JawaPos.com - Diego Simeone kecewa setelah Atletico Madrid gagal membawa pulang hasil positif dari Anfield. Los Colchoneros sempat unggul lebih dulu, tetapi akhirnya takluk 1-2 dari Liverpool pada laga pembuka Liga Champions, Rabu.
Marcos Llorente membawa Atletico unggul pada menit ke-17. Gol tersebut terasa spesial karena menjadi gol kelimanya ketika menghadapi Liverpool di Anfield.
Namun, keunggulan Atletico tidak bertahan hingga akhir. Dominik Szoboszlai menyamakan kedudukan sebelum Alexis Mac Allister mencetak gol yang memastikan kemenangan The Reds.
Bagi Simeone, kekalahan tersebut terasa menyakitkan karena menurutnya Atletico kembali gagal menjaga momentum dan melakukan terlalu banyak kesalahan.
Simeone Soroti Kesalahan Atletico
Melansir Liverpool Echo, Simeone menilai Atletico sebenarnya tampil bagus pada babak pertama. Masalahnya, permainan mereka berubah setelah jeda dan kesalahan demi kesalahan mulai muncul.
“Di babak pertama kami bermain bagus dan di babak kedua tidak, lalu Anda mulai melakukan kesalahan demi kesalahan dan semua usaha yang Anda curahkan hanya menjadi sia-sia. Itu terjadi di Bilbao (Atletico kalah 3-0 di akhir pekan) dan di sini di Anfield."
Pelatih asal Argentina itu kembali menyinggung masalah pertahanan yang belakangan menghantui Atletico. Dalam beberapa pertandingan terakhir, mereka terlalu mudah memberikan kesempatan kepada lawan.
“Detail itu penting, kami kebobolan banyak gol, tiga di Bilbao, satu di Sevilla, dua malam ini. Saya sudah mengatakan bahwa kami sedang dalam fase pembangunan, orang-orang tidak suka mendengarnya, tetapi kami sedang membangun.”
Menurut Simeone, Atletico masih berada dalam proses membangun tim. Karena itu, mereka harus belajar memahami kapan harus bermain agresif dan kapan perlu mengubah pendekatan.
Kekalahan Menghapus Hal Positif
Atletico memulai pertandingan dengan tiga bek tengah. Setelah tertinggal, Simeone mengubah pendekatan menjadi lebih ofensif.
Perubahan tersebut memang membuat Atletico lebih berusaha mengejar gol, tetapi pada saat yang sama memberikan Liverpool ruang lebih besar untuk memanfaatkan serangan balik.
Simeone tetap melihat beberapa hal positif dari penampilan timnya.
“Saya rasa tim memainkan jenis permainan yang perlu mereka mainkan. Kita harus mulai menafsirkan momen-momen tertentu ketika kita harus bermain dengan satu cara atau mengubahnya, dan saya pikir itulah mengapa kita akhirnya kebobolan gol-gol yang kita kebobolan.”
Ia menegaskan bahwa para pemainnya sudah memberikan usaha maksimal. Namun, di level Liga Champions, detail kecil bisa menentukan hasil akhir.
“Tapi saya rasa tim sudah memberikan segalanya. Tim ingin berkembang dan kita harus menerima detail-detail kecil yang membuat apa yang telah kita lakukan menjadi tidak berarti. Kekalahan menghapus semua hal positif.”
Simeone: Kami Harus Lebih Cerdas
Setelah Liverpool berbalik unggul, Atletico mencoba mencari cara untuk kembali ke pertandingan. Simeone mengakui perubahan taktik dilakukan untuk mencari solusi.
“Ketika perubahan terjadi saat kami tertinggal, kami mencari solusi berbeda agar bisa kembali ke permainan,” tambah Simeone.
Namun, Atletico tidak mampu menciptakan cukup banyak peluang untuk mengubah keadaan.
“Kami tidak memiliki banyak peluang di babak pertama, saya tidak tahu apakah kami memiliki banyak peluang di babak kedua, tetapi detail dalam sepak bola itulah yang membuat Anda berada di atas atau di bawah sana."
Simeone kembali menegaskan bahwa masalah terbesar Atletico berada pada kesalahan yang sebenarnya bisa mereka hindari.
“Kami perlu menyesuaikan beberapa hal karena banyak gol yang kami kebobolan adalah kesalahan kami sendiri.”
Julian Alvarez Dapat Kepercayaan
Salah satu keputusan Simeone yang cukup mengejutkan adalah memasukkan Julian Alvarez ke dalam starting XI.
Sebelum pertandingan, masa depan Alvarez menjadi sorotan setelah penyerang tersebut dikaitkan dengan keinginan untuk meninggalkan Atletico. Namun, Simeone tetap memberikan kepercayaan penuh kepadanya di Anfield.
Alvarez tampil sejak menit pertama dan bermain hingga pertandingan berakhir. Simeone bahkan memberikan pujian atas sikap sang penyerang sepanjang pertandingan.
“Julian luar biasa, dia selalu menginginkan bola dari menit pertama hingga ke-90.
Simeone mengungkapkan bahwa keputusan memainkan Alvarez dibuat setelah berbicara langsung dengan sang pemain pada pagi hari sebelum pertandingan.
“Saya berbicara dengannya pagi ini, dia berbicara dengan sangat baik dan saya memutuskan dia akan bermain dan saya senang dia melakukannya.”
Kekalahan dari Liverpool menjadi pukulan bagi Atletico, tetapi Simeone tahu timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Jika Los Colchoneros ingin bersaing di level tertinggi Eropa, mereka harus mampu mengurangi kesalahan-kesalahan kecil yang terus menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan.