JawaPos.com - Real Madrid akan mengawali perjalanan mereka di Liga Champions 2026/2027 dengan menghadapi lawan tangguh.
Los Blancos dijadwalkan menjamu Inter Milan di Estadio Santiago Bernabeu, Rabu (9/9) dini hari WIB.
Pertandingan Real Madrid vs Inter Milan menjadi salah satu duel yang paling menarik perhatian pada matchday pertama Liga Champions musim ini.
Dua klub besar Eropa tersebut sama-sama memiliki sejarah panjang di kompetisi antarklub paling bergengsi di benua biru.
Madrid memiliki keuntungan karena tampil di hadapan pendukung sendiri.
Namun, Inter datang ke Spanyol dengan kepercayaan diri tinggi setelah melewati serangkaian pertandingan tanpa kekalahan.
Pertandingan ini juga menarik karena mempertemukan dua sosok yang memiliki hubungan kuat dalam sejarah Inter.
Jose Mourinho kini menangani Real Madrid, sedangkan Cristian Chivu menjadi pelatih Inter Milan.
Keduanya pernah berada dalam satu tim ketika Inter meraih gelar Liga Champions pada 2010. Mourinho ketika itu menjadi pelatih, sementara Chivu merupakan salah satu pemain yang tampil di lini belakang Nerazzurri.
Kini, situasinya berbeda. Mourinho berada di sisi Real Madrid dan akan berusaha membawa klub ibu kota Spanyol tersebut meraih hasil maksimal.
Sementara Chivu datang bersama Inter untuk mencuri poin dari markas salah satu klub tersukses dalam sejarah Liga Champions.
Real Madrid memasuki pertandingan ini dengan catatan yang cukup bagus. Dari enam pertandingan terakhir di semua kompetisi, mereka berhasil meraih lima kemenangan.
Satu-satunya kekalahan Madrid dalam periode tersebut terjadi saat menghadapi Real Betis.
Los Blancos kalah 0-1 dalam pertandingan La Liga pada 5 September 2026.
Sebelum kekalahan tersebut, Madrid menunjukkan performa yang cukup meyakinkan. Mereka menang 4-0 atas Malaga, kemudian mengalahkan Real Sociedad 4-1 dan Espanyol 2-1.
Sebelumnya, Madrid juga menang telak 3-0 atas Schalke dalam pertandingan uji coba.
Hasil-hasil tersebut memperlihatkan bahwa Madrid memiliki produktivitas gol yang cukup baik.
Kehadiran sejumlah pemain berkualitas di lini depan membuat mereka tetap menjadi tim yang sulit dihentikan ketika mampu bermain sesuai rencana.
Kylian Mbappe tentu menjadi salah satu pemain yang paling disorot.
Penyerang asal Prancis tersebut tampil produktif sejak bergabung dengan Madrid dan menjadi ancaman serius bagi pertahanan lawan.
Mbappe juga memiliki pengalaman panjang di Liga Champions. Musim lalu, ia mencetak 15 gol di kompetisi tersebut.
Secara keseluruhan, ia telah mengoleksi 70 gol dari 98 penampilan di Liga Champions.
Catatan tersebut membuat Mbappe menjadi pemain yang sangat penting dalam skema serangan Madrid.
Kecepatan, kemampuan mencari ruang, dan penyelesaian akhirnya bisa menjadi masalah besar bagi lini belakang Inter.
Selain Mbappe, Madrid masih memiliki Vinicius Junior.
Pemain asal Brasil itu dikenal memiliki kemampuan individu yang sangat baik dan bisa membuka ruang melalui pergerakan dari sisi sayap.
Jude Bellingham juga menjadi bagian penting dari permainan Madrid.
Gelandang asal Inggris tersebut mampu memberikan kontribusi dalam membangun serangan sekaligus muncul dari lini kedua untuk membantu menciptakan peluang.
Arda Guler juga diperkirakan mendapat peran penting. Kreativitas pemain muda asal Turki tersebut dapat menjadi salah satu senjata Madrid ketika menghadapi pertahanan Inter yang kemungkinan akan bermain rapat.
Di lini tengah, Madrid memiliki Eduardo Camavinga dan Federico Valverde.
Kombinasi keduanya dapat memberikan keseimbangan antara kemampuan bertahan dan mendukung serangan.
Sementara di bawah mistar, Thibaut Courtois kembali menjadi salah satu pemain yang diandalkan. Pengalaman kiper asal Belgia tersebut di pertandingan besar Liga Champions tentu menjadi aset penting bagi Madrid.
Di sisi lain, Inter Milan datang dengan modal yang tidak kalah menarik. Nerazzurri sedang berada dalam tren positif karena belum terkalahkan dalam 15 pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Dalam enam pertandingan terakhir, Inter bahkan mampu mencatat empat kemenangan. Mereka juga selalu mencetak gol dalam 15 pertandingan tersebut.
Kemenangan terbaru Inter diraih ketika mengalahkan Napoli dengan skor 3-2 pada pertandingan Serie A, 5 September 2026.
Sebelumnya, mereka menang 1-0 atas Cagliari dan 4-1 atas Monza.
Inter juga memiliki catatan tandang yang cukup baik. Dalam enam pertandingan terakhir di markas lawan, mereka belum terkalahkan dengan rincian tiga kemenangan dan tiga hasil imbang.
Catatan tersebut membuat Inter tidak datang ke Bernabeu hanya untuk bertahan. Mereka memiliki modal permainan dan kepercayaan diri untuk memberikan perlawanan kepada Madrid.
Meski demikian, ada satu catatan yang perlu diperhatikan. Performa Inter di Liga Champions pada penghujung musim lalu tidak terlalu meyakinkan.
Nerazzurri menelan lima kekalahan dalam enam pertandingan terakhir mereka di kompetisi tersebut. Situasi itu tentu menjadi perhatian sebelum menghadapi Madrid.
Apalagi, Bernabeu bukan tempat yang mudah untuk mendapatkan hasil positif. Madrid memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi pertandingan besar di kandang sendiri dan dukungan suporter bisa memberikan energi tambahan.
Secara head to head, Madrid juga memiliki catatan yang lebih baik dalam beberapa pertemuan terakhir. Los Blancos memenangkan empat pertandingan terakhir melawan Inter di Liga Champions.
Dalam empat laga tersebut, Madrid mencetak delapan gol dan hanya kebobolan dua kali.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada Desember 2021. Madrid ketika itu menang 2-0 atas Inter di Santiago Bernabeu.
Sebelumnya, Madrid juga mengalahkan Inter 1-0 di Giuseppe Meazza pada September 2021. Dua pertemuan lain pada fase grup Liga Champions 2020 juga dimenangkan Madrid, masing-masing dengan skor 3-2 dan 2-0.
Catatan tersebut membuat Madrid memiliki keunggulan psikologis. Namun, kondisi kedua tim saat ini tentu sudah berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.
Inter memiliki komposisi pemain yang cukup kompetitif. Lautaro Martinez menjadi pemain utama yang akan diandalkan di lini depan.
Kapten Inter tersebut merupakan pencetak gol terbanyak Nerazzurri di Liga Champions musim lalu dengan empat gol. Pergerakan dan kemampuan Lautaro dalam mencari celah di antara bek lawan bisa menjadi ancaman bagi pertahanan Madrid.
Inter juga memiliki Francesco Pio Esposito yang diproyeksikan mendampingi Lautaro di lini depan. Kehadiran dua penyerang tersebut memberikan pilihan berbeda dalam serangan Inter.
Di belakang mereka, lini tengah Inter memiliki pemain seperti Nicolo Barella, Kristjan Asllani atau Petar Sucic, Piotr Zielinski, serta pemain sayap yang dapat membantu serangan dari sisi lapangan.
Inter kemungkinan tetap mengandalkan formasi tiga bek. Skema tersebut sudah menjadi bagian penting dari identitas permainan mereka dalam beberapa musim terakhir.
Formasi tersebut bisa membantu Inter menjaga kepadatan di area pertahanan ketika menghadapi serangan Madrid. Namun, mereka tetap harus berhati-hati terhadap pergerakan Mbappe dan Vinicius yang memiliki kecepatan tinggi.
Pertandingan ini berpotensi menjadi duel antara serangan Madrid yang agresif dan organisasi pertahanan Inter yang disiplin.
Madrid kemungkinan akan mencoba menguasai permainan sejak awal. Bermain di Bernabeu membuat mereka memiliki alasan untuk tampil lebih ofensif dan mencari gol secepat mungkin.
Inter bisa memilih pendekatan yang lebih pragmatis. Mereka tidak harus selalu menguasai bola untuk menciptakan ancaman karena serangan balik dapat menjadi salah satu cara efektif menghadapi Madrid.
Situasi tersebut membuat pertandingan diprediksi berlangsung terbuka. Madrid memiliki kualitas untuk menciptakan banyak peluang, sedangkan Inter juga mempunyai pemain yang mampu memanfaatkan ruang ketika mendapatkan kesempatan melakukan serangan balik.
Faktor lain yang membuat pertandingan ini menarik adalah kualitas individu di kedua tim. Madrid memiliki beberapa pemain yang dapat mengubah jalannya pertandingan melalui aksi individu.
Inter juga memiliki sejumlah pemain berpengalaman yang tidak mudah panik dalam pertandingan besar. Lautaro, Barella, Bastoni, dan beberapa pemain lainnya sudah terbiasa bermain dalam laga dengan tekanan tinggi.
Pertandingan ini juga menjadi kesempatan bagi Mourinho untuk menghadapi salah satu klub yang pernah menjadi bagian penting dalam kariernya. Ia tentu memahami karakter Inter dengan baik, meski komposisi skuad Nerazzurri saat ini berbeda dari era ketika dirinya menangani klub tersebut.
Mourinho pernah membawa Inter menjadi juara Liga Champions 2010. Kesuksesan itu menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya.
Menariknya, Chivu berada di lapangan ketika Inter meraih trofi tersebut. Bek asal Rumania itu menjadi starter dalam pertandingan final melawan Bayern Munchen yang berlangsung di Santiago Bernabeu.
Kini, 16 tahun setelah pertandingan tersebut, Mourinho dan Chivu kembali ke stadion yang sama. Bedanya, keduanya berada di kubu yang berseberangan.
Fakta tersebut memberikan bumbu tersendiri untuk pertandingan Real Madrid vs Inter. Namun, setelah peluit pertandingan berbunyi, faktor nostalgia tentu tidak akan menjadi prioritas.
Kedua tim akan lebih fokus mendapatkan hasil positif pada laga pertama mereka di Liga Champions 2026/2027.
Bagi Madrid, kemenangan akan menjadi cara ideal untuk memulai kompetisi. Bermain di kandang sendiri membuat tiga poin menjadi target yang cukup realistis.
Bagi Inter, membawa pulang satu poin dari Bernabeu juga sudah menjadi hasil yang berharga. Namun, melihat performa mereka belakangan ini, bukan tidak mungkin Nerazzurri mencoba mengejar kemenangan.
Jika melihat statistik dan performa terkini, Madrid memang lebih layak ditempatkan sebagai favorit. Mereka memiliki rekor pertemuan yang bagus, keuntungan bermain di kandang, serta lini depan yang sangat berbahaya.
Namun, Inter mempunyai alasan untuk percaya diri. Rekor 15 pertandingan tanpa kekalahan bukanlah catatan yang bisa diabaikan.
Inter juga selalu mencetak gol dalam 15 laga tersebut. Artinya, Madrid perlu bekerja keras jika ingin menjaga gawang mereka tetap aman sepanjang pertandingan.
Pertahanan Madrid akan mendapatkan ujian dari Lautaro dan para pemain Inter lainnya. Sebaliknya, lini belakang Inter harus menghadapi tekanan dari Mbappe, Vinicius, Bellingham, dan pemain Madrid lainnya.
Melihat karakter kedua tim, laga ini berpeluang menghasilkan lebih dari satu gol. Madrid kemungkinan menciptakan sejumlah peluang, tetapi Inter punya kemampuan untuk memberikan balasan.
Madrid juga perlu menghindari kesalahan seperti yang terjadi ketika menghadapi Real Betis. Kekalahan 0-1 pada pertandingan terakhir mereka menjadi pengingat bahwa dominasi nama besar tidak otomatis menjamin kemenangan.
Inter tentu berharap bisa memanfaatkan kondisi tersebut. Kemenangan atas Napoli pada pertandingan terakhir menjadi modal tambahan sebelum mereka bertandang ke Bernabeu.
Meski begitu, Liga Champions memiliki atmosfer yang berbeda. Pengalaman bermain di pertandingan besar bisa menjadi faktor penting, terutama ketika pertandingan memasuki fase-fase menentukan.
Dengan seluruh faktor tersebut, Real Madrid tetap lebih diunggulkan untuk memenangkan pertandingan. Keuntungan bermain di Bernabeu dan kualitas lini serang menjadi alasan utama.
Inter diperkirakan mampu memberikan perlawanan hingga akhir. Nerazzurri berpotensi mencetak gol, tetapi Madrid memiliki cukup banyak opsi untuk kembali memberikan tekanan.
Prediksi skor untuk pertandingan Real Madrid vs Inter adalah Real Madrid 2-1 Inter Milan.
Hasil tersebut akan membuat Madrid mengawali Liga Champions 2026/2027 dengan kemenangan. Sementara Inter masih memiliki peluang untuk mendapatkan hasil positif jika mampu memaksimalkan setiap kesempatan yang mereka peroleh.
Pertandingan Real Madrid vs Inter Milan dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 9 September 2026. Kick-off pertandingan akan dimulai pukul 02.00 WIB di Estadio Santiago Bernabeu.
Pertandingan tersebut dapat disaksikan secara langsung melalui SCTV dan layanan live streaming Vidio.
Bagi penggemar sepak bola Eropa, duel ini menjadi salah satu pertandingan yang layak dinantikan pada matchday pertama Liga Champions musim 2026/2027.
Dua klub besar dengan sejarah panjang akan bertemu, dengan tiga poin sebagai target utama masing-masing.
Madrid datang dengan status tuan rumah dan favorit, sedangkan Inter membawa catatan 15 pertandingan tanpa kekalahan. Semua modal tersebut membuat pertandingan diprediksi berjalan ketat sejak menit pertama hingga peluit akhir.