JawaPos.com - Liverpool nyaris mendapatkan tambahan penting di lini pertahanan pada hari terakhir bursa transfer. The Reds melakukan pendekatan terakhir untuk mendatangkan bek kanan Chelsea, Malo Gusto, tetapi negosiasi berakhir tanpa kesepakatan.
Liverpool memang membutuhkan tambahan pemain di posisi tersebut. Conor Bradley sedang mengalami masalah kebugaran, sementara Jeremie Frimpong masih harus beradaptasi dengan tuntutan defensif sebagai bek kanan.
Dalam situasi tersebut, Gusto muncul sebagai opsi yang cukup menarik. Namun, perbedaan pandangan mengenai struktur transfer membuat rencana Liverpool gagal terwujud.
Liverpool Ingin Pinjam Gusto
Melansir Caught Offside, menurut Fabrice Hawkins, Liverpool mencoba mendatangkan Gusto dengan status pinjaman selama satu musim pada 1 September.
Pemain internasional Prancis berusia 23 tahun itu dinilai cocok untuk kebutuhan Liverpool karena sudah memiliki pengalaman di Premier League, kemampuan menyerang yang baik, serta fleksibilitas dalam bermain di lini belakang.
Liverpool berharap bisa mendapatkan solusi jangka pendek tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Namun, Chelsea memiliki keinginan berbeda.
The Blues hanya terbuka terhadap pembicaraan mengenai transfer permanen dan tidak tertarik dengan skema peminjaman sederhana.
Liverpool sendiri menginginkan kesepakatan sementara tanpa kewajiban membeli di akhir masa pinjaman. Chelsea menolak pendekatan tersebut karena tetap menginginkan penjualan permanen. Perbedaan tersebut akhirnya membuat negosiasi terhenti.
Liverpool Tak Punya Ruang untuk Transfer Permanen
Persoalan utama berada pada sisi finansial. Liverpool tidak memiliki ruang untuk mengeluarkan dana besar pada jam-jam terakhir bursa transfer setelah menghabiskan banyak uang sepanjang musim panas.
Karena itu, mereka lebih memilih opsi pinjaman untuk Gusto. Sementara Chelsea tidak ingin melepas pemain berusia 23 tahun tersebut dengan skema yang tidak memberikan kepastian mengenai transfer permanen. Kedua klub akhirnya tidak menemukan titik temu sebelum bursa transfer ditutup.
Mengapa Liverpool Begitu Membutuhkan Bek Kanan?
Kegagalan mendapatkan Gusto sebenarnya lebih dari sekadar transfer yang batal. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Liverpool merasa membutuhkan tambahan di sektor bek kanan.
Conor Bradley yang mengalami masalah cedera membuat pilihan di posisi tersebut semakin terbatas. Di sisi lain, Jeremie Frimpong masih beradaptasi dengan tuntutan bertahan setelah lebih dikenal sebagai pemain yang agresif membantu serangan.
Gusto dianggap bisa menjadi solusi yang masuk akal. Ia memiliki kecepatan, nyaman ketika membantu serangan, dan sudah memahami intensitas sepak bola Inggris. Dengan status pinjaman, Liverpool juga bisa mendapatkan kedalaman tanpa menambah beban finansial besar.
Namun, Chelsea juga memiliki alasan untuk mempertahankan sikap mereka. Meminjamkan pemain berusia 23 tahun yang sudah cukup berpengalaman kepada rival Premier League tidak memberikan banyak keuntungan jika tidak ada jalur yang jelas menuju penjualan permanen.
Bisa Jadi Masalah di Kemudian Hari
Kegagalan transfer ini belum tentu menjadi bencana bagi Liverpool. Namun, situasinya berpotensi menjadi masalah jika kondisi kebugaran Bradley tidak segera membaik atau Frimpong kesulitan memenuhi tuntutan defensif di posisi bek kanan.
Liverpool sudah menunjukkan bahwa mereka melihat sektor tersebut sebagai area yang perlu diperkuat. Sayangnya, upaya terakhir mereka pada Deadline Day tidak membuahkan hasil.
Kini, The Reds harus menjalani musim dengan opsi yang tersedia di skuad. Bagi Andoni Iraola, situasi ini tentu membuat posisi di lini belakang sedikit lebih rentan.
Jika masalah kebugaran Bradley berlanjut dan Frimpong membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi, Liverpool mungkin akan melihat kembali kegagalan mendapatkan Gusto sebagai salah satu keputusan yang mereka sesali.