← Beranda
Mbappe Menyindir Raphinha dan Dembele soal Persaingan Memenangi Ballon d’Or
M Shofyan Dwi KurniawanSelasa, 8 September 2026 | 22.58 WIB
ig @realmadrid

JawaPos.com - Kylian Mbappe tak menghindar ketika mendapat pertanyaan mengenai kontribusi defensif dalam persaingan menjadi pemain terbaik dunia.

Isu tersebut kembali mencuat menjelang pertandingan Real Madrid melawan Inter Milan di Liga Champions. Mbappe, yang menjadi salah satu pemain Real Madrid yang berbicara kepada media dalam konferensi pers, ditanya mengenai perdebatan soal kontribusi defensif para pemain depan.

Selama kariernya, kurangnya kontribusi defensif Mbappe memang kerap menjadi salah satu argumen yang digunakan untuk mempertanyakan peluangnya membawa tim meraih kesuksesan di Liga Champions.

Perdebatan itu semakin menarik setelah PSG berhasil memenangkan dua Piala Eropa tanpa Mbappe. Di sisi lain, Ousmane Dembele menjadi bagian penting dari permainan pressing tinggi yang diterapkan Luis Enrique.

Mbappe: Saya Bisa Saja Bilang Saya Lebih Banyak Mencetak Gol

Melansir Mundo Deportivo, alih-alih menghindari pertanyaan tersebut, Mbappe justru memberikan jawaban yang cukup terbuka.

"Tentu saja kami harus meningkatkan kemampuan, dan itu wajar bagi kami sebagai pemain. Saya bisa saja berpura-pura bodoh dan mengatakan bahwa saya mencetak lebih banyak gol daripada mereka dan bahwa saya melakukan hal-hal yang tidak mereka lakukan, tetapi ini adalah perdebatan yang tak berkesudahan.”

“Saya pikir dengan bola, kami harus melakukan lebih banyak hal dengan lebih baik, dan itulah kehidupan bagi tim papan atas," kata pemain tersebut.

Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana Mbappe melihat perdebatan mengenai kontribusi seorang penyerang. Baginya, pemain top tidak cukup hanya mengandalkan statistik gol, tetapi juga harus terus meningkatkan aspek lain dalam permainan.

Nama Dembele tentu menjadi salah satu yang menarik dalam konteks ini. Setelah kepergian Mbappe dari PSG, Dembele tampil sebagai salah satu pemain penting dalam sistem permainan Luis Enrique.

Sementara itu, Raphinha juga menjadi bagian dari perdebatan mengenai kandidat pemain terbaik dunia setelah performanya bersama Barcelona.

Mbappe Tak Terlalu Terpengaruh Kesuksesan PSG

Mbappe kemudian ditanya mengenai fakta bahwa kepergiannya dari PSG bertepatan dengan kebangkitan klub Prancis tersebut di Liga Champions.

PSG justru mampu melangkah jauh dan meraih kesuksesan setelah Mbappe meninggalkan klub. Namun, sang striker mengaku tidak terlalu memikirkan hubungan antara dua hal tersebut.

"Ini adalah analisis fakta bahwa PSG menang tanpa saya, dan saya tidak bisa mengubahnya, tetapi itu tidak terlalu mengganggu saya. Saya tahu bagaimana menganalisis sepak bola, dan saya tahu mengapa itu terjadi, dan saya sangat tenang tentang hal itu. Tetapi pada akhirnya, seringkali ini bukan tentang analisis; membicarakan saya sangat laku," ujarnya.

Mbappe tampaknya memilih untuk tidak terjebak dalam perbandingan langsung dengan masa lalu PSG.

Baginya, kesuksesan klub setelah kepergiannya merupakan fakta yang tidak bisa diubah. Namun, ia merasa setiap situasi memiliki konteks masing-masing dan tidak bisa disederhanakan hanya dengan membandingkan siapa yang ada atau tidak ada di dalam skuad.

Pada akhirnya, persaingan Ballon d’Or tetap akan ditentukan oleh performa secara keseluruhan. Dan dengan Mbappe, Dembele, serta Raphinha berada dalam pembicaraan, pertarungan menuju penghargaan individu paling bergengsi tersebut jelas masih jauh dari selesai.

EDITOR: Hanny Suwindari