← Beranda
Alasan Tidak Ada Intervensi VAR Saat Liverpool Merasa Dirugikan oleh Lemparan Curang Liam Delap
M Shofyan Dwi KurniawanSelasa, 1 September 2026 | 18.31 WIB
Alasan Tidak Ada Intervensi VAR Saat Liverpool Merasa Dirugikan oleh Lemparan Curang Liam Delap / ig @liverpoolfc

JawaPos.com - Liverpool kembali gagal meraih kemenangan di awal musim setelah ditahan imbang Nottingham Forest 2-2 di Anfield. Namun, salah satu momen yang paling banyak diperdebatkan justru terjadi sebelum gol kedua tim tamu.

Liam Delap menjadi pusat perhatian setelah lemparan ke dalamnya mengawali rangkaian serangan yang berujung penalti untuk Forest.

Pemain yang baru didatangkan dari Chelsea dengan nilai transfer hingga £50 juta itu melepaskan lemparan kepada Neco Williams. Sang bek kemudian menerobos ke kotak penalti sebelum dijatuhkan kiper Alisson.

Morgan Gibbs-White menjalankan tugasnya dengan sempurna dari titik putih dan membuat Forest kembali unggul 2-1. Namun, para pendukung Liverpool mempertanyakan keabsahan lemparan Delap.

Kaki Delap Dianggap Terangkat

Melansir Talksport, dalam aturan IFAB, seorang pemain yang melakukan lemparan ke dalam harus menghadap lapangan dan melempar bola menggunakan kedua tangan dari belakang serta melewati kepala.

Selain itu, sebagian dari setiap kaki harus berada di garis samping atau di tanah di luar garis tersebut ketika melakukan lemparan.

Tayangan ulang kemudian menjadi bahan perdebatan di media sosial. Sejumlah penggemar Liverpool menilai Delap tampak mengangkat salah satu kakinya dari tanah ketika melakukan lemparan.

"Lemparan curang paling terang-terangan yang pernah Anda lihat dari Liam Delap," kata salah satu pengguna di X.

Pengguna lainnya mempertanyakan:

"Tidak yakin mengapa itu tidak diperiksa."

Sementara yang lain bertanya:

"Apakah hanya saya yang berpikir bahwa lemparan Delap itu merupakan pelanggaran yang berujung pada penalti?"

Namun, meski muncul berbagai protes, tidak ada intervensi VAR untuk meninjau ulang lemparan tersebut.

VAR Memang Tidak Punya Wewenang

Mantan wasit Premier League, Graham Scott, menjelaskan bahwa VAR memang tidak diperbolehkan untuk melakukan intervensi dalam situasi seperti ini.

"Protokol VAR tidak mengizinkannya," kata Scott, yang pernah memimpin 107 pertandingan Premier League, dalam sebuah unggahan di X.

Dengan kata lain, sekalipun lemparan tersebut dianggap melanggar aturan, VAR tidak memiliki kewenangan untuk memanggil wasit dan meminta keputusan diulang.

Namun, Scott juga memberikan pandangan menarik setelah melihat tayangan ulang insiden tersebut.

"Bagaimanapun, tampaknya kaki pelempar hanya terangkat dari tanah setelah melepaskan lemparan, yang akan membuat lemparan tersebut sah."

"Apakah itu pena atau bukan, itu masalah lain."

Jadi, ada dua persoalan berbeda dalam insiden tersebut.

Pertama, apakah lemparan Delap benar-benar melanggar aturan? Menurut Scott, tayangan ulang justru menunjukkan kemungkinan bahwa lemparan tersebut sah karena kakinya baru terangkat setelah bola dilepaskan.

Kedua, apakah pelanggaran lemparan ke dalam dapat ditinjau VAR? Jawabannya tidak, karena insiden tersebut berada di luar protokol intervensi VAR.

Liverpool Tetap Selamatkan Satu Poin

Kontroversi tersebut semakin terasa penting karena terjadi hanya beberapa menit setelah Liverpool menyamakan kedudukan.

Forest tampil lebih baik pada babak pertama dan membuka skor melalui Dan Ndoye pada menit ke-24. Liverpool sempat menyamakan kedudukan lewat Florian Wirtz, tetapi gol tersebut dianulir karena offside.

Alexander Isak akhirnya mencetak gol penyama kedudukan setelah pertandingan berjalan sekitar satu jam.

Tidak lama kemudian, rangkaian lemparan Delap, aksi Neco Williams, pelanggaran Alisson, dan eksekusi Gibbs-White membuat Forest kembali berada di atas angin.

Liverpool akhirnya terhindar dari kekalahan setelah Victor Munoz mencetak gol penyama kedudukan pada menit-menit akhir. Hasil 2-2 tersebut membuat kedua tim harus puas berbagi poin.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho