← Beranda
Tiga Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Real Madrid Usai Hanya Menang Tipis dari Inter Milan
M Shofyan Dwi KurniawanSabtu, 12 September 2026 | 17.31 WIB
ig @realmadrid

JawaPos.com - Real Madrid mengawali perjalanan mereka di fase liga Liga Champions dengan kemenangan 2-1 atas Inter Milan pada Selasa malam.

Hasil tersebut tentu menjadi modal positif. Namun, skor akhir justru tidak sepenuhnya menggambarkan jalannya pertandingan. Real Madrid sempat unggul 2-0 hanya dalam 23 menit, tetapi setelah itu mereka justru harus bekerja keras untuk mempertahankan keunggulan.

Federico Valverde bahkan mengakui bahwa Madrid terlalu banyak menderita dalam pertandingan tersebut.

“Kami sangat menderita, yang seharusnya tidak terjadi, terutama di kandang sendiri.”

Gol Kylian Mbappe dan Valverde memang membawa Los Blancos unggul cepat, tetapi keduanya juga tidak lepas dari kesalahan yang dilakukan Inter. Setelah itu, Real Madrid kesulitan menciptakan kontrol permainan.

Inter berhasil memperkecil ketertinggalan melalui Carlos Augusto pada menit ke-77 dan terus memberikan tekanan hingga akhir pertandingan. Madrid akhirnya bertahan mati-matian untuk mengamankan tiga poin.

Bagi para pemain, kemenangan tetap menjadi hal utama. Namun, Jose Mourinho tentu memiliki banyak catatan untuk dievaluasi.

Melansir Sports Illustrated, berikut tiga hal penting yang perlu diperhatikan Real Madrid setelah kemenangan tipis atas Inter.

1. Lini Depan Masih Sering Buang Peluang

Masalah produktivitas Real Madrid kembali terlihat jelas. Pada akhir pekan sebelumnya, Los Blancos menciptakan tujuh peluang besar tetapi gagal mencetak gol dalam kekalahan mengejutkan dari Real Betis.

Melawan Inter, situasinya sedikit berbeda. Madrid menciptakan delapan peluang besar, tetapi hanya mampu mencetak dua gol. Ironisnya, kedua gol tersebut lahir setelah kesalahan dari pemain Inter.

Mbappe membuang dua peluang emas, sementara Jude Bellingham juga gagal memaksimalkan kesempatan yang dimilikinya. Brahim Diaz turut mendapatkan peluang, tetapi tembakannya justru melebar dari sasaran.

Persoalan ini cukup menarik karena berbeda dengan masalah Madrid pada musim lalu. Sebelumnya, salah satu kelemahan terbesar mereka adalah minimnya kreativitas dari lini tengah. Kini, Madrid justru mampu menciptakan peluang, tetapi penyelesaian akhirnya belum cukup tajam.

Bagi tim yang memiliki pemain seperti Mbappe, Bellingham, Vinicius Junior, dan Brahim Diaz di lini depan, terlalu banyak membuang peluang jelas merupakan masalah besar.

Jika situasi tersebut terus berlanjut, Madrid bisa kembali kehilangan poin meski mampu mendominasi penciptaan peluang.

2. Thibaut Courtois Kembali Jadi Penyelamat

Jika ada satu pemain yang paling layak mendapatkan sorotan positif dari kemenangan ini, jawabannya adalah Thibaut Courtois.

Kiper asal Belgia tersebut melakukan tujuh penyelamatan untuk menjaga Madrid tetap unggul hingga pertandingan berakhir.

Courtois kembali menunjukkan bahwa dirinya masih menjadi salah satu penjaga gawang terbaik di dunia. Ketika pertahanan Madrid mulai kehilangan kendali, ia menjadi benteng terakhir yang mampu menjaga keunggulan tim. Namun, fakta bahwa Courtois harus bekerja terlalu keras juga menjadi tanda bahaya.

Pertahanan Madrid terlihat goyah dalam sejumlah situasi. Denzel Dumfries kesulitan menghadapi Carlos Augusto dalam proses terciptanya gol Inter. Marc Cucurella bahkan membutuhkan bantuan Vinicius Junior untuk menjaga area sayap kiri, sementara Ibrahima Konate beberapa kali terlambat berada di posisi yang tepat.

Persoalan lain muncul ketika Madrid kehilangan bola. Tekanan mereka tidak selalu berjalan efektif. Para pemain terkadang terlalu pasif dan memberikan Inter ruang untuk membangun serangan serta mempertahankan penguasaan bola.

Situasi tersebut mungkin tidak menjadi masalah besar ketika Courtois tampil luar biasa. Namun, Madrid tidak bisa terus berharap penjaga gawang mereka menyelamatkan tim dalam setiap pertandingan. Melawan lawan yang lebih kuat, celah seperti ini bisa berujung pada hasil yang jauh lebih buruk.

3. Bagaimana Nasib Trent Alexander-Arnold?

Pertanyaan terakhir berkaitan dengan Trent Alexander-Arnold. Pemain internasional Inggris itu mendapatkan kesempatan menjadi starter bersama Valverde dalam skema dua gelandang bertahan Mourinho.

Absennya Eduardo Camavinga, Arda Guler, dan Bernardo Silva yang terkena sanksi membuat Mourinho harus melakukan perubahan di lini tengah. Alexander-Arnold pun mendapat kesempatan untuk mengisi salah satu posisi tersebut.

Namun, penampilannya belum bisa dikatakan meyakinkan. Alexander-Arnold beberapa kali kehilangan pengawalan terhadap pemain lawan. Ia juga terlihat kurang nyaman ketika harus bertahan lebih dalam di area penalti.

Hal tersebut paling terlihat ketika Inter mencetak gol. Posisi dan respons Alexander-Arnold dalam situasi tersebut menunjukkan bahwa ia masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan peran barunya.

Di sisi lain, ketika menguasai bola, kualitasnya tetap terlihat. Ia mampu menciptakan dua peluang, termasuk satu kesempatan yang seharusnya bisa dikonversi menjadi gol oleh Mbappe.

Masalahnya, Real Madrid tidak cukup dominan dalam penguasaan bola sehingga Alexander-Arnold tidak mendapatkan banyak kesempatan untuk menunjukkan kemampuan passing yang menjadi salah satu kekuatan utamanya.

Situasi ini membuat masa depan sang bek kanan menjadi menarik untuk diperhatikan. Alexander-Arnold tentu tidak ingin sepanjang musim hanya menjadi pelapis Dumfries. Namun, kesempatan menjadi starter di lini tengah juga tidak akan datang setiap pekan.

Jika performanya tidak meningkat dan posisinya tetap tidak jelas, bukan mustahil muncul spekulasi mengenai masa depannya di Santiago Bernabeu jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.

Kemenangan yang Masih Menyisakan Pekerjaan Rumah

Real Madrid memang berhasil mendapatkan tiga poin penting dari laga pembuka Liga Champions. Namun, pertandingan melawan Inter menunjukkan bahwa masih ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan Mourinho.

Ketajaman lini depan perlu ditingkatkan, organisasi pertahanan harus lebih solid, dan Madrid perlu menemukan keseimbangan yang lebih baik ketika kehilangan bola.

Kemenangan 2-1 tetap layak dirayakan. Tetapi jika Madrid ingin kembali menjadi kandidat serius untuk mengangkat trofi Liga Champions, performa seperti ini jelas tidak cukup.

Untuk sementara, Courtois berhasil menyelamatkan mereka. Namun, Mourinho tentu berharap pada pertandingan berikutnya, Real Madrid tidak lagi harus bergantung terlalu besar kepada sang penjaga gawang.

EDITOR: Hanny Suwindari