkan kritik terhadap Ratcliffe dengan performa Manchester United pada awal musim.

Setan Merah mengalami kesulitan setelah menelan dua kekalahan di Premier League dan tersingkir dari Carabao Cup pada putaran ketiga setelah kalah dari Brighton and Hove Albion.

“Cukup sudah. Sudah waktunya untuk perubahan. Keluarga Glazer dan Sir Jim Ratcliffe harus pergi,” tulis MUMSC.

Baca Juga: Arsenal Tumbang 0-3 di Kandang Brighton

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah