← Beranda
Morgan Rogers dan Declan Rice Bentrok, Begini Komentar Suporter Arsenal
Edi YuliantoSenin, 7 September 2026 | 22.35 WIB
Declan Rice dan Morgan Rogers adu argumen saat Arsenal menghadapi Chelsea. (givemesport)

 

JawaPos.com - Arsenal menunjukkan kualitas tim juara saat menaklukkan Chelsea dengan skor 2-1 dalam laga sengit di Stadion Emirates. Hasil itu sekaligus mempertahankan dominasi mereka baru-baru ini atas rival sekota asal London tersebut.

Chelsea datang ke Emirates tanpa pernah menang dalam laga kompetitif melawan Arsenal selama lebih dari lima tahun, namun mereka justru unggul saat pertandingan baru berjalan 77 detik—dan gol itu dicetak oleh pemain yang sempat dikejar habis-habisan oleh tim tuan rumah sepanjang musim panas.

Tendangan voli terukur Morgan Rogers berhasil menaklukkan David Raya, sekaligus menjadi gol keduanya musim ini dan memberikan awal yang gemilang bagi skuad asuhan Xabi Alonso.

Tak lama kemudian, pemeriksaan VAR sempat mempertimbangkan pemberian kartu merah kepada Gabriel; bek asal Brasil itu mengenai kepala Emiliano Martinez dalam sebuah kemelut di area gawang menyusul situasi tendangan bebas yang berbahaya. Gabriel akhirnya lolos dari hukuman, namun insiden tersebut menjadi pertanda awal betapa sengitnya laga Derbi London ini.

Baca Juga: Gabriel Martinelli Resmi Tinggalkan Arsenal dan Bergabung dengan Al-Hilal

Kai Havertz segera menyamakan kedudukan tak lama kemudian, menghukum mantan klubnya lewat tembakan mendatar dari tepi kotak penalti yang menaklukkan Martinez di tiang dekat—momen yang terjadi tak lama setelah gol Arsenal dianulir karena offside. Pedro Neto nyaris membawa Chelsea unggul menjelang turun minum, namun tembakan mendatarnya yang melintasi kerumunan pemain justru membentur tiang gawang.

Arsenal memulai babak kedua dengan tempo tinggi tanpa henti dan berhasil unggul lima menit setelah pertandingan dilanjutkan. Christos Tzolis memberikan operan, gerakan tipuan Havertz menciptakan ruang, dan Martin Odegaard melakukan satu sentuhan sebelum dengan tenang menaklukkan Martinez; gol tersebut cukup untuk mengamankan tiga poin penuh meskipun Chelsea sempat melancarkan tekanan di akhir laga.

Momen tersebut terjadi saat Chelsea berusaha melancarkan serangan balik lagi, dengan Rogers dan Cole Palmer memimpin pergerakan tim.

Setelah mengoper bola kepada Palmer, Rogers terus berlari; namun, saat Declan Rice tampak menjegal Rogers, Palmer justru melepaskan tembakan yang melambung tinggi. Permainan terus berlanjut, namun kekesalan Rogers memuncak—ia menghampiri Rice dan diganjar kartu kuning akibat insiden tersebut.

Baca Juga: Ketika Arema FC Nangkring di Posisi Puncak, Strategi Ala Arsenal Berbuah Manis

Dalam situasi yang tampak jelas sebagai pelanggaran berupa jegalan, publik berharap wasit akan menerapkan aturan advantage (keuntungan) dan kemudian menghentikan permainan untuk memberikan tendangan bebas—di mana Rice kemungkinan besar akan dijatuhi sanksi. Namun, setelah wasit justru memberikan tendangan gawang, Rogers langsung mendatangi Rice untuk mengonfrontasi rekan setimnya di timnas Inggris itu.

Suporter tuan rumah pun tak butuh waktu lama untuk ikut bereaksi. Rogers sempat menjadi incaran Arsenal sebelum akhirnya bergabung dengan Chelsea, dan respons dari tribun penonton pun sangat menohok: "Seharusnya kau bergabung dengan klub besar."

Suporter Arsenal Berhak Menyombongkan Diri Usai Insiden yang Melibatkan Rogers

Bagi pendukung Arsenal, kemenangan ganda—yakni kembali mengalahkan Chelsea (memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi 10 pertandingan Liga Premier) sekaligus melihat pemain yang sempat menjadi target transfer musim panas, Rogers, kehilangan kendali emosi—menjadikan sore itu momen yang sempurna di London Utara.

Kemenangan Arsenal ini memastikan mereka menjadi salah satu dari dua tim yang mempertahankan rekor kemenangan 100%—sebuah pemandangan yang tak asing karena Manchester City dan The Gunners kini memuncaki klasemen Liga Premier setelah tiga pertandingan pembuka.

Baca Juga: Tumbangkan Chelsea, Martin Odegaard Puji Permainan Arsenal dan Kai Havertz

Namun, bagi Rice dan Rogers, keduanya kemungkinan besar harus berjabat tangan dan melupakan insiden tersebut saat mereka kembali bergabung untuk tugas timnas Inggris di bawah asuhan Thomas Tuchel akhir bulan ini.

Dengan adanya jeda internasional yang diperpanjang hingga 16 hari, keduanya akan berada dalam situasi yang mengharuskan mereka sering berinteraksi, dan pertemuan pertama mereka nanti mungkin akan terasa agak canggung, tergantung pada perkembangan situasi dalam beberapa minggu ke depan di berbagai kompetisi. Meski demikian, hari itu sepenuhnya menjadi milik Arsenal.

EDITOR: Edi Yulianto