JawaPos.com - Roberto De Zerbi meminta maaf kepada para penggemar Tottenham Hotspur setelah timnya kembali menelan kekalahan di awal musim Premier League 2026/27. Namun, pelatih asal Italia itu memastikan Spurs tidak akan panik meski harus mengawali musim dengan dua kekalahan beruntun.
Tottenham kembali gagal meraih hasil positif ketika menjamu Newcastle United pada Sabtu. Spurs takluk 0-2 setelah Yoane Wissa dan Anthony Elanga mencetak gol untuk membawa The Magpies pulang dengan tiga poin.
Hasil tersebut semakin memperburuk awal musim Tottenham. Sebelumnya, mereka juga kalah dari Brentford pada pertandingan pembuka. Artinya, Spurs telah kebobolan lima gol tanpa mampu mencetak satu pun gol dalam dua pertandingan pertama.
Situasi tersebut tentu menjadi sorotan karena Tottenham menghabiskan sekitar £320 juta pada bursa transfer musim panas. Namun, De Zerbi mengingatkan bahwa perubahan besar tidak bisa langsung memberikan hasil instan.
De Zerbi: Tottenham Tidak Akan Panik
De Zerbi memahami kekecewaan yang dirasakan para pendukung. Ia bahkan secara langsung menyampaikan permintaan maaf setelah kekalahan dari Newcastle.
"Kami tidak akan panik," katanya kepada Sky Sports. "Saya tahu betul ke mana kita akan pergi, apa rencananya, dan masalah sulit apa yang mungkin kita temui di jalan."
“Saya minta maaf kepada para penggemar dan para pemain atas hasil ini, tetapi kami harus meningkatkan performa dan mengubah dua musim seperti dua musim terakhir dalam 10 hari dan dengan banyaknya orang di bursa transfer adalah hal yang mustahil.
“Kita harus bekerja keras di lapangan dan menemukan koneksi dengan para pemain karena musim lalu sebelum akhir musim kita berada di Championship dan kita bertahan bersama.”
Menurut De Zerbi, Tottenham memang membutuhkan perubahan besar setelah melewati periode sulit. Spurs bahkan nyaris terdegradasi pada musim sebelumnya, sehingga membangun kembali tim dalam waktu singkat bukanlah pekerjaan sederhana.
"Sekarang kita harus tetap tenang dan fokus pada peningkatan. Kita memiliki skuad yang hebat dan pemain-pemain hebat, kita tidak bisa menggunakan semua pemain yang kita datangkan, tetapi jika kita bekerja dengan cara ini dan percaya pada diri kita sendiri, saya pikir kita akan mengubah dua musim terakhir."
Pelatih Italia itu juga meminta semua pihak untuk bersabar. Baginya, proses membangun kembali Tottenham harus dijalani secara bertahap, bukan dipaksakan hanya demi mendapatkan hasil secepat mungkin.
“Jika kecepatan lebih penting daripada perjalanan, kita tidak akan bisa menemukan solusi untuk dua musim terakhir.”
De Zerbi Nilai Tottenham Tidak Sepantasnya Kalah
Meski menerima kenyataan bahwa Tottenham kembali kalah, De Zerbi merasa skor akhir tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan.
Spurs sebenarnya mampu tampil lebih baik pada periode awal pertandingan. Namun, masalah di lini pertahanan membuat mereka kesulitan mempertahankan momentum.
"Kecewa dengan hasilnya karena sampai gol pertama yang kami kebobolan, saya pikir kami bermain lebih baik daripada Newcastle," katanya kepada BBC Sport.
“Kami kehilangan penguasaan bola di babak pertama karena kami tidak bertahan dengan benar, jarak antara pemain bertahan dan penyerang terlalu besar.
"Kita bisa meningkatkan performa di fase pertahanan, tetapi hasil hari ini tidak adil."
Dua kekalahan dari Brentford dan Newcastle membuat Tottenham kini berada di dasar klasemen. Meski begitu, De Zerbi menolak menjadikan hasil buruk tersebut sebagai alasan untuk mengubah rencana.
Baginya, tantangan terbesar Tottenham saat ini bukan sekadar menemukan pemain berkualitas, melainkan membangun koneksi dan mentalitas baru di dalam skuad.
Dengan banyak pemain baru yang masih harus beradaptasi, De Zerbi memilih untuk tetap tenang. Ia percaya Tottenham masih memiliki cukup kualitas untuk bangkit, tetapi proses tersebut membutuhkan waktu dan kerja keras.
***