JawaPos.com - Enzo Maresca tidak mempermasalahkan penampilan Gianluigi Donnarumma meski sang kiper sempat terlihat gugup dan hampir melakukan kesalahan fatal saat Manchester City mengalahkan Porto 2-0 di Liga Champions.
Alih-alih menyalahkan Donnarumma, Maresca justru meminta para pemain Manchester City tidak terlalu sering memberikan umpan balik kepada kiper asal Italia tersebut.
Dua gol Erling Haaland pada babak kedua memastikan kemenangan City di Estádio do Dragão. Hasil tersebut menjadi awal positif bagi The Citizens sebelum menghadapi juara bertahan Paris Saint-Germain pada matchday kedua bulan depan. Namun, Donnarumma beberapa kali terlihat tidak nyaman sepanjang pertandingan.
Donnarumma Hampir Lakukan Blunder
Salah satu momen paling menegangkan terjadi ketika bola hasil sapuan Donnarumma justru mengenai pemain sayap Porto, William Gomes.
Bola kemudian memantul dan melambung tipis di sisi tiang gawang. Jika arahnya sedikit berbeda, City bisa saja kebobolan gol yang sangat memalukan.
Momen tersebut bukan pertama kalinya Donnarumma hampir melakukan kesalahan sejak bergabung dengan City. Dalam kemenangan 1-0 atas Coventry City pada Sabtu, ia juga sempat membiarkan bola melewati kakinya dan nyaris berujung gol.
Namun, melansir ESPN, Maresca menegaskan bahwa dirinya tetap percaya kepada mantan kiper AC Milan dan PSG tersebut.
"Saya rasa beberapa kali malam ini bukan kesalahan Gigio [Donnarumma], melainkan keputusan yang salah bagi saya untuk kembali menggunakan Gigio," kata Maresca. "Terkadang kita kembali menggunakan Gigio lebih sering daripada yang dibutuhkan."
Menurut Maresca, pemain City sebenarnya memiliki pilihan lain selain terus memainkan bola kembali kepada Donnarumma.
"Kita bisa kembali menggunakan kiper jika tidak ada pilihan lain, tetapi para pemain harus menemukan pilihan lain."
Maresca Tetap Puas dengan Donnarumma
Maresca juga mengingatkan bahwa Donnarumma tampil sangat baik dalam pertandingan sebelumnya melawan Coventry.
"Menurut saya, Donnarumma tampil luar biasa melawan Coventry, dia melakukan beberapa penyelamatan penting."
Ia bahkan kembali menegaskan bahwa kesalahan yang hampir terjadi di laga tersebut bukan sepenuhnya tanggung jawab Donnarumma.
"Saat melawan Coventry, mungkin ada kesalahan di mana kami hampir kebobolan gol, tetapi itu adalah kesalahan dari Khusa [Abdukhodir Khusanov] karena mengoper bola kembali ke Gigio. Jadi saya sangat senang dengan Gigio."
Pesan Maresca cukup jelas: ia tidak kehilangan kepercayaan kepada Donnarumma. Yang ingin diperbaiki adalah keputusan para pemain City ketika membangun serangan dari belakang.
Bouaddi Tampil Mengesankan
Selain membahas Donnarumma, Maresca juga memberikan perhatian khusus kepada Ayyoub Bouaddi. Gelandang berusia 18 tahun tersebut mendapatkan kesempatan menjadi starter untuk pertama kalinya bersama City. Ia tampil bersama Enzo Fernandez yang didatangkan dengan biaya £125 juta.
Bouaddi menunjukkan ketenangan yang membuat Maresca terkesan. Menurut sang manajer, kemampuan mengelola situasi sulit pada usia yang masih sangat muda menjadi alasan City rela mengeluarkan £85 juta untuk memboyongnya dari Lille.
"Dia [Bouaddi] berbeda dalam hal empati, dalam hal kedewasaannya, dan inilah mengapa klub telah berupaya untuk membawanya ke sini bersama kami."
"Dia sangat bagus, pertama-tama. Saat melawan Coventry, dia kehilangan dua bola dan setelah kehilangan dua bola itu dia berada di dalam kotak penalti kami dengan tenang."
Bagi Maresca, respons Bouaddi setelah kehilangan bola menjadi salah satu tanda bahwa sang pemain memiliki mentalitas yang matang.
"Ini menunjukkan betapa hebatnya dia karena pemain mana pun setelah dua operan, Anda akan panik, tetapi dia baru berusia 18 tahun dan merupakan pemain yang fantastis."
Maresca Punya Tugas Memaksimalkan Rekrutan Baru
Bouaddi kembali menunjukkan performa positif ketika menghadapi Porto. Maresca menilai ketenangan sang pemain sangat menonjol, terutama mengingat lawan yang dihadapi berada di level Liga Champions.
"Malam ini dia sangat bagus. Anda mengharapkan hal itu dari Erling [Haaland], Ruben [Dias], Mateo [Kovacic], bahwa mereka dapat mengelola pertandingan seperti ini dengan lebih baik, tetapi Anda tidak mengharapkannya dari seorang pemain berusia 18 tahun. Selamat kepada Ayyoub, dan inilah mengapa dia ada di sini bersama kami."
City memang melakukan investasi besar pada bursa transfer untuk memperkuat skuad. Maresca kini memiliki tanggung jawab untuk memastikan para pemain baru tersebut berkembang dan memberikan kontribusi maksimal.
"Klub telah melakukan upaya luar biasa untuk mendatangkan ketiga pemain ini [Enzo, Bouaddi, Elliot Anderson]. Sekarang terserah saya untuk membiarkan mereka bekerja dengan cara yang benar dan memanfaatkan mereka."
Dengan kemenangan atas Porto, City mengawali perjalanan Liga Champions dengan hasil sempurna.