JawaPos.com - Arsenal akan menjamu Chelsea dalam derbi London yang menjadi salah satu pertandingan paling ditunggu pada pekan ini. Duel di Stadion Emirates tersebut mempertemukan dua tim yang sama-sama belum kehilangan poin di awal musim.
Mikel Arteta dan Xabi Alonso sama-sama membawa catatan sempurna. Namun, rekor tersebut tentu tidak bisa bertahan untuk keduanya. Setidaknya satu tim akan kehilangan kesempurnaan ketika peluit akhir berbunyi.
Bagi Chelsea, perhatian utama tertuju pada lini tengah setelah kepergian Enzo Fernandez ke Manchester City dengan nilai transfer £125 juta.
Arsenal Tetap Sempurna
Melansir Sportsmole, Arsenal mengawali musim dengan tiga kemenangan sekaligus tiga clean sheet. Terakhir, The Gunners menang tipis 1-0 atas Aston Villa melalui gol Bukayo Saka.
Hasil tersebut memperpanjang awal positif Arteta, meskipun aktivitas transfer Arsenal pada hari terakhir justru membuat sebagian penggemar kecewa.
Arsenal melepas beberapa pemain menyerang, termasuk Gabriel Jesus, Ethan Nwaneri, dan Gabriel Martinelli. Namun, tidak ada pemain baru yang datang pada hari terakhir bursa transfer.
Upaya mendapatkan Julian Alvarez tidak membuahkan hasil, sementara Arsenal juga memilih tidak meningkatkan pengejaran terhadap Malick Fofana.
Kondisi tersebut membuat kedalaman lini serang menjadi perhatian. Meski demikian, tujuh gol dan tiga clean sheet dari tiga pertandingan pertama menunjukkan bahwa Arsenal masih memiliki fondasi yang kuat.
Menariknya, Arsenal jarang sekali memulai musim Premier League dengan tiga kemenangan. Dalam 21 tahun terakhir, mereka hanya sekali melakukannya, yakni pada musim 2022/23.
Di kandang sendiri, Arsenal juga memiliki rekor yang sangat mengesankan. The Gunners tidak terkalahkan dalam 16 derbi London terakhir di Premier League, dengan 12 kemenangan dan empat hasil imbang.
Chelsea Andalkan Serangan
Jika Arsenal mengandalkan pertahanan, Chelsea justru menunjukkan kekuatan utama mereka melalui lini serang.
The Blues telah mencetak 12 gol dalam dua pertandingan terakhir. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi di Premier League pada periode tersebut.
Kemenangan 4-3 atas Brighton & Hove Albion menjadi gambaran sempurna mengenai karakter Chelsea di bawah Alonso.
Chelsea sempat unggul 3-0, kemudian Brighton memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2. The Blues kembali memperlebar jarak sebelum akhirnya harus bertahan mati-matian pada menit-menit akhir.
Kemenangan tersebut membuat Chelsea tetap berada tepat di bawah Arsenal di klasemen hanya karena perbedaan selisih gol.
Jika kembali menang, Chelsea berpeluang mengawali musim dengan empat kemenangan beruntun di semua kompetisi untuk pertama kalinya sejak 2016/17, musim ketika Antonio Conte membawa mereka menjadi juara.
Namun, ada satu catatan buruk. Chelsea kalah dalam tiga pertemuan terakhir melawan Arsenal dan belum mampu mengalahkan rival London tersebut sejak Agustus 2021.
Lini Tengah Chelsea Jadi Sorotan
Kepergian Enzo Fernandez membuat pertandingan ini semakin menarik. Chelsea sebenarnya telah menyiapkan Lamine Camara sebagai salah satu tambahan untuk lini tengah. Namun, Monaco secara mengejutkan membatalkan transfer tersebut pada hari terakhir bursa.
Situasi itu menjadi semakin rumit setelah Moises Caicedo mengalami masalah cedera dalam kemenangan atas Brighton. Kondisinya masih diragukan untuk pertandingan melawan Arsenal.
Alonso kemungkinan harus mengandalkan kombinasi Malo Gusto dan Romeo Lavia di lini tengah jika Caicedo tidak bisa bermain.
Jordan Henderson juga absen karena cedera pergelangan tangan, sementara Marco Palestra belum tersedia.
Dengan demikian, lini tengah Chelsea akan menghadapi ujian berat. Arsenal memiliki pemain-pemain yang mampu mengontrol tempo sekaligus memberikan tekanan tinggi, sehingga kehilangan Enzo dan kemungkinan absennya Caicedo bisa sangat terasa.
Arsenal Juga Punya Masalah Cedera
Arsenal mendapatkan kabar yang cukup melegakan terkait Declan Rice. Gelandang Inggris tersebut sempat ditarik keluar ketika menghadapi Aston Villa, tetapi sudah terlihat kembali berlatih dan diperkirakan siap bermain.
Cristhian Mosquera juga mengalami masalah, tetapi kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan. Jika ia tidak bisa tampil, Ezri Konsa berpeluang menjalani debut penuh di lini belakang.
Jurrien Timber sudah kembali mengikuti latihan penuh dan bisa menjadi opsi tambahan. Namun, William Saliba masih harus menepi lebih lama karena masalah punggung.
Di lini depan, Arsenal masih memiliki Bukayo Saka, Martin Odegaard, Tzolis, dan Kai Havertz sebagai ancaman utama.
Cole Palmer menjadi pemain yang patut diperhatikan dari kubu Chelsea. Sang bintang berpeluang mencetak gol ke-50 untuk The Blues di Premier League pada penampilan ke-99-nya.
Perkiraan Susunan Pemain
Arsenal: Raya; White, Konsa, Gabriel, Calafiori; Lewis-Skelly, Rice; Saka, Odegaard, Tzolis; Havertz.
Chelsea: Martinez; Lacroix, Colwill, Fofana; James, Gusto, Lavia, Hato; Rogers, Palmer; Pedro.
Prediksi Skor: Arsenal 2-1 Chelsea
Arsenal dan Chelsea memiliki karakter yang cukup berbeda. The Gunners tampil solid dengan pertahanan yang belum kebobolan, sementara Chelsea mengandalkan daya ledak lini serang.
Pertandingan ini kemungkinan akan menjadi pertarungan antara pertahanan terbaik melawan salah satu lini serang paling produktif di awal musim.
Chelsea tetap memiliki cukup kualitas untuk membobol gawang Arsenal dan mengakhiri rekor clean sheet tuan rumah. Namun, absennya Enzo Fernandez dan potensi masalah kebugaran Moises Caicedo bisa menjadi kelemahan besar di lini tengah.
Arsenal juga memiliki masalah sendiri di lini serang setelah tidak mendatangkan pemain baru pada hari terakhir bursa transfer. Meski begitu, performa mereka sejauh ini cukup untuk memberikan kepercayaan diri.
Bermain di Emirates dan memiliki rekor luar biasa dalam derbi London membuat Arsenal sedikit lebih diunggulkan.