JawaPos.com - Chelsea datang ke Stadion Emirates dengan misi memberikan pernyataan penting di hadapan Arsenal. Namun, pertandingan tersebut justru berakhir dengan kekalahan tipis 1-2 sekaligus menjadi kekalahan pertama Xabi Alonso sebagai manajer The Blues.
Awal pertandingan sebenarnya berjalan sangat menjanjikan bagi Chelsea. Morgan Rogers mencetak gol spektakuler hanya satu menit setelah pertandingan dimulai. Tembakannya meluncur ke sudut bawah gawang dan membuat tim tamu unggul cepat.
Arsenal sempat mencetak gol melalui Riccardo Calafiori, tetapi gol tersebut dianulir setelah intervensi VAR karena Ezri Konsa dinyatakan berada dalam posisi offside.
The Gunners akhirnya mendapatkan gol yang mereka cari pada menit ke-25. Mantan pemain Chelsea, Kai Havertz, kembali mencetak gol ke gawang klub lamanya setelah tendangannya melewati Emiliano Martinez di tiang dekat.
Arsenal kemudian berbalik unggul tak lama setelah babak kedua dimulai. Martin Odegaard mencetak gol setelah menerima umpan cerdik dari Havertz.
Lini tengah Chelsea kesulitan memberikan perlawanan, sementara Arsenal terlihat semakin nyaman mengontrol pertandingan. The Blues memang berusaha mengejar gol penyama kedudukan, tetapi skor 2-1 bertahan hingga peluit akhir.
Melansir Football London, berikut rating pemain Chelsea berdasarkan performa mereka dalam pertandingan, menggunakan skala 1-10.
Emiliano Martinez — 5
Mendapat pukulan di wajah hanya beberapa menit setelah pertandingan dimulai, tetapi tetap melanjutkan permainan meski terlihat kesakitan.
Martinez tentu kecewa dengan perannya dalam gol Havertz. Ia sempat menyentuh bola, tetapi tidak cukup kuat untuk mencegahnya melewati tiang dekat.
Namun, ia mampu melakukan penyelamatan gemilang pada babak kedua untuk menggagalkan tembakan Bukayo Saka yang mengarah ke gawang. Sedikit menebus kesalahannya.
Josh Acheampong — 6
Menghadapi tugas sulit saat berduel dengan Christos Tzolis, tetapi lulusan akademi Cobham tersebut mampu menjalankannya dengan cukup baik.
Acheampong juga beberapa kali menunjukkan kecepatannya ketika Chelsea mencoba melakukan serangan balik.
Wesley Fofana — 6
Tampil solid di lini belakang. Fofana melakukan blok penting pada menit ke-20 untuk menggagalkan tembakan Havertz.
Ia mampu membaca pergerakan penyerang asal Jerman tersebut dan bergerak cepat untuk mencegah bola mengarah ke Martinez.
Maxence Lacroix — 6
Kembali menunjukkan performa yang cukup solid.
Lacroix memenangkan sejumlah duel udara melawan Arsenal yang gemar mengirimkan bola ke dalam kotak penalti. Namun, ia juga harus menerima kartu kuning.
Jorrel Hato — 6
Menghadapi tugas berat karena harus berhadapan dengan Saka, tetapi Hato mampu menjalankannya dengan cukup baik.
Pemain asal Belanda itu juga melakukan blok geser brilian untuk menggagalkan tendangan Odegaard pada babak pertama.
Reece James — 5
Beberapa kali mengirimkan umpan silang yang bagus, tetapi performanya ketika Chelsea kehilangan bola masih perlu diperbaiki.
James memang tidak sepenuhnya bersalah atas gol Odegaard. Namun, pelacakannya kurang baik ketika kapten Arsenal tersebut muncul sebagai pemain ketiga dan membawa Arsenal berbalik unggul.
Romeo Lavia — 5
Lavia seharusnya bisa memberikan lebih banyak pengaruh di lini tengah.
Ia berusaha keras menghadapi permainan fisik Arsenal, tetapi tidak mendapatkan bola sebanyak yang diinginkan. Masalahnya juga berasal dari Chelsea yang kesulitan mempertahankan penguasaan bola.
Pedro Neto — 5
Neto cukup sering menemukan ruang kosong di sisi kanan. Masalahnya, rekan-rekannya tidak selalu mampu menemukan dirinya di area tersebut.
Ketika mendapatkan bola, keputusan akhir Neto juga kurang meyakinkan. Ia perlu lebih sering mengangkat kepala sebelum menentukan pilihan berikutnya.
Cole Palmer — 5
Palmer tidak terlalu menonjol dalam pertandingan ini.
Ia sempat mendapatkan peluang bagus dari tepi kotak penalti pada babak pertama, tetapi secara keseluruhan pertandingan tersebut minim momen istimewa bagi pemain berusia 24 tahun tersebut.
Morgan Rogers — 7
Pemain terbaik Chelsea dalam pertandingan ini.
Rogers mencetak gol pembuka yang luar biasa dan menjadi salah satu ancaman terbesar bagi pertahanan Arsenal.
Selebrasinya di dekat bendera sudut Arsenal juga cukup provokatif. Namun, setelah itu ia mungkin berharap bisa lebih banyak terlibat dalam permainan.
Rogers sempat memiliki kesempatan melakukan serangan balik setelah gol Odegaard, tetapi sentuhannya buruk dan memberikan kesempatan kepada Konsa untuk melakukan tekel.
Joao Pedro — 6
Bekerja keras menghadapi Ezri Konsa dan Gabriel Magalhaes.
Joao Pedro memang mendapatkan kartu kuning yang tidak perlu pada awal pertandingan, tetapi setelah itu ia tampil cukup baik.
Ia beberapa kali mampu menahan bola dengan baik meski menghadapi tekanan ketat. Bahkan, ia hampir memberikan assist untuk Neto sebelum jeda setelah mengirimkan umpan bagus dalam sebuah serangan balik.
Malo Gusto — 5
Masuk menggantikan Lavia pada menit ke-60.
Gusto ditempatkan di lini tengah, berdampingan dengan James.
Ia sempat mendapatkan peluang bagus untuk mencetak gol tidak lama setelah masuk, tetapi tembakannya masih melambung.
Chelsea tampaknya membutuhkan solusi lini tengah yang lebih kuat dari pergantian pemain tersebut.
Pep Chavarria — 5
Masuk menggantikan Hato pada menit ke-60.
Chelsea berharap kecepatan Chavarria bisa memberikan ancaman lebih besar dari sisi kiri.
Namun, pemain Spanyol itu kesulitan mendapatkan banyak keterlibatan dalam permainan setelah masuk sebagai pemain pengganti.
Kesimpulan
Chelsea sebenarnya memiliki awal yang sangat baik setelah Rogers mencetak gol cepat. Namun, setelah Arsenal mulai menemukan ritme, The Blues kesulitan mengontrol lini tengah dan lebih banyak bermain dalam tekanan.
Rogers menjadi pemain Chelsea dengan rating tertinggi berkat gol dan ancamannya sepanjang pertandingan. Di sisi lain, beberapa pemain penting seperti Palmer, James, Lavia, dan Neto gagal memberikan pengaruh besar.
Kekalahan 1-2 ini juga menjadi pelajaran penting bagi Alonso. Chelsea mungkin sudah menunjukkan perkembangan, tetapi pertandingan melawan tim sekelas Arsenal memperlihatkan bahwa masih ada pekerjaan rumah besar, terutama dalam hal kontrol permainan dan konsistensi selama 90 menit.
***