← Beranda
Buntut Gol Kontroversial Erling Haaland, Petugas VAR Derby Manchester Diskors Pro Ref
Aprillia JPRabu, 16 September 2026 | 12.36 WIB
Gol kontroversial Erling Haaland bikin wasit VAR dan asistennya diskors. (@erling/Instagram)

 

JawaPos.com - Kepala wasit Pro Ref Howard Webb mengakui terjadi kesalahan dalam penggunaan Video Assistant Referee (VAR) saat Manchester City kalahkan Manchester United 1-0 dalam derby Manchester di Old Trafford, Minggu (13/9).

Webb menyebut gol Erling Haaland seharusnya dianulir karena Enzo Fernandez berada dalam posisi offside dan dinilai mengganggu jalannya permainan. 

Namun, VAR Matt Donohue dan asisten VAR Blake Antrobus gagal mengidentifikasi pelanggaran itu.

Baca Juga: Prediksi Skor Borneo FC vs Dewa United: Pesut Etam Ingin Lanjutkan Tren Positif di BRI Super League

Gol Haaland sebenarnya sempat melewati proses pemeriksaan VAR sebelum akhirnya disahkan.

Donohue dan Antrobus memang tepat dalam menentukan bahwa Haaland berada dalam posisi onside.

Namun, keduanya tidak menyadari bahwa Fernandez berada dalam posisi offside dan melakukan pergerakan ke arah bola ketika berusaha menyundul umpan silang Josko Gvardiol.

Baca Juga: Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea

Howard Webb menjelaskan bahwa Donohue terlalu berfokus pada apakah Fernandez menyentuh bola atau tidak.

Padahal, pemain tetap dapat dianggap melakukan pelanggaran offside jika dinilai mengganggu lawan atau memengaruhi permainan.

“Dalam momen itu, dia mengalami tunnel vision,” kata Webb dalam program Match Officials: Mic'd Up dikutip dari ESPN.

Menurut Webb, Donohue terlalu fokus memastikan posisi Haaland sehingga gagal mempertimbangkan peran Fernandez dalam fase serangan tersebut.

“Dia fokus pada Haaland, dan anggota tim lainnya seharusnya menariknya keluar dari tunnel itu. Sayangnya, hal itu tidak terjadi pada kesempatan ini,” ujar Webb.

Webb mengatakan kondisi seperti itu dapat terjadi ketika seorang VAR harus mengikuti beberapa tahap pemeriksaan dalam waktu singkat.

Baca Juga: Jelang Hadapi Madura United, PSIM Yogyakarta Pilih Bertahan di Surabaya

Oleh sebab itu, asisten VAR memiliki peran untuk membantu VAR utama melihat aspek lain yang mungkin terlewat.

“Kami pernah melihat hal itu sebelumnya. Kami telah menerapkan prosedur untuk mencegahnya dengan asisten VAR yang turun tangan untuk menarik VAR keluar dari situasi itu. Namun, hal itu tidak terjadi pada kesempatan kali ini,” katanya.

Webb menegaskan keputusan yang benar dalam situasi itu ialah menganulir gol Haaland.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Borneo FC vs Dewa United di Super League: Sonny Stevens Manfaatkan Celah

“Gol ini seharusnya dianulir. Sangat disayangkan hal itu tidak terjadi. Kami akan meninjau, merefleksikan, dan mengambil pembelajaran untuk mencegah kesalahan tidak biasa seperti ini terulang,” ujar Webb. 

Pro Ref lalu mencadangkan Donohue dan Antrobus dari penugasan pertandingan Premier League pada pekan kelima.

Keduanya baru akan kembali bertugas setelah jeda internasional.

Baca Juga: John Herdman Takjub Lihat SUGBK Penuh saat Persija Jakarta vs Persib Bandung

Webb mengatakan dirinya kecewa dengan keputusan yang dihasilkan dalam pertandingan itu.

“Saya sangat kecewa dengan hasil ini. Kami semua begitu. Tidak ada yang lebih kecewa daripada para ofisial itu sendiri,” kata Webb.

“Mereka sangat menjunjung tinggi harga diri dalam menjalankan tugasnya dan jelas merasa terpukul saat ini karena gagal memenuhi harapan dalam situasi tersebut. Mereka tidak akan kembali bertugas memimpin pertandingan hingga jeda internasional usai,” lanjut Webb.

Webb menambahkan bahwa Pro Ref telah menghubungi Manchester United untuk mengakui kesalahan itu.

Baca Juga: 3 Fakta Samuel Otusanya Bomber Baru Arema FC! Pernah Kerja Sama dengan Marcos Santos

Rekaman audio komunikasi VAR dan tayangan pertandingan juga telah diberikan kepada klub sebagai bagian dari upaya menjelaskan bagaimana keputusan itu terjadi.

“Kami ingin memastikan bahwa kami transparan dan terbuka. Kami telah memberikan audio dan rekaman kepada klub untuk menjelaskan apa yang terjadi,” ujar Webb.

Pro Ref selanjutnya akan mengevaluasi proses pengambilan keputusan untuk mengetahui tahap mana yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Baca Juga: Borneo FC Raih Kemenangan Perdana, Mauro Jeronimo Ungkap Masalah yang Harus Segera Dibenahi

Selain itu, Webb turut memberikan penjelasan mengenai insiden lain dalam derby Manchester.

Wasit Michael Oliver dinilai tepat ketika mengusir gelandang Manchester City Phil Foden setelah melakukan tendangan kepada Bruno Fernandes.

Sementara itu, muncul perdebatan mengenai apakah Fernandes juga layak mendapat kartu merah setelah menendang Foden ketika pemain City itu berada di tanah.

Baca Juga: FC Seoul Dikabarkan Turunkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Begini Respons Igor Tolic

Webb menilai tindakan Fernandes lebih merupakan perilaku emosional daripada tindakan kekerasan.

“Ini lebih kepada tindakan reaktif yang sepele (petulant) daripada kekerasan. Untuk disebut perilaku kekerasan (violent conduct), harus ada kekuatan berlebihan atau kebrutalan,” jelas Webb.

Menurut Webb, tindakan Fernandes tidak memenuhi unsur itu sehingga hukuman yang tepat adalah kartu kuning.

Webb juga menjelaskan VAR tidak memiliki kewenangan untuk merekomendasikan kartu kuning kepada Fernandes dalam situasi itu karena Oliver sudah melihat insiden Foden dan memberikan kartu merah di lapangan.

Baca Juga: Prediksi Ajax vs Willem II: Nathan Tjoe-A-On Hadapi Ujian Berat, Paes Masih Jadi Cadangan

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah