← Beranda
Meski Kalah, Cristian Chivu Senang Inter Milan Tampil Berani Lawan Real Madrid
M Shofyan Dwi KurniawanSabtu, 12 September 2026 | 18.10 WIB
ig @inter

JawaPos.com - Cristian Chivu tidak melihat kekalahan Inter Milan dari Real Madrid sebagai sesuatu yang harus disesali berlebihan.

Inter memang pulang dari Santiago Bernabeu dengan kekalahan 1-2 pada laga Liga Champions. Namun, bagi Chivu, penampilan timnya justru memberikan alasan untuk optimistis.

Pelatih Inter tersebut menegaskan bahwa dirinya senang melihat keberanian dan karakter yang ditunjukkan para pemain ketika menghadapi Real Madrid.

Chivu Bangga dengan Keberanian Inter

Inter sebenarnya mampu mendominasi sebagian besar pertandingan. Namun, dua kesalahan fatal membuat mereka harus tertinggal dua gol dengan cepat.

Kesalahan pertama terjadi ketika umpan Curtis Jones justru menjadi awal dari gol pembuka Kylian Mbappe. Tidak lama berselang, Josep Martinez melakukan kesalahan ketika mencoba menggiring bola dan kehilangan penguasaan di dekat gawangnya sendiri. Federico Valverde kemudian memanfaatkannya untuk menggandakan keunggulan Madrid.

Carlos Augusto sempat memperkecil ketertinggalan Inter melalui assist Lautaro Martinez. Setelah itu, kedua penjaga gawang, Thibaut Courtois dan Josep Martinez, sama-sama melakukan sejumlah penyelamatan penting.

Melansir Sky Sport, Chivu sendiri tidak melihat kesalahan tersebut sebagai alasan untuk menyalahkan pemainnya.

“Saya sama sekali tidak marah, saya senang dengan keberanian dan karakter yang ditunjukkan oleh tim saya,” kata Chivu.

“Jika Anda melakukan kesalahan, dan itu bagian dari olahraga, yang penting adalah bagaimana bereaksi terhadap kesalahan tersebut dan terus maju, bahasa tubuh Anda, sikap Anda hingga akhir. Saya akan mengatakan itu adalah penampilan yang bagus malam ini, berusaha untuk mendominasi dan mempertahankan inisiatif sepanjang pertandingan.”

Menurut Chivu, keberanian Inter untuk tetap mengambil inisiatif ketika menghadapi tim sekelas Real Madrid menjadi salah satu hal paling positif dari pertandingan tersebut.

“Hal itu membuat saya senang dan optimis untuk masa depan tim ini. Kesalahan bisa terjadi, kami tahu bahwa kami perlu memberi mereka sedikit ruang dalam transisi dan kualitas serangan mereka, tetapi kami tetap bertahan hingga akhir, menunjukkan karakter, dan itu adalah penampilan yang bagus.”

“Saya bangga bahwa kami menunjukkan keberanian dan tidak datang ke sini hanya untuk bermain demi satu poin, melainkan kami mengambil inisiatif dalam pertandingan melawan tim seperti Real Madrid.”

Josep Martinez Bangkit Setelah Kesalahan

Salah satu cerita menarik dari pertandingan ini adalah penampilan Josep Martinez. Kiper Inter tersebut memang melakukan kesalahan yang berujung pada gol Valverde. Namun, ia mampu segera bangkit dan menunjukkan kualitasnya dengan beberapa penyelamatan gemilang.

Chivu menilai respons Martinez jauh lebih penting daripada kesalahan yang dibuatnya.

“Mengapa Anda harus menyebut namanya? Saya hanya mengatakan, hal terpenting adalah bagaimana Anda bereaksi terhadap kesalahan, dan Pepo bereaksi seperti seorang penjaga gawang tingkat tinggi, karena dia tetap tenang dan melakukan beberapa penyelamatan hebat.

“Bukan hanya penjaga gawang, tetapi semua pemain di lapangan, yang penting adalah bagaimana Anda bereaksi, tetap tegak, dan menemukan kembali kepercayaan diri Anda, itulah yang menarik minat saya.”

Bagi Chivu, kemampuan untuk segera bangkit setelah melakukan kesalahan merupakan bagian penting dari mentalitas sebuah tim besar.

Inter sebelumnya juga menunjukkan karakter serupa ketika bangkit dari ketertinggalan 0-2 untuk mengalahkan Napoli 3-2 di Serie A akhir pekan lalu. Namun, menghadapi Real Madrid asuhan Jose Mourinho, tantangannya tentu berada di level berbeda.

Reuni Emosional dengan Mourinho

Pertandingan di Bernabeu juga menjadi momen spesial bagi Chivu karena ia kembali bertemu dengan Jose Mourinho.

Keduanya memiliki sejarah panjang di Inter. Mourinho merupakan pelatih, sementara Chivu menjadi salah satu pemain dalam skuad yang meraih Treble pada 2010.

Chivu pun mengaku memiliki hubungan emosional yang kuat dengan Mourinho.

“Saya sangat menyayangi Mourinho atas apa yang telah kami lakukan bersama, bagaimana dia mendukung saya dan keluarga saya selama masa sulit dalam hidup saya, dan kepercayaan yang dia tunjukkan kepada saya. Dia adalah pria yang hebat, saya sangat senang bisa memeluknya, dan saya mendoakan yang terbaik untuk petualangan barunya ini.”

Di atas lapangan, Inter juga menunjukkan bahwa mereka tidak datang ke Bernabeu untuk bertahan total.

Nerazzurri meninggalkan stadion dengan penguasaan bola mencapai 61 persen dan menyelesaikan hampir dua kali lebih banyak operan dibandingkan Madrid. Chivu juga memberikan kepercayaan kepada Andy Diouf untuk tampil sebagai starter di sayap kanan.

Chivu Tetap Melihat Sisi Positif

Performa para pemain sayap Inter juga mendapat apresiasi dari Chivu, termasuk Carlos Augusto yang tampil agresif meski akhirnya mengalami kelelahan.

“Carlos Augusto kelelahan, dia hampir tidak bisa berdiri, tetapi saya senang dengan apa yang dilakukan para pemain sayap. Carlos Augusto menyerang lini pertahanan, menyebabkan beberapa masalah bagi Denzel, sementara Andy menunjukkan karakter untuk berulang kali menghadapi Cucurella, salah satu bek sayap terbaik di dunia. Dia juga menunjukkan fokus defensif melawan lawan-lawan penting.”

Pada akhirnya, Chivu memilih membawa pulang sisi positif dari kekalahan tersebut.

Inter memang gagal mendapatkan poin di Bernabeu. Namun, keberanian untuk menguasai pertandingan, kemampuan bangkit setelah kesalahan, serta mentalitas untuk terus menyerang membuat Chivu percaya bahwa timnya berada di jalur yang tepat.

“Inilah mengapa saya mengambil sisi positifnya, penampilan ini memberi saya kepercayaan diri untuk masa depan,” pungkas Chivu.

EDITOR: Hanny Suwindari