← Beranda
Pihak Lamine Camara Marah Setelah Kesepakatan dengan Chelsea Dibatalkan Monaco
M Shofyan Dwi KurniawanRabu, 2 September 2026 | 22.53 WIB
Lamine Camara / ig @lamine_camara_15

JawaPos.com - Drama transfer Lamine Camara ke Chelsea berakhir dengan kekecewaan besar. Sang pemain disebut sangat ingin pindah ke Stamford Bridge, tetapi AS Monaco secara mengejutkan membatalkan kesepakatan senilai £47 juta pada hari terakhir bursa transfer.

Melansir TEAMtalk, kubu Camara kini "sangat marah" dengan keputusan Monaco. Chelsea juga disebut sangat kecewa karena pembatalan terjadi ketika seluruh proses transfer sudah berada di tahap akhir.

Sebelumnya, gelandang internasional Senegal itu telah menyetujui kontrak berdurasi lima tahun dengan Chelsea. Ia bahkan sudah menjalani pemeriksaan medis setelah kedua klub mencapai kesepakatan.

Camara Sudah Siap ke London

Camara sangat antusias dengan peluang bergabung dengan Chelsea. Pemain berusia 22 tahun tersebut bahkan telah berbicara panjang lebar dengan Xabi Alonso selama proses negosiasi berlangsung.

Karena itu, ia merasa kepindahannya ke London tinggal menunggu waktu. Salah satu sumber mengatakan:

“Ini mengejutkan, semuanya sudah dilakukan dan disepakati. Monaco mengingkari perjanjian dan tindakan mereka sangat tidak profesional, tidak ada cara lain untuk menggambarkannya.”

“Lamine sudah siap pindah, sangat bersemangat untuk bergabung dengan salah satu klub terbesar di Eropa dan bekerja di bawah Xabi Alonso – yang telah dia ajak bicara panjang lebar menjelang kepindahannya. Dia sudah siap untuk ini dan sekarang jelas kecewa karena hal itu tidak terjadi.”

Camara sendiri disebut telah menunjukkan sikap yang jelas sepanjang proses negosiasi. Ia siap meninggalkan Monaco karena percaya kesepakatan antara kedua klub akan membawanya ke Inggris. Namun, keputusan Monaco pada menit-menit terakhir membuat semua rencana tersebut berantakan.

Pengganti Enzo Fernandez

Chelsea menjadikan Camara sebagai target utama untuk menggantikan Enzo Fernandez. Pada hari yang sama, Fernandez menyelesaikan kepindahannya ke Manchester City dengan nilai transfer mencapai £125 juta. Chelsea pun ingin segera mendapatkan pengganti sebelum bursa transfer ditutup.

Camara dianggap sebagai sosok yang tepat untuk mengisi kekosongan tersebut. Masalahnya, proses transfer yang awalnya berjalan mulus justru berakhir dengan kejutan besar.

Bagaimana Transfer Camara Gagal?

Drama tersebut sebenarnya sudah berlangsung sejak awal Deadline Day. Chelsea dan Camara sebelumnya telah mencapai kesepakatan mengenai persyaratan pribadi. Di sisi lain, Chelsea juga terus berusaha menyelesaikan persoalan terkait nilai transfer yang sebelumnya membuat negosiasi berjalan alot.

Monaco sempat menolak dua tawaran Chelsea. Namun, klub Prancis tersebut akhirnya kembali ke meja negosiasi dan menerima tawaran sekitar £47 juta atau €55 juta.

Setelah kesepakatan tercapai, Camara menjalani pemeriksaan medis dan kedua pihak meyakini transfer tersebut akan segera rampung.

Tetapi kemudian Monaco berubah pikiran. Keputusan tersebut terjadi di tengah ketidakpastian mengenai rencana kepindahan Folarin Balogun ke Everton. 

Transfer sang penyerang juga mengalami masalah di menit-menit terakhir, sehingga Monaco disebut kembali mempertimbangkan situasi skuad mereka. Pada akhirnya, kesepakatan Camara menjadi korban dari perubahan situasi tersebut.

Kekecewaan Besar di Deadline Day

Bagi Camara, kegagalan transfer ini terasa lebih menyakitkan karena hampir seluruh proses sudah diselesaikan.

Ia telah menyetujui kontrak, menjalani pemeriksaan medis, dan bahkan mempersiapkan diri untuk kehidupan baru di London. Pembicaraannya dengan Alonso juga membuatnya semakin yakin dengan kepindahan tersebut.

Chelsea pun memiliki alasan kuat untuk kecewa. The Blues ingin transfer Fernandez dan kedatangan penggantinya diselesaikan jauh sebelum batas waktu pukul 11 malam. Namun, keputusan Monaco yang datang begitu terlambat membuat rencana Chelsea berantakan.

Sumber yang dekat dengan situasi tersebut menyebut Chelsea terkejut dan sangat tidak senang dengan perkembangan tersebut karena mereka merasa kesepakatan sudah tercapai.

Kubu Camara merasakan kekecewaan yang sama. Sang pemain kini harus kembali ke Monaco setelah kepindahan yang sangat diinginkannya gagal pada tahap akhir. Sementara Chelsea harus mencari solusi baru untuk lini tengah mereka setelah kehilangan Fernandez.

Deadline Day yang seharusnya menjadi awal petualangan baru bagi Camara justru berubah menjadi salah satu kekecewaan terbesar dalam karier mudanya.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho