← Beranda
Cesc Fabregas Tak Pernah Main di Serie A, Tapi Sulap Como Jadi Monster di Italia dan Liga Champions
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 11 September 2026 | 15.39 WIB
Cesc Fàbregas membawa Como 1907 menang 4-1 atas RB Leipzig pada debut Liga Champions di Giuseppe Sinigaglia, Jumat (11/9/2026). (Como)

 

JawaPos.com — Como 1907 membuat debut Liga Champions 2026/2027 terasa seperti pernyataan besar.

Klub milik asal Indonesia itu menjadi satu-satunya wakil Italia yang menang pada matchday pertama setelah pasukan Cesc Fàbregas menghajar RB Leipzig 4-1 di Giuseppe Sinigaglia, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB.

Kemenangan tersebut bukan sekadar pesta empat gol di tepi Danau Como.

Hasil ini memperlihatkan bagaimana Fàbregas, yang tidak pernah bermain di Serie A sebagai pemain, mampu membawa ide sepak bolanya untuk mengubah Como 1907 menjadi tim yang berani, agresif, dan mulai diperhitungkan di level Eropa.

Baca Juga: Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Willem II di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Tekuk Nathan Tjoe-A-On Cs

Fàbregas Mengubah Como dari Dalam

Fàbregas memasuki dunia kepelatihan lewat Como Primavera dan hanya membutuhkan waktu singkat untuk naik ke tim utama.

Dalam wawancara dengan Como, ia mengakui perjalanan menuju level teratas datang lebih cepat dari perkiraannya.

“Tidak, sejujurnya, jangan terburu-buru. Setelah hanya empat bulan bersama Primavera, kesempatan itu datang, dan Anda harus siap menghadapinya,” kata Fàbregas.

Ia menyebut pengalaman menangani banyak pemain sejak awal membantu proses transisinya dari lapangan ke ruang taktik.

Kini, sekitar satu setengah tahun sejak memulai karier sebagai pelatih, Fàbregas sudah memimpin Como 1907 di panggung Liga Champions.

Ia tidak hanya menjadi sosok di pinggir lapangan, tetapi juga bagian penting dari proyek jangka panjang klub yang ingin tumbuh secara berkelanjutan.

“Ini tentang pertumbuhan jangka panjang. Kami ingin mengembangkan pemain muda, membangun pusat olahraga besar, dan pada akhirnya, sebuah stadion baru,” ujar Fàbregas.

Menurutnya, pemilik klub punya komitmen penuh untuk membangun Como sebagai klub kuat dan berkelanjutan di semua level.

Baca Juga: Proyek ‘Disney’ Como Meledak! Klub Milik Pengusaha Indonesia Menang 4-1 di Liga Champions

Como Menang 4-1, Leipzig Jadi Korban

Pada laga melawan RB Leipzig, Como 1907 langsung menunjukkan keberanian yang menjadi ciri permainan Fàbregas.

Martin Baturina dan Anastasios Douvikas membawa tuan rumah unggul 2-0 pada babak pertama sebelum Assane Diao memperlebar jarak menjadi 3-0.

RB Leipzig sempat memberi respons melalui Andrija Maksimovic yang mengubah skor menjadi 1-3. Namun, Maximo Perrone memastikan pesta Como 1907 lewat gol penutup sehingga skor akhir berubah menjadi 4-1.

Hasil tersebut semakin menarik jika melihat visi taktik yang dijelaskan Fàbregas sendiri.

“Saya ingin kita bermain secara proaktif. Kita menargetkan untuk mendominasi penguasaan bola, melakukan tekanan tinggi, dan mengelola transisi dengan cerdas,” katanya dikutip dari laman resmi klub.

Fàbregas ingin Como 1907 bermain proaktif dengan penguasaan bola, tekanan tinggi, dan transisi yang dikelola secara cerdas.

Ia juga mencari pemain yang memiliki rasa lapar dan kemampuan beradaptasi, termasuk pemain yang mampu menggiring bola, bertahan, serta menemukan ruang secara konsisten.

Baca Juga: Prediksi Skor Venezia vs Fiorentina di Liga Italia: Misi I Viola Curi 3 Poin di Stadio Penzo

Dari Serie D hingga Liga Champions

Perubahan Como 1907 tidak berdiri hanya di atas nama besar Fàbregas. Ia juga menyoroti sosok seperti Gabrielloni yang menjadi simbol perjalanan klub dari Serie D hingga Serie A.

“Gabrielloni adalah perwujudan sejarah Como. Ia sosok yang rendah hati, pekerja keras, dan ambisius, bukti nyata bahwa segala hal bisa dicapai jika kita mau berusaha,” kata Fàbregas.

Baginya, Gabrielloni merupakan gambaran determinasi dan mentalitas pemenang karena terus berkembang bersama klub di setiap jenjang.

Como 1907 juga mulai mengembangkan pemain muda sebagai bagian dari identitas proyek tersebut.

Nico Paz menjadi salah satu contoh paling menonjol setelah mampu tampil jauh lebih cepat dari perkiraan Fàbregas ketika beradaptasi dengan level sepak bola Italia.

“Tidak secepat ini, tidak. Rencananya adalah memberinya waktu, sekitar tiga bulan untuk beradaptasi,” ujar Fàbregas.

Ia awalnya memperkirakan Nico Paz membutuhkan waktu sekitar tiga bulan karena datang dari Segunda B Spanyol yang setara dengan Serie C di Italia.

Baca Juga: Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul

Fàbregas Tak Pernah Main di Serie A

Ada ironi menarik dalam kisah Fàbregas bersama Como 1907 karena ia tidak pernah bermain di Serie A selama masih menjadi pemain.

Kini, justru sebagai pelatih, ia harus memahami karakter liga Italia sekaligus membawa gagasan baru untuk menghadapi tantangan tersebut.

“Ini adalah liga yang sangat kompetitif, dan menurut saya liga ini berkembang pesat. Ada penekanan kuat pada taktik dan hasil, mungkin kurang pada aspek performa namun hal itu mulai berubah,” kata Fàbregas.

Ia melihat pelatih-pelatih muda membawa ide baru dan menganggap proses menganalisis tim Italia sebagai tantangan unik yang membuat dirinya terus belajar.

Pengaruh Fàbregas juga terlihat dari cara Como 1907 memilih pemain yang sesuai dengan kebutuhan permainan.

Butez disebut sebagai sosok berpengalaman dan pemimpin, sedangkan Caqueret dinilai serbabisa serta agresif, dua kualitas yang dianggap fundamental bagi gaya permainan tim.

Di lapangan, proses tersebut mulai menghasilkan kemenangan besar.

Sebelum menghajar RB Leipzig 4-1, Fàbregas juga menyebut kemenangan atas Atalanta dan Roma sebagai gambaran kecil tentang potensi Como 1907, meski ia menegaskan perjalanan mereka masih panjang.

“Tentu saja. Namun, ini baru permulaan. Masih banyak ruang untuk perbaikan di segala bidang,” ujarnya.

Kalimat itu mungkin menjadi gambaran paling tepat tentang Como 1907 saat ini: sudah cukup kuat untuk membuat kejutan di Liga Champions, tetapi masih punya ruang besar untuk berkembang.

Como 1907 akhirnya bukan lagi sekadar klub dari kota kecil di tepi danau yang menarik perhatian karena pemilik asal Indonesia.

Di tangan Fàbregas, klub itu sedang dibentuk menjadi proyek sepak bola yang menggabungkan keberanian bermain, pengembangan pemain muda, infrastruktur, dan ambisi jangka panjang.

Dan kemenangan 4-1 atas RB Leipzig membuat proyek tersebut punya panggung yang jauh lebih besar.

Fàbregas mungkin tidak pernah merasakan kerasnya Serie A sebagai pemain, tetapi kini ia sedang membentuk Como 1907 agar menjadi salah satu cerita paling menarik dari sepak bola Italia.

EDITOR: Banu Adikara