JawaPos.com - Oxford United menyampaikan permintaan maaf setelah meluncurkan koleksi pakaian bergaya Amerika Serikat dengan tulisan United 93 di bagian belakang.
Produk itu dirilis menjelang peringatan 25 tahun tragedi 11 September 2001 atau 9/11.
Klub yang bermain di kasta ketiga Liga Inggris itu mengakui koleksi Campus Collection diluncurkan tanpa memahami konteks sejarah dan asosiasi yang melekat pada diksi United 93.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Persija vs Java United: Adu Tajam Alexander Jeremejeff dan David da Silva
Oxford United kemudian menarik seluruh koleksi dari penjualan dan menyatakan akan mengevaluasi proses persetujuan produk di internal klub.
Koleksi itu menuai sorotan karena memiliki kemiripan dengan nama penerbangan United Airlines Flight 93 yang menjadi bagian dari tragedi serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.
“Oxford United ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus atas peluncuran Campus Collection baru-baru ini. Rangkaian produk itu dirilis tanpa memahami konteks sejarah dan asosiasinya" papar pernyataan klub.
Baca Juga: Zinedine Zidane Umumkan Skuad Prancis, Panggil Lima Nama Baru
"Produk itu seharusnya tidak pernah sampai ke tahap penjualan dan kami bertanggung jawab penuh karena tidak melakukan uji tuntas dengan benar,” tulis klub dalam pernyataan resminya pada Jumat (18/9).
Oxford United menegaskan koleksi itu telah dihapus dari penjualan dengan segera.
Klub juga melakukan peninjauan terhadap prosedur persetujuan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Setelah itu, kami ingin kembali menyampaikan permintaan maaf yang tulus atas kesalahan ini dan atas segala ketersinggungan yang ditimbulkan,” lanjut pernyataan klub.
Halaman yang sebelumnya mengumumkan peluncuran Campus Collection juga telah dihapus.
Kontroversi itu muncul menjelang peringatan 25 tahun serangan 9/11. Pada 11 September 2001, empat pesawat dibajak dalam serangkaian serangan teror di Amerika Serikat.
Baca Juga: Thailand Juara, Asian Minifootball Championship 2026 Resmi Berakhir di Jakarta
Dua pesawat menabrak menara kembar World Trade Center di New York, sedangkan pesawat lainnya menghantam Pentagon.
United Airlines Flight 93 merupakan pesawat keempat yang dibajak dan diketahui dalam perjalanan menuju Washington sebelum jatuh di Pennsylvania.
Menurut kesimpulan otoritas Amerika Serikat yang dilansir dari ESPN, pesawat United Airlines Flight 93 jatuh setelah penumpang dan awak pesawat berusaha mengambil alih kendali kokpit dari para pembajak.
Baca Juga: Jelang Persis Solo vs PSBS Biak, Ricky Nelson Pastikan Semua Pemain Siap dan Bidik Tiga Poin
Upaya itu menyebabkan pesawat jatuh sebelum mencapai target yang dituju.
Penggunaan diksi United 93 pada produk Oxford United kemudian menjadi persoalan karena asosiasi yang sangat kuat dengan penerbangan itu dan tragedi 9/11.
Oxford United sendiri memiliki sejarah yang panjang.
Baca Juga: Ananta Krisna Kembali Dipinjamkan Bali United, Kali Ini Berlabuh di Klub Pegadaian Championship
Klub itu didirikan pada 1893 dengan nama Headington FC sebelum berganti nama menjadi Oxford United pada 1960.
Periode paling sukses dalam sejarah klub terjadi pada pertengahan 1980-an.
Saat itu, Oxford United sempat bermain di kasta teratas sepak bola Inggris atau Premier League dan berhasil memenangkan Piala Liga Inggris.
Saat ini, Oxford United berkompetisi di League One, kasta ketiga dalam sistem kompetisi sepak bola Inggris.
Baca Juga: Cetak Gol Penalti, Careca Tetap Kecewa Arema FC Gagal Menang atas Persik Kediri
Klub itu berada di bawah kelompok kepemilikan yang dipimpin Erick Thohir.
Menpora sekaligus Ketua Umum PSSI itu sebelumnya pernah menjadi investor minoritas Philadelphia 76ers di NBA dan DC United di sepak bola Amerika Serikat.
Erick Thohir juga sempat menjadi pemilik mayoritas Inter Milan sebelum menjabat dalam pemerintahan Indonesia.
Baca Juga: Jelang Lawan Dewa United, PSS Sleman Fokus Benahi Finishing dan Antisipasi Penguasaan Bola
“Sekali lagi, kami ingin menyampaikan permohonan maaf kami yang tulus atas kesalahan ini dan atas segala pelanggaran yang ditimbulkan,” bunyi pernyataan resmi Oxford United.