← Beranda
Anthony Gordon Sebut LaLiga Lebih Kejam Ketimbang Premier League
M Shofyan Dwi KurniawanKamis, 3 September 2026 | 03.52 WIB
Anthony Gordon Sebut LaLiga Lebih Kejam Ketimbang Premier League / ig @fcbarcelona

JawaPos.com - Anthony Gordon mulai merasakan sendiri perbedaan antara sepak bola Inggris dan Spanyol. Setelah pindah ke Barcelona dari Newcastle United pada musim panas ini, pemain internasional Inggris tersebut mengakui bahwa LaLiga memiliki tantangan tersendiri yang bahkan bisa terasa lebih kejam ketika seorang pemain melakukan kesalahan.

Gordon sebelumnya menghabiskan lebih dari tiga musim di Newcastle dan mencatatkan 39 gol dalam 152 penampilan. Sebelum itu, ia juga sempat berkembang bersama Everton.

Kini, ia harus beradaptasi dengan lingkungan baru di Barcelona. Dan sejauh ini, proses tersebut berjalan cukup positif.

"Saya sangat senang bermain di Premier League dan itu memainkan peran besar dalam perkembangan saya," kata Gordon.

"Namun, sepak bola Spanyol menuntut tingkat kecerdasan taktis dan teknis yang berbeda."

Satu Kesalahan Bisa Langsung Dihukum

Melansir ESPN, menurut Gordon, perbedaan paling terasa ada pada cara permainan berlangsung. Premier League terkenal dengan intensitas dan duel fisiknya, tetapi menurutnya tempo tersebut terkadang masih memberikan kesempatan kepada pemain untuk memperbaiki kesalahan.

Di Spanyol, situasinya berbeda.

"Di Inggris, intensitas permainan terkadang bisa menutupi kesalahan. Anda bisa kehilangan kendali bola dan tetap bisa menebusnya dengan memenangkan duel fisik berikutnya. Di sini, sentuhan pertama yang buruk atau kurangnya konsentrasi terkait posisi Anda bisa langsung dihukum."

"Ruangannya lebih kecil, keputusan harus dibuat lebih cepat, dan semuanya harus lebih tepat."

Gordon menilai kualitas teknis dan kemampuan mengambil keputusan menjadi aspek yang sangat penting di LaLiga. Pemain tidak bisa sekadar mengandalkan kecepatan atau kekuatan fisik untuk keluar dari masalah.

Hal tersebut juga membuat gaya permainan sejumlah tim Spanyol terasa berbeda dibandingkan tim-tim Inggris.

"Beberapa tim Liga Premier akan kesulitan memainkan gaya ini secara konsisten karena mereka mungkin tidak memiliki kesabaran atau kualitas di lini tengah yang dibutuhkan."

Premier League Tetap Sangat Intens

Meski menganggap LaLiga lebih menuntut dari sisi taktik dan teknik, Gordon tidak mengurangi kehebatan Premier League.

Justru, pemain berusia 25 tahun itu memahami mengapa banyak pemain Inggris menganggap kompetisi tersebut sebagai liga terbaik di dunia.

"Saya tidak akan menyangkal bahwa Premier League sangat intens. Temponya tanpa henti, ada pertarungan fisik di mana-mana, lemparan ke dalam yang panjang, tendangan sudut, dan banyak kontak fisik. Itulah mengapa banyak pemain Inggris percaya bahwa ini adalah liga terbaik di dunia. Mereka terbiasa dengan kekacauan semacam itu. Sepak bola di Spanyol berbeda."

Perbedaan itulah yang kini harus dihadapi Gordon bersama Barcelona.

Belum Cetak Gol, Tapi Sudah Berkontribusi

Gordon memang belum mencetak gol dalam tiga pertandingan LaLiga pertamanya bersama Barcelona. Namun, ia sudah mencatatkan tiga assist dan mulai mendapatkan kepercayaan dari Hansi Flick.

Ia menjadi starter untuk kedua kalinya secara beruntun ketika Barcelona mengalahkan Rayo Vallecano 5-2 pada Senin malam.

Dalam pertandingan tersebut, Gordon kembali menunjukkan kontribusinya dengan memberikan assist kepada Raphinha untuk gol keempat Barcelona.

Kecepatan yang menjadi salah satu senjata utamanya juga mulai terlihat lebih efektif dalam sistem Barcelona.

Menurut Gordon, cara bermain tim di sekelilingnya membuat kemampuan tersebut semakin berbahaya.

"Kecepatan saya menjadi lebih efektif di sini karena pergerakan di sekitar saya menciptakan peluang dan ruang, daripada semua orang hanya berlari lurus ke depan," katanya.

Jika adaptasinya terus berjalan seperti ini, Gordon berpotensi menjadi salah satu senjata penting Barcelona musim ini. Ia mungkin belum menemukan gol pertamanya, tetapi tiga assist dalam tiga pertandingan menunjukkan bahwa pemain Inggris tersebut sudah mulai memahami bagaimana memanfaatkan ruang dalam sepak bola Spanyol.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho