JawaPos.com - Paris Saint-Germain akhirnya punya alasan untuk tersenyum setelah menjalani awal musim yang kurang meyakinkan di kompetisi domestik. Les Parisiens tampil luar biasa di Liga Champions dan menghancurkan Slovan Bratislava dengan skor telak 6-1.
Melansir PSG Post, Ferran Torres menjadi bintang utama kemenangan tersebut. Pemain baru PSG itu mencetak hattrick yang semakin mempertegas dampaknya sejak bergabung dengan klub Paris pada musim panas.
Kemenangan besar ini sekaligus menjadi pelipur lara bagi PSG yang sebelumnya kesulitan mendapatkan hasil positif di Ligue 1.
Dembélé Akhiri Puasa Gol
Selain Torres, Ousmane Dembélé juga berhasil mencuri perhatian. Pemain Prancis itu akhirnya kembali menemukan ketajamannya setelah melalui awal musim yang mengecewakan.
Dembélé mencetak dua gol hanya dalam 25 menit pertama. Gol pertamanya lahir dari rebound setelah tendangan Nuno Mendes, sementara gol keduanya tercipta melalui sundulan sederhana.
Kedua gol tersebut memperlihatkan kembali insting Dembélé di depan gawang yang sempat menghilang dalam beberapa pertandingan terakhir.
Bagi Dembélé, dua gol tersebut terasa semakin penting karena menjadi gol pertamanya di kompetisi apa pun sejak Piala Dunia.
Ia kemudian beralih menjadi kreator dengan memberikan assist kepada Torres. Sang penyerang Spanyol kemudian mencetak gol keduanya tepat setelah babak pertama berakhir, memanfaatkan kerja sama apik dengan pemain baru lainnya, Maghnes Akliouche.
Torres Lengkapi Hattrick
Slovan Bratislava benar-benar kesulitan menghadapi intensitas permainan PSG. Tim Slovakia tersebut bahkan tidak mampu memberikan perlawanan berarti kepada klub Prancis yang dalam beberapa musim terakhir sudah terbiasa mendominasi lawan-lawan dengan level lebih tinggi di Liga Champions.
Pelatih Slovan, mantan gelandang Manchester City Yaya Touré, juga harus melihat timnya semakin terpuruk ketika Torres mencetak gol ketiganya pada pertandingan tersebut.
Slovan sempat mendapatkan gol hiburan melalui Suleiman Camara. Namun, gol tersebut tidak banyak mengubah jalannya pertandingan.
Fabian Ruiz kemudian menutup pesta gol PSG beberapa menit sebelum pertandingan berakhir. Bagi Torres, hattrick ini menjadi pencapaian spesial. Tiga gol tersebut menambah dua gol yang sebelumnya ia cetak pada debutnya dalam laga comeback 2-2 melawan Rennes.
PSG Akhirnya Tunjukkan Dominasi
Hasil ini terasa semakin penting karena PSG sebelumnya belum mampu memenangkan satu pun dari tiga pertandingan liga pertama mereka musim ini.
Setelah kekalahan mengecewakan dari Lens di Trophée des Champions, permainan dominan PSG akhirnya menghasilkan sesuatu yang mereka cari sejak awal musim: gol.
Les Parisiens benar-benar menguasai pertandingan melawan Slovan. Mereka melepaskan 32 tembakan selama 90 menit dan terus memberikan tekanan ke pertahanan tim tamu.
Dominasi penguasaan bola dan serangan bertubi-tubi akhirnya menghasilkan enam gol.
Dro Fernandez dan Akliouche Bersinar
Luis Enrique juga patut mendapat kredit atas sejumlah keputusan dalam pertandingan ini. Salah satunya adalah memberikan kepercayaan kepada Dro Fernandez untuk bermain selama 90 menit di lini tengah.
Menariknya, pemain muda Spanyol itu mendapat kesempatan lebih banyak dibandingkan Joao Neves maupun Warren Zaire-Emery.
Fernandez memberikan sentuhan yang lebih kreatif di lini tengah PSG dan terlibat dalam proses serangan yang berujung pada gol kedua Dembélé.
Maghnes Akliouche juga menikmati malam yang positif. Pemain baru tersebut tampil selama 90 menit dan memperlihatkan salah satu performa terbaiknya sejak mengenakan seragam PSG.
Fokus Kembali ke Ligue 1
Kemenangan telak atas Slovan menjadi suntikan kepercayaan diri yang sangat dibutuhkan PSG. Setelah awal musim yang tersendat, mereka akhirnya menunjukkan kembali kualitas yang membuat mereka begitu dominan di kompetisi Eropa.
Namun, pekerjaan belum selesai. PSG akan kembali beraksi di kompetisi domestik akhir pekan ini dengan bertandang ke markas Brest. Mereka tentu berharap performa impresif di Liga Champions bisa menjadi momentum untuk meraih kemenangan liga pertama musim ini.
Dengan Torres yang sedang panas-panasnya dan Dembélé yang mulai menemukan kembali ketajamannya, PSG punya modal bagus untuk mengubah awal musim yang mengecewakan menjadi cerita yang jauh lebih positif.