JawaPos.com - Ousmane Dembélé kembali berbicara soal peluangnya mempertahankan gelar Ballon d'Or. Menariknya, bintang Paris Saint-Germain itu mengaku tidak pernah merasa sebagai pemain yang sejak awal dijagokan untuk meraih penghargaan individu paling bergengsi di sepak bola tersebut.
Komentar Dembélé muncul setelah Kylian Mbappé sebelumnya menggunakan istilah "orang pilihan" ketika membicarakan perjalanan kariernya dan ekspektasi terhadap dirinya.
Mbappé baru-baru ini menunjukkan keyakinan tinggi terhadap peluangnya memenangkan Ballon d'Or. Dalam sebuah wawancara dengan France Football, penyerang Real Madrid tersebut bahkan mengatakan bahwa "tidak ada yang lebih baik dari saya musim lalu."
Namun, Mbappé juga membandingkan ekspektasi yang melekat pada dirinya dengan Dembélé. Ia menyebut Dembélé "selalu dianggap sebagai pemain berbakat", sementara dirinya mengaku "selalu dianggap sebagai orang pilihan."
Melansir ESPN, Dembélé tampaknya merespons komentar tersebut setelah PSG meraih kemenangan 1-0 atas Brest. Ketika ditanya mengenai peluangnya memenangkan Ballon d'Or untuk tahun kedua secara beruntun, pemain berusia 29 tahun itu memilih menekankan perjalanan kariernya.
"Saya selalu berada di belakang kelas dan belajar dengan giat," kata Dembélé.
"Sepanjang karier saya, saya tidak pernah mengucapkan sepatah kata pun, saya telah bekerja sangat keras."
"Seperti yang saya katakan, saya bukanlah orang yang terpilih, tetapi saya bekerja keras dan tahun lalu saya mendapatkan penghargaan setelah tahun yang fantastis bersama Paris Saint-Germain."
"Dan tahun ini, kita lihat saja bagaimana hasilnya -- tanpa tekanan, santai saja."
Dembélé Tak Mau Terbebani Persaingan
Sikap tersebut juga terlihat dari komentar Dembélé sebelumnya ketika membahas kandidat Ballon d'Or tahun ini.
Pekan lalu, ia menyebut Harry Kane, Khvicha Kvaratskhelia, dan Mbappé sebagai tiga kandidat teratas versinya. Meski demikian, Dembélé menilai persaingan untuk penghargaan tersebut sulit diprediksi.
"Saya rasa trofi ini tidak bisa diprediksi. Saya pikir trofi ini akan tetap berada di tangan pemain Paris Saint-Germain."
Dembélé memang memiliki modal kuat untuk kembali bersaing. Tahun lalu, ia menjadi pemain Prancis keenam yang memenangkan Ballon d'Or setelah memainkan peran penting dalam musim bersejarah PSG di bawah asuhan Luis Enrique.
Penyerang tersebut mencetak 35 gol di semua kompetisi ketika PSG memenangkan Ligue 1, Coupe de France, dan Liga Champions pertama dalam sejarah klub. Mereka mengakhiri perjalanan Eropa tersebut dengan kemenangan telak 5-0 atas Inter Milan di final.
Kini, Dembélé kembali berada dalam persaingan. Namun, berbeda dengan beberapa pemain yang secara terbuka menunjukkan keyakinan terhadap peluang mereka, ia memilih pendekatan yang lebih santai.
Di sisi lain, Mbappé juga punya alasan kuat untuk percaya diri. Pemain yang meninggalkan PSG dan bergabung dengan Real Madrid pada 2024 itu mencetak 44 gol di semua kompetisi pada musim debutnya di ibu kota Spanyol, meski akhirnya hanya finis di posisi ketujuh dalam pemungutan suara Ballon d'Or 2025.
Persaingan kali ini pun kembali mempertemukan dua nama yang sudah lama menjadi sorotan. Mbappé datang dengan ambisi besar, sementara Dembélé memilih membiarkan performanya berbicara.
Bagi Dembélé, status sebagai "orang pilihan" bukanlah sesuatu yang pernah ia rasakan. Ia lebih memilih bekerja keras, menikmati permainan, dan membiarkan hasil akhir Ballon d'Or menentukan siapa yang layak berada di puncak.