JawaPos.com - Al Hilal menelan kekalahan mengejutkan saat menjamu Neom dalam pekan keenam Saudi Pro League pada Selasa (8/9).
Sang juara bertahan kalah 0-2 sekaligus mengakhiri catatan impresif 47 pertandingan tanpa kekalahan di kompetisi kasta tertinggi liga Arab Saudi.
Hasil itu juga menjadi noda pertama bagi Simone Inzaghi sejak menangani Al Hilal.
Pelatih asal Italia itu ditunjuk pada Juni 2025 setelah meninggalkan Inter Milan.
Sebelum menghadapi Neom, Inzaghi berhasil membawa Al Hilal mengawali musim dengan sempurna.
Al Hilal meraih lima kemenangan dari lima pertandingan dan menjadi salah satu tim yang belum kehilangan poin di awal musim.
Namun, rekor itu justru terhenti di kandang sendiri.
Padahal, Inzaghi telah menerjunkan tiga penyerang anyar yang bernilai sekitar 200 juta dolar AS (sekitar Rp 3,5 triliun).
Gabriel Martinelli menjadi salah satu pemain yang mendapat kesempatan tampil sejak menit pertama.
Pemain asal Brasil itu mencatatkan start pertamanya untuk Al Hilal setelah bergabung dari Arsenal pada Kamis (3/9).
Selain Martinelli, Inzaghi juga memainkan Ollie Watkins.
Mantan penyerang Aston Villa itu baru bergabung dengan Al Hilal empat hari sebelum pertandingan.
Sementara itu, Crysencio Summerville yang didatangkan dari West Ham United pada Juli, melengkapi trio pemain depan anyar Al Hilal.
Namun, kehadiran tiga pemain dengan pengalaman di Premier League belum mampu membuat lini depan Al Hilal tampil efektif.
Al Hilal bahkan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran untuk pertama kalinya musim ini.
Situasi itu semakin buruk setelah mereka tertinggal pada menit ke-15.
Gol pembuka Neom tercipta lewat kesalahan pemain Al Hilal.
Mantan bek Chelsea, Kalidou Koulibaly, justru mencetak gol bunuh diri yang membuat tim tamu unggul 1-0.
Al Hilal berusaha merespons, tetapi permainan mereka tidak kunjung menghasilkan gol penyeimbang.
Neom justru mampu menggandakan keunggulan sesaat sebelum babak pertama berakhir.
Gelandang asal Pantai Gading Amadou Kone mencetak gol kedua Neom dan membawa tim tamu memasuki jeda dengan keunggulan 2-0.
Pada babak kedua, Al Hilal terus berusaha mengejar ketertinggalan, namun, skor 0-2 bertahan hingga peluit akhir.
Dilansir dari ESPN, kekalahan itu juga membuka peluang bagi Cristiano Ronaldo dan Al Nassr untuk memangkas jarak dengan pemuncak klasemen.
Al Nassr dapat menyamai perolehan poin Al Hilal jika mampu mengalahkan Abha pada Kamis (10/9).
Sementara itu, Simone Inzaghi mengaku kecewa dengan hasil pertandingan.
Sang pelatih menilai timnya tidak tampil pada level yang seharusnya, terutama pada babak pertama ketika mereka kebobolan dua gol.
Meskipun demikian, Inzaghi menilai para pemainnya telah berusaha memberikan kemampuan terbaik.
“Semua orang melihat bahwa pada babak pertama performa kami tidak sesuai standar yang diharapkan, kami kebobolan dua gol dan juga kurang beruntung. Namun, para pemain telah mengerahkan seluruh kemampuan mereka sepanjang pertandingan dan kekalahan seperti ini menunjukkan kepada kami beberapa poin penting yang harus dibenahi,” kata Inzaghi dikutip dari situs resmi klub.
Inzaghi juga menyampaikan permintaan maaf kepada para suporter Al Hilal. “Kami meminta maaf kepada para penggemar dan ada rasa frustrasi.
Kekalahan ini menyakitkan bagi kami, terutama karena ini merupakan kekalahan pertama saya sejak datang ke Arab Saudi,” ujar Inzaghi.
Mengenai dua gol yang bersarang di gawang Al Hilal, Inzaghi akan melakukan evaluasi serta meningkatkan latihan untuk mengantisipasi situasi serupa.
“Dua gol itu berasal dari situasi bola mati dan gol bunuh diri. Kami tidak berhasil mengatasinya dan akan banyak bekerja dalam periode mendatang untuk memperbaiki bola mati serta kesalahan yang terjadi,” katanya.