JawaPos.com - Kily Gonzalez resmi memulai tugasnya sebagai pelatih kepala Inter Miami pada 15 September 2026. Pelatih asal Argentina itu langsung mendapat tantangan besar karena harus memimpin Lionel Messi dan kawan-kawan menghadapi Cruz Azul pada laga Campeones Cup.
Gonzalez ditunjuk sebagai pengganti permanen Guillermo Hoyos setelah Inter Miami mencapai kesepakatan dengannya pada 27 Agustus. Pelatih berusia 52 tahun itu dikontrak hingga Juni 2028.
Kedatangan Gonzalez juga menghadirkan reuni dengan Messi. Keduanya pernah bermain bersama di timnas Argentina pada dua pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2006 pada 2005.
“Ada hal-hal dalam sepak bola yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Itu adalah perasaan yang unik. Saya merasa terhormat dan diberkati mendapat kesempatan ini serta bisa berbagi hubungan luar biasa yang saya miliki dengan Leo,” kata Gonzalez dikutip dari ESPN.
“Saya sangat menyayanginya (Lionel Messi) dan dia tahu itu. Hal itu membuat momen ini semakin istimewa. Bisa bersamanya dan berbagi pengalaman dengan para pemain luar biasa di skuad ini membuat saya merasa benar-benar diterima sebagai pelatih,” lanjutnya.
Gonzalez tidak memiliki banyak waktu untuk menikmati momen reuni tersebut. Dia langsung memimpin latihan pertamanya setelah tiba di Miami dan harus mempersiapkan tim menghadapi Cruz Azul pada Rabu (16/9) dalam laga perebutan Campeones Cup.
“Tentu saja, semua ini luar biasa, tetapi sekarang kami harus mulai bekerja. Jika Tuhan menghendaki, kami akan memulai dengan kuat besok dan memenangkan kejuaraan,” ujar Gonzalez.
Gonzalez tiba di Miami dari Argentina pada Selasa pagi waktu setempat. Tidak lama setelah kedatangannya, dia langsung memimpin sesi latihan pertama bersama Inter Miami.
Sebelumnya, Gonzalez harus menunggu izin kerja di Amerika Serikat sebelum dapat secara resmi mengambil alih tim. Inter Miami telah mengumumkan kesepakatan dengan Gonzalez pada 27 Agustus, tetapi Hoyos tetap bertugas sementara hingga kedatangan pelatih baru tersebut.
Gonzalez mengaku periode menunggu itu dipenuhi rasa tidak sabar.
“Bagaimana beberapa hari terakhir ini? Sejujurnya, penuh dengan penantian. Sudah hampir dua setengah minggu dan saya tidak bisa berada di sini. Namun, kesempatan unik ini, sesuatu yang bahkan tidak berani saya impikan, akhirnya menjadi kenyataan,” katanya.
Menurut Gonzalez, dirinya langsung menerima tawaran Inter Miami ketika klub membuka kesempatan untuk bergabung.
“Kami berbicara dengan klub dan mereka menawarkan saya kesempatan untuk bergabung dengan tim. Saya langsung mengatakan ya. Berada bersama para pemain, melihat keinginan mereka menyambut staf kepelatihan saya, dan menyaksikan cara mereka berlatih hari ini benar-benar membuat saya bahagia serta memberi energi besar untuk pertandingan besok,” tuturnya.
Tantangan Gonzalez datang ketika Inter Miami sedang berusaha menemukan kembali konsistensinya. Klub saat ini berada di posisi kedua klasemen MLS Wilayah Timur dengan koleksi 45 poin dari 25 pertandingan.
Performa Inter Miami belakangan juga belum stabil. Dalam lima pertandingan terakhir MLS, mereka hanya meraih satu kemenangan, ditambah tiga hasil imbang dan satu kekalahan.
Pertandingan melawan Cruz Azul di Campeones Cup menjadi debut Gonzalez sekaligus kesempatan pertamanya memimpin Inter Miami dalam pertandingan resmi. Laga tersebut mempertemukan juara MLS Cup dengan juara Liga MX dalam perebutan satu trofi.
Setelah menghadapi Cruz Azul, Inter Miami akan kembali menjalani kompetisi MLS dengan menjamu San Diego pada Senin (21/9). Gonzalez pun langsung menghadapi jadwal padat untuk membangun tim yang baru saja mengalami pergantian pelatih.