JawaPos.com – Dua klub teratas Serie A, AS Roma dan Inter Milan, sama-sama meraih kemenangan lewat come back pada giornata ketiga, Minggu (6/9) dini hari WIB. Inter bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan SSC Napoli 3-2 di San Siro. Sedangkan Roma membalikkan keadaan saat menghadapi Atalanta BC di Olimpico.
Inter, yang tampil lebih dulu, tertinggal dua gol melalui Matteo Politano (50’) dan Rasmus Hojlund (53’). Meski kebobolan karena kesalahan sendiri, allenatore Cristian Chivu puas dengan respons Lautaro Martinez dkk. Kemenangan itu sempat membawa Nerazzurri –julukan Inter– ke puncak, menggeser Roma selama beberapa jam.
“Kami seharusnya bisa mengelola situasi saat tertinggal dengan lebih baik. Namun, saya sangat menyukai reaksi tim. Kami tidak terpecah, tetap mempertahankan identitas dan meningkatkan intensitas permainan,” kata Chivu kepada DAZN.
Lautaro Jadi Pembeda
Inter bangkit melalui sang kapten, Lautaro Martinez. Penyerang asal Argentina itu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-56, sebelum Marcus Thuram menyamakan kedudukan pada menit ke-82. Lautaro kemudian mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-91.
Selepas mencetak gol penentu, Lautaro langsung berlari ke tribun dan memanjat pagar pembatas. Thuram ikut bergabung dalam selebrasi bersama suporter tersebut, seolah menandai kembalinya duet ThuLa (Thuram-Lautaro) yang musim lalu mengoleksi 30 gol di Serie A.
“Dia adalah kapten sekaligus pemimpin kami. Dia baru bermain di Piala Dunia dan sekarang kembali memberikan yang terbaik untuk tim. Dia membawa kami meraih kemenangan, dan bisa melakukannya dengan cara seperti ini, sungguh luar biasa,” kata Thuram dikutip dari La Gazzetta dello Sport.
Soule Pastikan Victory
Beberapa jam kemudian, langkah Inter diikuti Roma. Bedanya, Giallorossi –julukan Roma– sempat mendominasi pertandingan sejak awal. Mereka bahkan melepaskan 35 tembakan, berbanding enam milik Atalanta. Tetapi dominasi tersebut tidak langsung menghasilkan gol.
Allenatore Roma, Gian Piero Gasperini, mengakui timnya tidak setajam biasanya. Cuaca panas membuat stamina pemain terkuras.
“Kami kurang agresif dari biasanya, tetapi cuacanya panas dan para pemain bukanlah mesin,” kata Gasperini dikutip dari Corriere dello Sport.
Pergantian pemain yang dilakukan Gasperini jadi pembeda. Salah satunya dengan memasukkan Matias Soule pada menit ke-54. Penyerang 23 tahun itu memberikan assist untuk gol Mario Hermoso pada menit ke-90, sebelum mencetak gol penentu tiga menit kemudian.
“Dia masuk dengan baik, Soule bahkan sangat bagus. Pergantian pemain sangat menentukan dan memberi kami bantuan penting,” ujar Gasperini.
Tiga poin di kandang itu memastikan Roma tetap berada di puncak klasemen Serie A. Sama-sama mengantongi sembilan poin, Bryan Cristante dkk unggul selisih gol atas Inter (sembilan banding lima).
Lampaui Nyers, Bidik Lorenzi
DUA gol ke gawang SSC Napoli membawa Lautaro Martinez mengoleksi 134 gol Serie A bersama Inter Milan. Dia melewati catatan Stefano Nyers (133), dan kini menempati posisi ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak Inter. (ka/bas)
10 Besar Top Scorer Inter Milan di Serie A
Pemain | Gol/Penampilan
-
Giuseppe Meazza | 197 gol / 303 penampilan
-
Benito Lorenzi | 138 gol / 305 penampilan
-
Lautaro Martínez | 134 gol / 270 penampilan
-
Istvan Nyers | 133 gol / 183 penampilan
-
Alessandro Altobelli | 128 gol / 317 penampilan
-
Sandro Mazzola | 116 gol / 416 penampilan
-
Roberto Boninsegna | 113 gol / 196 penampilan
-
Mauro Icardi | 111 gol / 188 penampilan
-
Christian Vieri | 103 gol / 143 penampilan
-
Attilio Demaría | 76 gol / 268 penampilan