← Beranda
Alasan Gol Riccardo Calafiori ke Gawang Chelsea Dianulir
M Shofyan Dwi KurniawanSelasa, 8 September 2026 | 01.03 WIB
Bek kiri Arsenal Riccardo Calafiori .(Dok. Riccardo Calafiori)

 

 

JawaPos.com - Arsenal sempat dibuat percaya diri bisa langsung membalas gol cepat Chelsea dalam pertandingan Premier League di Stadion Emirates. Namun, gol Riccardo Calafiori yang dianggap sebagai penyama kedudukan justru dianulir VAR.

Keputusan tersebut sempat membuat para pemain Arsenal kebingungan. Pasalnya, bola sudah masuk ke gawang dan para pemain The Gunners bahkan sempat merayakannya sebelum wasit membatalkan gol tersebut. Lantas, apa alasan gol Calafiori dianulir?

Konsa Terjebak Offside

Chelsea membuka keunggulan ketika Morgan Rogers mencetak gol cepat di awal pertandingan. Arsenal kemudian mencoba memberikan respons dan menciptakan kemelut di depan gawang Emiliano Martinez.

Umpan silang Declan Rice yang sempat berubah arah jatuh ke Gabriel Magalhaes di tiang jauh. Bek Arsenal tersebut melepaskan tembakan dari jarak dekat, tetapi berhasil dihentikan Martinez.

Bola rebound kemudian jatuh ke Ezri Konsa yang berada dalam posisi offside. Bola selanjutnya membentur tiang sebelum memantul kembali ke tengah kotak enam yard.

Dalam situasi tersebut, Calafiori berada di posisi yang tepat dan berhasil menyambar bola hingga masuk ke gawang Chelsea.

Para pemain Arsenal langsung merayakan gol tersebut. Namun, VAR yang dipimpin Darren England bersama Constantine Hatzidakis segera melakukan pengecekan. Hasilnya, gol dibatalkan.

VAR Menilai Konsa Terlibat dalam Proses Gol

Melansir Football London, Pusat Pertandingan Liga Premier kemudian memberikan penjelasan mengenai keputusan tersebut melalui media sosial.

Mereka menulis:

"#ARSCHE – 12' VAR MEMBATALKAN KEBIJAKAN VAR memeriksa keputusan wasit tentang gol tersebut – dan menentukan bahwa Konsa berada dalam posisi offside dalam proses terjadinya gol dan merekomendasikan agar gol tersebut dibatalkan."

Dengan kata lain, masalahnya bukan terletak pada Calafiori yang menyelesaikan peluang tersebut, melainkan posisi Konsa dalam rangkaian proses terciptanya gol.

Konsa berada dalam posisi offside ketika bola rebound jatuh kepadanya. Karena dianggap terlibat dalam proses serangan yang menghasilkan gol, VAR merekomendasikan agar gol Arsenal dibatalkan.

Chris Kavanagh sebagai wasit utama tidak perlu melihat monitor di pinggir lapangan. Setelah menerima rekomendasi VAR, ia cukup mengisyaratkan bahwa gol tersebut tidak sah dan memberikan tendangan bebas untuk Chelsea.

Gary Neville Sempat Salah Menebak

Keputusan tersebut juga menjadi bahan perdebatan di studio Sky Sports. Gary Neville awalnya mengira gol Arsenal dibatalkan karena Kai Havertz dianggap menghalangi pandangan Martinez dari posisi offside. Namun, setelah melihat kembali tayangan, Neville menyadari bahwa persoalannya adalah Konsa.

"Saya tidak setuju dengan itu. Maksud saya, lihat, tidak diragukan lagi bahwa dia berada dalam posisi offside, tetapi, menurut saya, Emi Martinez memiliki peluang jelas untuk menyelamatkannya."

Neville kemudian menilai Havertz sebenarnya tidak mengganggu Martinez dalam situasi tersebut.

"Saya rasa dia (Havertz) tidak mengganggunya. Jika dia [menyentuh Konsa], itu akan membuatnya terlibat dalam permainan. Jadi, di sana, tidak ada gangguan, dan Konsa berada dalam posisi offside pada saat itu."

Namun, setelah melihat tayangan lebih jelas, Neville menyadari bahwa Havertz ternyata memang melakukan kontak dengan Konsa.

"Oh, dia menyentuhnya. Koreksi – mohon maaf kepada VAR dan ProRef!"

Arsenal Tetap Bangkit

Meski gol Calafiori dianulir, Arsenal tidak kehilangan momentum. The Gunners akhirnya benar-benar menyamakan kedudukan sebelum memasuki menit ke-30. 

Havertz menerima bola, menusuk ke dalam menggunakan kaki kirinya, kemudian melepaskan tembakan yang melewati celah sempit di antara kaki Maxence Lacroix dan bersarang di sudut bawah gawang Chelsea.

Gol tersebut membuat pertandingan kembali terbuka. Neville melihat Chelsea justru memberikan dorongan bagi Arsenal untuk meningkatkan intensitas permainan sejak awal.

"Cara Chelsea memulai pertandingan ini memaksa Arsenal untuk meningkatkan tempo permainan."

Pada akhirnya, Arsenal mampu membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan 2-1. Gol Calafiori memang tidak mengubah skor, tetapi insiden tersebut menjadi salah satu momen menarik dalam pertandingan yang penuh drama di Emirates.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti