JawaPos.com - Menjalani musim sepak bola tanpa jeda panjang ternyata bukan perkara mudah, bahkan bagi Erling Haaland.
Striker Manchester City tersebut mengakui bahwa jadwal padat dan minimnya waktu libur membuatnya khawatir kondisi fisik serta mentalnya bisa terpengaruh sepanjang musim.
Haaland memang mengawali musim dengan impresif. Ia mencetak tiga gol dalam tiga pertandingan pertama Manchester City. Namun, persiapannya kali ini berbeda karena ia tidak mengikuti pramusim setelah membawa Norwegia melaju hingga perempat final Piala Dunia.
Pemain berusia 26 tahun itu pun mengakui bahwa dirinya tidak mendapatkan kesempatan seperti biasanya untuk benar-benar menjauh dari sepak bola.
Memotong Kayu untuk Menenangkan Pikiran
Di tengah kesibukan sebagai pesepak bola profesional, Haaland ternyata memiliki cara yang cukup sederhana untuk bersantai.
Melansir ESPN, ketika berada di rumah, ia memilih melakukan aktivitas tradisional: memotong kayu dan kemudian membakarnya di perapian.
"Di sinilah keajaiban terjadi. Di sinilah saya memotong kayu dan membakarnya," kata Haaland dalam sebuah wawancara.
Menurutnya, aktivitas tersebut memberikan ketenangan dan membantunya mengosongkan pikiran dari rutinitas sepak bola.
"Hal itu memberi saya ketenangan pikiran, itulah yang saya sukai. Memotong kayu, membakarnya, dan bersantai, sendirian."
"Ini sangat bagus untukku, ini menjernihkan pikiranku. Jadi inilah yang kulakukan saat di rumah."
Bagi Haaland, menikmati api yang menyala juga memiliki efek menenangkan.
"Melihat api itu sungguh menenangkan. Itu salah satu hal favorit saya. Alam adalah kehidupan."
Cara Haaland mengisi waktu luang mungkin terdengar sederhana. Namun, bagi seorang pemain yang hampir sepanjang tahun berada di bawah tekanan pertandingan dan latihan, memiliki aktivitas yang benar-benar membuat pikiran terlepas dari sepak bola bisa menjadi sangat berarti.
Tak Punya Pramusim seperti Biasanya
Kekhawatiran Haaland bukan tanpa alasan. Musim panas ini, ia tidak mendapatkan waktu istirahat dan persiapan seperti biasanya karena harus membela Norwegia di Piala Dunia. Setelah membawa negaranya mencapai perempat final, ia langsung memasuki periode kompetisi klub.
"Musim baru dimulai dan saya bahkan tidak menjalani pramusim. Biasanya saya menjalani pramusim, tetapi kali ini, sama sekali tidak ada."
Haaland memahami bahwa tubuh seorang pemain profesional harus mampu menghadapi tuntutan fisik yang berat. Namun, menurutnya, aspek mental juga tidak kalah penting.
"Aspek fisik akan datang dengan sendirinya -- jika Anda berhasil terhindar dari cedera, tetapi Anda juga perlu tajam secara mental, dan itu tidak mudah."
Jadwal sepak bola modern yang semakin padat membuat pemain semakin sulit mendapatkan waktu untuk benar-benar beristirahat.
"Kita perlu memiliki semangat yang tinggi untuk kembali bermain, tetapi kita tidak memilikinya karena tidak ada waktu untuk benar-benar menjauh dari sepak bola karena ada begitu banyak pertandingan dan musimnya lebih panjang."
Haaland sendiri tidak ingin terdengar seperti sedang mengeluhkan profesinya. Ia tetap menyadari betapa beruntungnya bisa bermain sepak bola di level tertinggi.
"Saya tidak mengeluh karena ini masih merupakan hal positif, yaitu Anda bisa bermain sepak bola sepanjang tahun dan hidup dari itu."
Namun, ia tetap menilai bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak.
"Tapi terkadang kita juga butuh istirahat. Jadi kita lihat saja nanti. Saya belum pernah berada dalam situasi ini sebelumnya. Saya belum pernah bermain di Piala Dunia jadi saya tidak tahu bagaimana rasanya."
Maresca Siapkan Waktu Istirahat
Manchester City juga menyadari bahwa para pemain membutuhkan manajemen kebugaran yang lebih hati-hati di tengah kalender pertandingan yang semakin padat.
Manajer City, Enzo Maresca, menegaskan bahwa dirinya harus memastikan pemain mendapatkan waktu istirahat yang cukup sepanjang musim.
Hal tersebut menjadi semakin penting bagi pemain seperti Haaland yang harus menjalani pertandingan bersama klub sekaligus tim nasional.
Berbicara menjelang pertandingan pembuka Liga Champions melawan Porto di Estadio do Dragao, pelatih asal Italia itu mengatakan:
"Ini tidak mudah bagi Erling atau bagi sebagian besar pemain yang terus bermain untuk klub dan tim nasional."
Maresca bahkan membuka kemungkinan memberikan waktu istirahat dalam bentuk yang fleksibel, tergantung kebutuhan tim dan kondisi pemain.
"Saya rasa saat ini sudah tepat untuk memberi para pemain ini istirahat. Bisa satu pertandingan atau satu minggu. Itu tergantung pada situasi yang sedang kita hadapi."
Dengan musim yang panjang di depan mata, kemampuan Haaland menjaga kondisi mental dan fisiknya akan menjadi salah satu faktor penting.
Dan untuk sementara, solusi sang striker terdengar cukup sederhana: jauhkan diri dari hiruk-pikuk sepak bola, ambil kayu, nyalakan api, lalu nikmati ketenangan.