JawaPos.com - Gerard Pique kembali ikut meramaikan rivalitas Barcelona dan Real Madrid. Kali ini, mantan bek Barcelona tersebut menyinggung Los Blancos di tengah perdebatan panjang mengenai standar perwasitan di La Liga.
Keluhan mengenai wasit memang bukan sesuatu yang baru dalam persaingan kedua klub. Real Madrid melalui Real Madrid TV beberapa kali mengkritik keputusan wasit, sementara Jose Mourinho juga turut mempertanyakan perwasitan setelah Madrid kalah dari Real Betis pada Jumat.
Pique kemudian memberikan pandangannya dengan mengingatkan bahwa Real Madrid juga pernah mendapatkan keuntungan dari keputusan kontroversial dalam pertandingan-pertandingan besar.
Pique Ungkit Sejumlah Keputusan Kontroversial
Melansir Barca Blaugranes, Pique menilai Barcelona harus tetap mengandalkan kualitas permainan jika ingin terus meraih kesuksesan. Menurutnya, sepak bola yang bagus merupakan identitas utama klub Catalan tersebut.
“Ya, hanya ada satu cara bagi Barça untuk menang, dan itu adalah dengan memainkan sepak bola yang hebat. Itulah mengapa kami dikenal,” katanya di TikTok.
“Kami telah memenangkan banyak liga, banyak Liga Champions, dan banyak treble dengan memainkan sepak bola yang hebat. Anda selalu mengangkat isu wasit, dan jika Anda mau, saya akan mengingatkan Anda tentang final Liga Champions melawan Juve, gol Mijatovic, yang ilegal."
Pique kemudian membawa pembicaraan ke salah satu momen paling ikonik dalam sejarah Real Madrid di Liga Champions.
Ia mengungkit gol Sergio Ramos ketika Real Madrid menghadapi Atletico Madrid di final Liga Champions 2014. Gol tersebut menjadi titik balik penting sebelum Madrid akhirnya meraih trofi La Decima.
“Atau di salah satu dari dua final melawan Atlético de Madrid, gol Sergio Ramos dinyatakan offside, itu juga ilegal. Jadi ada banyak kesalahan wasit, tetapi, biasanya dan secara historis, mereka selalu sedikit lebih memihak Real Madrid.”
La Decima Masih Jadi Bahan Perdebatan
Final Liga Champions 2014 memang menjadi salah satu pertandingan paling bersejarah bagi Real Madrid. Atletico Madrid sempat berada di ambang kemenangan sebelum Ramos mencetak gol penyama kedudukan pada masa injury time.
Madrid kemudian mencetak tiga gol tambahan pada babak perpanjangan waktu dan memastikan gelar Liga Champions ke-10 atau La Decima.
Namun, posisi Ramos saat mencetak gol tersebut hingga kini masih menjadi bahan perdebatan. Pique menggunakan momen itu untuk memperkuat argumennya bahwa keputusan kontroversial juga pernah menguntungkan Real Madrid.
Pique juga menyinggung final Liga Champions melawan Juventus dan gol Predrag Mijatovic yang menurutnya seharusnya tidak disahkan.
Pesan yang ingin disampaikan Pique cukup jelas: perdebatan mengenai wasit tidak seharusnya hanya diarahkan kepada Barcelona atau klub-klub lain, karena Real Madrid juga pernah mendapatkan keuntungan dari keputusan kontroversial.
Lamine Yamal Ikut Ditanya
Menariknya, isu yang sama juga diarahkan kepada Lamine Yamal dalam konferensi pers pra-pertandingan Barcelona.
Pemain muda Barcelona tersebut ditanya mengenai berbagai keluhan Real Madrid terhadap keputusan wasit. Jawabannya terdengar lebih singkat dan tenang dibandingkan komentar Pique.
“Saya tidak tahu, jika mereka belum menang selama bertahun-tahun, itu masalah mereka. Tanyakan pada mereka. Kami senang dengan keputusan wasit.”
Rivalitas Barcelona dan Real Madrid memang tidak pernah benar-benar jauh dari kontroversi perwasitan. Dengan persaingan di La Liga yang terus berlangsung, isu tersebut tampaknya masih akan menjadi bagian dari cerita El Clasico dan perebutan gelar musim ini.