JawaPos.com - Cristiano Ronaldo meminta Saudi Pro League memberikan hukuman tegas kepada suporter yang berusaha memecah konsentrasi gelandang Al-Hilal Ruben Neves dengan menyerukan nama Diogo Jota. Ronaldo bahkan meminta para pelaku dilarang masuk stadion seumur hidup.
Insiden itu terjadi saat Al Hilal menghadapi Al Taawoun dalam pertandingan Saudi Pro League pada Sabtu (12/9). Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan Neves bersiap mengambil tendangan bebas bersama rekan setimnya, Crysencio Summerville.
Namun, dari tribun stadion kandang Al Taawoun, terdengar suporter meneriakkan nama Jota berulang kali.
Baca Juga: Prediksi Skor Al Khaleej vs Al Nassr: Cristiano Ronaldo Cs Tak Ingin Terpeleset Lagi!
Diogo Jota merupakan eks pemain timnas Portugal yang meninggal dunia bersama sang adik, Andre Silva, setelah mobil yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di Zamora, Spanyol, pada Juli 2025. Neves yang merupakan rekan setim Jota di timnas Portugal terlihat memberikan respons terhadap teriakan itu.
Neves bertepuk tangan secara sarkastis dan mengacungkan jempol kepada suporter sebelum menunjuk ke arah langit, matanya sendiri, lalu menunjuk ke arah tribun tempat teriakan itu berasal.
Setelah pertandingan, Neves juga memberikan tanggapan ketika melewati area mixed zone. “Saya hanya berharap mereka nanti tidak pergi berdoa setelah apa yang mereka lakukan,” kata Neves dikutip dari ESPN.
Baca Juga: Prediksi Skor Al Nassr vs Abha Club di Liga Arab Saudi: Cristiano Ronaldo Cs Bisa Bantai-bantai!
Ronaldo kemudian mengecam tindakan itu dan meminta penyelenggara memberikan hukuman berat kepada suporter yang terbukti terlibat.
“Kompetisi harus mengambil tindakan dan menghukum perilaku suporter seperti ini. Ini bukan lagi sepak bola dan harus ada batasnya. Orang-orang yang berperilaku seperti ini seharusnya tidak pernah diizinkan masuk stadion lagi,” tulis komentar Ronaldo di sebuah unggahan Instagram yang menampilkan rekaman kejadian.
Ronaldo, yang saat ini memperkuat Al Nassr, merupakan rekan Neves dan Jota di Timnas Portugal. Ketiganya pernah berada dalam satu generasi skuad Portugal sebelum Jota meninggal dunia pada Juli 2025.
Hubungan Neves dengan Jota juga terjalin sejak muda. Keduanya pernah bermain bersama di tim junior Portugal dan Porto sebelum kembali menjadi rekan setim di Wolverhampton Wanderers.
Neves juga menjadi salah satu pengusung peti jenazah Jota saat pemakaman. Setahun setelah kepergian Jota, Neves mewarisi nomor punggung 21 milik Jota di Timnas Portugal.
Sementara itu, Al Hilal tetap menunjukkan dominasi di lapangan. Klub asal Riyadh itu mengalahkan Al Taawoun dengan skor telak 6-0 sekaligus mempertahankan posisi puncak klasemen Saudi Pro League.
Baca Juga: Prediksi Skor Al-Ittihad vs Al-Nassr di Liga Arab Saudi: Cristiano Ronaldo Cs Lebih Diunggulkan!
Dilansir dari The Athletic, Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) bersama Saudi Pro League (SPL) turut mengecam insiden tersebut. Kedua pihak menyatakan komite terkait akan mengambil tindakan yang diperlukan karena perilaku itu dinilai tidak sejalan dengan nilai-nilai sepak bola Arab Saudi dan prinsip sportivitas.
“SAFF dan SPL menegaskan bahwa memanfaatkan tragedi pribadi untuk tujuan pelecehan atau provokasi merupakan perilaku yang tidak dapat diterima dan tidak memiliki tempat dalam sepak bola Arab Saudi,” tulis pernyataan resmi federasi. SAFF dan SPL menambahkan bahwa hasil dari proses investigasi akan diumumkan setelah seluruh prosedur yang dilakukan selesai.
Al Hilal juga mengeluarkan pernyataan terkait insiden tersebut. Klub menilai tindakan suporter telah bertentangan dengan nilai dan etika olahraga karena melampaui batas persaingan serta dukungan terhadap tim.
Baca Juga: Ronaldo Nazario dan Roberto Carlos Resmi Membeli Klub Divisi Ketiga Brasil Inter de Limeira
“Perusahaan menyatakan penolakan mutlak terhadap tindakan semacam itu yang menyasar pemain atau keluarga mereka maupun bertujuan menimbulkan penghinaan secara pribadi,” tulis Al Hilal.
Klub menegaskan bahwa persaingan olahraga, seberat apa pun, tidak dapat dijadikan alasan untuk mencampuri kondisi pribadi atau kemanusiaan seorang pemain. Perasaan kehilangan juga tidak semestinya dimanfaatkan sebagai sarana untuk melakukan provokasi maupun pelecehan.