← Beranda
Lamine Yamal Yakin Bisa Raih Ballon d'Or Usai Tambah Dua Gol dalam Kemenangan Barcelona
M Shofyan Dwi Kurniawan• Selasa, 15 September 2026 | 13.24 WIB
ig @lamineyamal

JawaPos.com - Lamine Yamal semakin memperkuat klaimnya dalam persaingan Ballon d'Or 2026. Penyerang muda Barcelona itu kembali menunjukkan performa luar biasa dengan mencetak dua gol dalam kemenangan 4-2 atas Levante.

Barcelona kini telah mencetak 26 gol dalam enam pertandingan pembuka musim. Rata-rata, tim Catalan menghasilkan lebih dari empat gol dalam setiap pertandingan.

Di tengah produktivitas tersebut, Yamal menjadi salah satu pemain yang paling mencolok. Dalam empat penampilan terakhirnya, pemain muda tersebut telah mencetak tujuh gol dan menyumbangkan dua assist. Artinya, ia terlibat langsung dalam sembilan gol hanya dalam rentang empat pertandingan.

Yamal: Saya yang Pantas Menang Ballon d'Or

Performa impresif tersebut datang setelah Yamal secara terbuka menilai dirinya layak menjadi pemenang Ballon d'Or.

Melansir akun X Fabrizio Romano, dalam sebuah wawancara dengan Movistar, ia bahkan menyebut dirinya dan Kylian Mbappé sebagai dua pemain terbaik di dunia.

“Kylian Mbappé dan saya, kami berdua adalah yang terbaik di dunia… tetapi saya pikir sayalah yang pantas memenangkan Ballon d'Or,”

Pernyataan tersebut tentu bukan sekadar kepercayaan diri kosong. Yamal terus memberikan alasan di lapangan untuk mendukung klaimnya.

Ia telah mencetak gol dalam empat pertandingan secara beruntun dan mencatatkan tiga brace dalam periode tersebut.

Dua gol dicetaknya ketika Barcelona menghadapi Levante. Sebelumnya, ia juga mencetak dua gol melawan Rayo Vallecano dan kembali membukukan brace saat menghadapi Valencia.

Sementara ketika Barcelona berjumpa Feyenoord, Yamal menyumbangkan satu gol dan dua assist. Total sembilan kontribusi gol langsung dalam empat pertandingan menjadi catatan yang sulit diabaikan.

Barcelona Tidak Hanya Bergantung pada Yamal

Meski Yamal sedang berada dalam performa terbaiknya, Barcelona tetap menunjukkan bahwa mereka memiliki banyak sumber gol.

Kemenangan 4-2 atas Levante kembali memperlihatkan kedalaman lini serang mereka. Yamal mencetak dua gol, Raphinha memberikan dua assist, Xavi Espart mencetak gol profesional pertamanya, sedangkan Karim Adeyemi melanjutkan ketajamannya.

Barcelona pun telah mengoleksi 26 gol dalam enam pertandingan awal musim. Kreativitas Raphinha dan kemampuan mencetak gol Adeyemi memberikan lawan lebih dari satu ancaman untuk dihadapi. Situasi tersebut juga membuat beban Yamal tidak terlalu berat.

Sembilan kontribusi gol langsung Yamal dalam empat laga memang menjadi sorotan utama, tetapi produktivitas Barcelona bukan hanya hasil kerja satu pemain.

Raphinha, Xavi Espart, dan Adeyemi juga memberikan kontribusi penting dalam kemenangan terbaru.

Persaingan Ballon d'Or Tidak Sesederhana Itu

Meski sedang tampil luar biasa, Ballon d'Or tidak akan ditentukan hanya berdasarkan performa dalam empat pertandingan.

Periode penilaian dari Agustus hingga Juli mencakup keseluruhan musim klub serta Piala Dunia. Performa individu menjadi pertimbangan utama, sementara kesuksesan bersama tim juga memiliki bobot penting.

Dalam hal tersebut, Yamal memiliki modal yang sangat kuat. Ia membantu Barcelona meraih gelar La Liga dan turut mengangkat trofi Piala Dunia bersama Spanyol. 

Selain mencetak gol, Yamal juga memberikan kreativitas dan kemampuan menciptakan peluang yang menjadi bagian penting dari permainannya.

Karena itu, lonjakan performanya belakangan ini bukanlah satu-satunya alasan mengapa ia masuk dalam persaingan. Performa tersebut justru menjadi pengingat betapa kuatnya klaim Yamal.

Mbappé dan Kane Jadi Pesaing Serius

Namun, Yamal bukan satu-satunya pemain dengan argumen kuat. Kylian Mbappé memiliki jalur yang berbeda. Penyerang Real Madrid itu mencetak 25 gol di La Liga dan 15 gol di Liga Champions, menjadikannya pencetak gol terbanyak di kedua kompetisi tersebut.

Mbappé juga mencatat sejarah bersama Prancis dengan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia ketika negaranya melaju hingga semifinal.

Selain Mbappé, Harry Kane juga memiliki catatan luar biasa. Kane mencetak 61 gol dalam 51 pertandingan untuk Bayern Munich dan total 73 gol bersama klub serta tim nasional selama periode penghargaan tersebut.

Ia memenangkan Sepatu Emas Eropa, meraih tiga trofi bersama Bayern, dan membantu Inggris finis di posisi ketiga Piala Dunia.

Yamal Punya Paket yang Berbeda

Inilah tantangan yang harus dihadapi Yamal dalam perebutan Ballon d'Or. Mbappé menawarkan produktivitas gol di panggung terbesar, sementara Kane menghasilkan salah satu musim tersubur dalam kariernya.

Yamal memiliki jawaban yang sedikit berbeda: gol, kreativitas, serta kesuksesan bersama tim. Ia tidak hanya menjadi pencetak gol, tetapi juga kreator yang mampu mengubah jalannya pertandingan. Ditambah keberhasilan Barcelona dan Spanyol meraih trofi, argumennya semakin lengkap.

Awal musim Barcelona yang begitu produktif membuat klaim tersebut semakin sulit untuk diabaikan. Jika Yamal mampu mempertahankan level permainan seperti ini, persaingan Ballon d'Or 2026 berpotensi menjadi pertarungan yang sangat menarik hingga akhir.

EDITOR: Hanny Suwindari