← Beranda
Gol Akhir Tak Cukup, Tottenham Tumbang dari Aston Villa di Liga Inggris
Aprillia JPMinggu, 20 September 2026 | 15.56 WIB
Aston Villa menang 3-2, Tottenham Hotspur cetak gol perdana. (Tottenham Hotspur)

 

JawaPos.com - Tottenham Hotspur akhirnya mencetak gol pertama mereka di Liga Inggris musim ini. Namun, dua gol pada menit-menit akhir belum cukup untuk menyelamatkan Tottenham dari kekalahan 2-3 saat menjamu Aston Villa, Sabtu (19/9).

Tuan rumah menciptakan sejumlah peluang sejak menit-menit awal, tetapi tangguhnya kiper Aston Villa, Zion Suzuki, membuat Tottenham kesulitan mencetak gol.

Dominasi Tottenham tidak berbuah gol. Aston Villa justru berhasil membuka keunggulan pada masa tambahan waktu babak pertama.

Gol itu berawal ketika Micky van de Ven sempat mendapat perawatan setelah mengalami benturan di kepala.

Saat Tottenham melanjutkan permainan dengan 10 pemain, Andy Robertson berusaha mempertahankan bola di dekat garis akhir, tetapi kehilangan penguasaan.

John McGinn kemudian merebut bola dan memberikan umpan kepada Boubacar Kamara. Tembakan rendah Kamara berhasil disambar Johan Manzambi dari jarak dekat untuk membawa Aston Villa unggul 1-0.

Tottenham lalu kembali mengambil inisiatif serangan pada awal babak kedua. Aston Villa memilih bertahan lebih dalam dan mengandalkan serangan balik.

Tottenham sempat mencetak gol pada menit ke-60 lewat Mohammed Kudus. Namun, gol itu dianulir setelah pemeriksaan VAR menunjukkan Robertson berada dalam posisi offside.

Kegagalan itu lalu diikuti gol kedua Aston Villa pada menit ke-67. Bola panjang dari tendangan gawang Suzuki gagal diantisipasi pertahanan Tottenham. Manzambi memberikan bola kepada Jackson yang kemudian melewati Van de Ven sebelum melepaskan tembakan rendah.

Kinsky sempat menyentuh bola, tetapi tidak mampu mencegahnya masuk ke gawang. Aston Villa pun unggul 2-0.

Tottenham mencoba merespons lewat Tonali, tetapi tendangan melengkungnya dari jarak sekitar 22 meter masih melebar. Alih-alih memperkecil ketertinggalan, Tottenham justru kembali kebobolan pada menit ke-79. Emiliano Buendia mencetak gol ketiga Aston Villa yang bersarang di pojok atas gawang.

Tottenham akhirnya mencetak gol pertama mereka di Premier League musim ini pada menit ke-86. Gol itu lahir dari kombinasi Kudus dan Omar Marmoush. Kudus mengirim umpan tarik dari dekat garis akhir.

Gallagher yang baru masuk sebagai pemain pengganti dua menit sebelumnya menyelesaikan peluang itu dengan tembakan ke sudut jauh.

Tottenham terus menekan hingga masa tambahan waktu. Tendangan bebas keras James Maddison masih mampu ditepis Suzuki. Bola muntah kemudian disambar Kudus, tetapi tendangannya melambung tinggi.

Van de Ven juga hampir mencetak gol melalui sundulan dari umpan Robertson, tetapi bola hanya melewati sisi gawang.

Pada masa injury time menit ke-90+8, Tottenham kembali mencetak gol. Sundulan Jan Paul van Hecke meneruskan umpan tendangan bebas Robertson dan membuat skor berubah menjadi 2-3.

Sayangnya, gol itu datang terlalu terlambat. Aston Villa mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir dan Tottenham harus menerima kekalahan di kandang sendiri.

Pelatih Tottenham Hotspur Roberto De Zerbi menyoroti kegagalan timnya mempertahankan konsentrasi saat pertandingan memasuki fase penting.

“Saya tidak ingin membicarakan babak pertama. Ketika kami mendominasi pertandingan, kami menciptakan lebih banyak peluang untuk mencetak gol dan bermain dengan baik. Fokus saya adalah mengapa kami kebobolan gol pertama ketika bermain dengan 10 pemain hanya selama satu menit,” ujar Roberto.

Menurutnya, Tottenham seharusnya dapat berkomunikasi lebih baik dan mempertahankan organisasi pertahanan dalam situasi tersebut.

“Kami bisa lebih kuat dalam situasi itu, kami bisa lebih banyak berkomunikasi. Kami bisa bertahan dengan lebih kompak,” katanya dikutip dari situs resmi klub.

Roberto juga menyayangkan gol kedua Aston Villa yang berawal dari bola panjang yang seharusnya sudah diantisipasi karena Villa memiliki kecenderungan memainkan lebih banyak umpan panjang musim ini.

“Saya tidak tahu apakah beberapa pemain kehilangan energi, tetapi kami kebobolan gol yang tidak dapat diterima dari tendangan jauh dengan bola panjang. Kami sudah tahu sebelum pertandingan karena musim ini Aston Villa memainkan 86 persen lebih banyak bola panjang dibandingkan musim lalu,” ujar Roberto.

Sang pelatih mengaku kekalahan itu menjadi tanggung jawabnya sebagai pelatih. “Ini pasti tanggung jawab saya. Saya bertanggung jawab. Namun, ketika pertandingan berbeda dari penguasaan bola dan bermain di sepertiga akhir, karena kami tidak bisa bermain selama 90 menit di sepertiga akhir seperti babak pertama, kami harus bertahan dengan kompak. Para pemimpin harus menjadi pemimpin dan memimpin tim,” katanya.

Dengan hasil itu, Tottenham Hotspur masuk ke zona degradasi dengan menempati posisi ke-19 klasemen sementara.

Tottenham mencatatkan tiga kekalahan dan dua hasil imbang dalam lima pertandingan terakhir. Sementara itu, Aston Villa menempati posisi ke-15 dengan meraih kemenangan pertamanya musim ini.

Selanjutnya, Tottenham akan menghadapi Manchester United pada 10 Oktober, sedangkan Aston Villa akan menjamu Brentford pada laga selanjutnya.

EDITOR: Edi Yulianto