JawaPos.com – Ferrari akan menjalani balapan kandang di Monza akhir pekan ini (4–6/9). Namun, catatan mereka di Grand Prix Italia dalam 15 edisi terakhir belum istimewa. Ferrari hanya dua kali menang, yakni melalui Charles Leclerc pada 2019 dan 2024.
Musim ini juga tidak akan mudah. Ferrari masih tertinggal 87 poin dari Mercedes di klasemen konstruktor. Tim Kuda Jingkrak juga hanya unggul 17 poin atas McLaren yang mulai bangkit setelah Lando Norris memenangi dua balapan terakhir di Hungaria dan Belanda.
Upgrade untuk Tingkatkan Horsepower
Selain itu, karakter Monza juga menjadi tantangan. Banyaknya lintasan lurus membuat kecepatan dan tenaga mesin bakal sangat menentukan. Masalahnya, power unit (PU) Ferrari masih kalah bertenaga dari Mercedes.
Beruntung, Ferrari membawa sejumlah upgrade. Mereka akan memakai spesifikasi keempat untuk internal combustion engine (ICE) dan turbocharger musim ini dengan memanfaatkan alokasi pengembangan ADUO (Additional Development and Upgrade Opportunities) 2.
Pembaruan itu diperkirakan menambah 15–20 horsepower dan memangkas sekitar separuh selisih tenaga Ferrari dengan Mercedes.
”Ini merupakan langkah ke arah yang benar. Musim ini ditentukan oleh keuntungan-keuntungan kecil. Yang terpenting adalah kami menjalankan semuanya dengan benar sejak Jumat,” kata bos Ferrari Frederic Vasseur kepada Motorsport.
Baca Juga: Prediksi Skor SC Paderborn vs Freiburg di Liga Jerman: Breisgau-Brasilianer Berpeluang Pesta Gol
Tak Boleh Ulangi Zandvoort
Meski begitu, upgrade mobil belum cukup. Ferrari juga tidak boleh mengulangi kesalahan strategi seperti di Sirkuit Zandvoort, Belanda, dua pekan lalu. Saat itu, Lewis Hamilton dan Leclerc sama-sama mempertanyakan keputusan tim.
Hamilton sempat meminta bertukar posisi karena kondisi bannya lebih menguntungkan, tapi ditolak. Sementara Leclerc kecewa ketika diminta masuk pit pada akhir lap ke-43. Padahal, dia merasa bannya masih bisa bertahan lebih lama. Keduanya akhirnya gagal podium dan harus puas finis di posisi keempat dan kelima.
Vasseur mengakui eksekusi Ferrari masih perlu diperbaiki.
”Dalam beberapa balapan terakhir, eksekusi kami masih jauh dari yang diharapkan. Itu yang harus menjadi fokus. McLaren menjalankan semuanya dengan sempurna hingga menang di Budapest dan Belanda. Kami harus melakukan hal yang sama,” tutur Vasseur dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport.
SEPULUH KEMENANGAN TERAKHIR FERRARI DI MONZA
2024 – Charles Leclerc
2019 – Charles Leclerc
2010 – Fernando Alonso
2006 – Michael Schumacher
2004 – Rubens Barrichello
2003 – Michael Schumacher
2002 – Rubens Barrichello
2000 – Michael Schumacher
1998 – Michael Schumacher
1996 – Michael Schumacher