JawaPos.com — Como diprediksi mampu mengalahkan Parma pada lanjutan Liga Italia di Stadio Sinigaglia, Senin (14/9/2026) pukul 23.30 WIB, setelah tampil impresif dengan kemenangan 4-1 atas RB Leipzig di Liga Champions.
Performa tersebut memperpanjang catatan tak terkalahkan Como menjadi sembilan pertandingan, sedangkan Parma baru mengoleksi satu poin dari tiga laga Serie A.
Como Datang dengan Modal Kemenangan Besar
Como memasuki pertandingan melawan Parma dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat kemenangan meyakinkan 4-1 atas RB Leipzig pada debut mereka di fase liga Liga Champions.
Baca Juga: Presiden Como Mirwan Suwarso Berikan Tiket Liga Champions Miliknya kepada Fans Lanjut Usia
Hasil tersebut terasa spesial karena Como belum lama meninggalkan kasta keempat sepak bola Italia sebelum akhirnya mampu tampil di panggung Eropa.
Kemenangan atas Leipzig juga menjadi pertandingan kandang kompetitif pertama Como di Serie A musim ini setelah Stadio Sinigaglia menjalani peningkatan fasilitas agar memenuhi regulasi UEFA.
Sebelumnya, tiga pertandingan Serie A pertama mereka dimainkan sebagai laga tandang sehingga kembalinya Como ke stadion sendiri langsung dirayakan dengan pesta lima gol.
Baca Juga: Como Menang di Lapangan dan Hati Masyarakat! Mirwan Suwarso Lepas Kursi VIP ke Suporter Tertua
Di bawah arahan Cesc Fabregas, Como menunjukkan permainan dominan sekaligus berani menghadapi lawan dengan reputasi lebih besar.
Fabregas tetap meminta anak asuhnya menjaga ketenangan karena jadwal padat dua pertandingan dalam sepekan bakal menjadi tantangan baru bagi skuad muda mereka.
Secara performa, Como juga sedang sulit dihentikan.
Mereka membuka Serie A dengan hasil imbang melawan Udinese sebelum mengalahkan Napoli dan Genoa secara beruntun, sementara seluruh kompetisi memperlihatkan catatan empat pertandingan terakhir berupa satu hasil imbang dan tiga kemenangan.
Parma Masih Kesulitan Menemukan Ketajaman
Berbanding terbalik dengan Como, Parma masih mencari konsistensi setelah hanya mendapatkan satu poin dari tiga pertandingan Serie A musim ini.
Baca Juga: Cesc Fabregas Tak Pernah Main di Serie A, Tapi Sulap Como Jadi Monster di Italia dan Liga Champions
Tim asuhan Carlos Cuesta tersebut gagal mencetak gol dalam dua pertandingan pertama sebelum akhirnya Simone Lontani menyelamatkan mereka lewat gol penyama kedudukan saat bermain 1-1 melawan Monza.
Hasil imbang tersebut setidaknya mengakhiri dua puasa sekaligus bagi Parma, yakni paceklik poin dan gol.
Sebelumnya, mereka mengawali musim dengan dua kekalahan beruntun tanpa mampu mencatat satu gol pun, kemudian tersingkir dari Coppa Italia setelah kalah dari Cremonese.
Masalah produktivitas memang bukan persoalan baru bagi Parma.
Baca Juga: Proyek ‘Disney’ Como Meledak! Klub Milik Pengusaha Indonesia Menang 4-1 di Liga Champions
Musim lalu mereka sudah kesulitan mencetak gol, sementara kepergian Mateo Pellegrino pada bursa transfer musim panas membuat lini depan mereka kembali kehilangan salah satu opsi penting.
Statistik awal musim juga belum memberikan banyak harapan.
Parma baru menghasilkan delapan tembakan tepat sasaran di Serie A musim ini, sedangkan tiga pertandingan tandang terakhir mereka berakhir dengan kekalahan tanpa sekalipun mencetak gol.
Rekor Pertemuan Lebih Memihak Como
Como memiliki alasan tambahan untuk percaya diri saat menjamu Parma karena rekor pertemuan di Stadio Sinigaglia cenderung menguntungkan tuan rumah.
Setelah kalah 0-1 pada pertemuan terakhir di markas Parma pada Mei lalu, Parma tidak pernah menang dalam tujuh kunjungan terakhir ke Como di berbagai kompetisi.
Baca Juga: Hasil Liga Champions 2026/2027: Como Buat Kejutan, Bayern dan Manchester United Menang Besar
Rentetan tersebut mencakup pertandingan Serie B dan Serie A sehingga Parma memiliki pekerjaan berat untuk memutus tren negatif tersebut.
Situasi semakin rumit karena Como kini memiliki momentum yang jauh lebih positif setelah mampu mengalahkan Leipzig 4-1 di stadion sendiri.
Performa kandang juga menjadi faktor penting untuk prediksi pertandingan ini.
Como sudah memperlihatkan kapasitas mencetak empat gol dalam satu pertandingan, sementara Parma justru datang dengan catatan tiga kekalahan tandang berturut-turut tanpa gol.
Dengan perbedaan momentum tersebut, Como lebih layak ditempatkan sebagai favorit.
Baca Juga: 11.000 Tiket Como vs RB Leipzig Sold Out, Renovasi Stadio Sinigaglia Rampung dalam 90 Hari
Parma tetap berpeluang memberikan perlawanan apabila mampu memperbaiki efektivitas serangan, tetapi minimnya produksi tembakan tepat sasaran membuat mereka diprediksi kesulitan mengancam pertahanan tuan rumah.
Como Punya Banyak Pilihan di Lini Depan
Fabregas juga memiliki keuntungan dari kedalaman skuad ketika harus menjalani jadwal padat.
Setelah hanya melakukan satu perubahan susunan pemain untuk menghadapi Leipzig, pelatih asal Spanyol itu berpotensi melakukan rotasi lebih besar agar para pemain tetap segar untuk dua pertandingan domestik sebelum jeda internasional.
Moise Kean menjadi salah satu pemain yang menarik perhatian setelah kedatangannya ke Como.
Penyerang tersebut diperkirakan bersaing dengan Tasos Douvikas untuk posisi ujung tombak, sementara Nico Paz, Martin Baturina, dan Assane Diao juga menjadi ancaman serius di lini serang.
Baca Juga: Prediksi Skor Como vs RB Leipzig: I Lariani Berpeluang Ukir Kemenangan di Liga Champions
Diao bahkan sedang berada dalam momentum apik setelah mencetak tiga gol dalam dua penampilan terakhir.
Selain mereka, sejumlah pemain Como juga sudah memberikan kontribusi berupa gol dan assist sehingga Fabregas mempunyai banyak opsi untuk mengubah jalannya pertandingan.
Como hanya kehilangan Jayden Addai yang masih menjalani pemulihan cedera jangka panjang.
Di kubu Parma, Hans Nicolussi Caviglia masih absen akibat cedera pangkal paha, sedangkan Adrian Bernabe dan Ousmane Diallo diragukan tampil.
Sascha Britschgi sempat ditarik keluar ketika menghadapi Monza karena mengalami benturan, tetapi diperkirakan sudah siap bermain.
Jika seluruh pemain utama Como berada dalam kondisi fit, kedalaman skuad tersebut bisa menjadi pembeda ketika pertandingan memasuki babak kedua.
Baca Juga: Iraola Sebut Pramusim Lawan Como jadi Ujian Bagus untuk Liverpool
Como kemungkinan menurunkan Butez; Smolcic, Chalobah, Ramon, Kaiki; Perrone, Da Cunha; Diao, Paz, Baturina; Kean.
Sementara Parma diperkirakan memainkan Corvi; Delprato, Carlos, Troilo; Britschgi, Keita, Ordonez, Fabbian, Valeri; Lontani, Toure.
Melihat performa kedua tim, Como lebih diunggulkan untuk mengamankan kemenangan di Stadio Sinigaglia.
Parma memang sudah memutus paceklik gol melalui Lontani saat menghadapi Monza, tetapi lini depan mereka masih belum menunjukkan produktivitas yang cukup untuk menandingi tuan rumah.
Como juga memiliki momentum luar biasa setelah meraih dua kemenangan dengan skor 4-1 dalam rangkaian pertandingan terakhirnya.
Dengan kualitas pemain depan, kedalaman skuad, serta dukungan publik sendiri, Lariani diprediksi mampu mengontrol pertandingan dan menutup laga dengan kemenangan 2-0.
Prediksi skor: Como 2-0 Parma.