JawaPos.com - David Moyes memahami mengapa suporter Everton begitu marah ketika muncul kabar bahwa Harrison Armstrong bisa meninggalkan klub. Bagi sang manajer, para pendukung memang layak didengarkan, meski keputusan akhir tetap berada di tangan klub.
Armstrong menjadi sorotan saat Everton bermain imbang 1-1 melawan Bournemouth di Vitality Stadium. Pemain berusia 19 tahun itu tampil sebagai starter dan bermain selama 87 menit sebelum digantikan Charly Alcaraz.
Di tengah pertandingan, suporter tandang Everton berulang kali menyuarakan ancaman bahwa akan terjadi "kerusuhan" jika klub benar-benar menjual Armstrong.
Reaksi tersebut muncul setelah Nottingham Forest dilaporkan mengajukan tawaran sebesar £40 juta untuk gelandang internasional Inggris U-19 itu. Armstrong dianggap sebagai salah satu talenta terbaik yang muncul dari akademi Finch Farm dalam beberapa tahun terakhir.
Melansir BBC Sport, Moyes tidak menutup telinga terhadap keresahan tersebut.
"Saya rasa kita harus selalu mempertimbangkan pendapat para pendukung; pendukung tidak selalu salah," kata manajer Everton, Moyes.
Meski demikian, pria asal Skotlandia itu juga memahami bahwa klub terkadang harus mengambil keputusan yang tidak populer.
"Namun, ada juga saat-saat di mana saya bertemu orang-orang di klub yang benar-benar berpengaruh dan membuat keputusan sulit."
Moyes kemudian mengingat sejumlah figur yang pernah mengambil keputusan penting dalam kariernya, termasuk Bryan Gray di Preston North End dan Sir Philip Carter di Everton.
"Saya akan memasukkan Bryan Gray, yang pernah berada di Preston North End, dan Sir Philip Carter, yang berada di Everton ketika saya pertama kali datang. Tidak semua keputusan itu populer, dan terkadang mereka harus melakukannya karena berbagai alasan."
Menurut Moyes, seorang manajer maupun klub terkadang harus melihat gambaran yang lebih besar daripada sekadar keputusan yang disukai atau tidak disukai suporter.
"Manajer terkadang harus membuat keputusan tentang pemain dan itu terasa seperti keputusan besar. Tetapi terkadang ada keputusan yang lebih besar yang harus dibuat dan klub, saya yakin, akan membuat keputusan yang menurut mereka tepat."
Namun, Moyes juga ingin para pendukung mengetahui bahwa dirinya memahami perasaan mereka sebagai bagian dari Everton.
"Jika saya harus mengatakan sesuatu kepada mereka (para penggemar), saya akan mengatakan bahwa manajer mereka adalah seorang Evertonian."
Moyes Frustrasi dengan Bursa Transfer
Kasus Armstrong bukan satu-satunya persoalan yang membuat Moyes frustrasi. Sang manajer juga masih menunggu tambahan pemain untuk memperkuat skuad Everton.
Everton telah mencari pengganti Seamus Coleman di posisi bek kanan selama lebih dari setahun. Setelah kemenangan 4-0 atas Preston North End di Carabao Cup, Moyes secara terbuka menyatakan keinginannya agar klub mendatangkan bala bantuan.
Karena itu, keputusan mengenai Armstrong sepenuhnya bukan berada di tangan sang manajer.
"Ini bukan pertanyaan untuk saat ini. Ini akan menjadi keputusan klub," katanya.
Moyes juga mempertanyakan mengapa bursa transfer masih dibuka ketika kompetisi sudah berjalan. Menurutnya, situasi tersebut menciptakan terlalu banyak spekulasi dan membuat klub maupun pemain berada dalam posisi yang tidak ideal.
"Selama bertahun-tahun saya berada di Premier League, ini mungkin pertama kalinya saya berpikir bahwa sungguh tidak masuk akal kita masih memainkan pertandingan padahal jendela transfer masih terbuka," kata Moyes.
"Rasanya akan lebih baik jika kita menutupnya saja."
"Mungkin memang seperti inilah keadaan saya saat ini, saya mungkin akan merasa lebih baik pada hari Selasa, tetapi saat ini hal itu masih menyisakan terlalu banyak pertanyaan, terlalu banyak spekulasi, terutama dari media."
Moyes pernah menghadapi situasi serupa sepanjang kariernya. Ia menyebut Wayne Rooney, Mikel Arteta, Joleon Lescott ketika masih di Everton, serta Declan Rice ketika menangani West Ham sebagai contoh pemain penting yang akhirnya harus dilepas.
"Jika saya melihat ke belakang selama bertahun-tahun, kembali ke Wayne Rooney, Mikel Arteta, Joleon Lescott, pemain-pemain di Everton yang tidak ingin saya kehilangan, dan yang lebih baru Declan Rice di West Ham, terkadang itu adalah bagian dari perjalanan dan Anda harus membangun kembali."
Armstrong Jadi Ujian Besar bagi Everton
Bagi Everton, keputusan mengenai Armstrong berpotensi menjadi salah satu momen penting di bawah kepemilikan Friedkin Group.
Minat Nottingham Forest terhadap sang gelandang memang nyata, tetapi belum ada indikasi bahwa Everton siap menerima tawaran tersebut. Jika transfer terjadi, reaksi suporter kemungkinan akan jauh lebih besar daripada sekadar kekecewaan biasa.
Armstrong dipandang sebagai salah satu produk akademi paling menjanjikan Everton dalam beberapa tahun terakhir. Ia juga sudah menunjukkan performa yang cukup matang meski baru berusia 19 tahun.
Situasinya menjadi semakin menarik karena Moyes sendiri tengah berusaha membangun skuad yang lebih kuat. Menjual salah satu aset muda terbaik klub pada saat sang manajer justru meminta tambahan pemain tentu akan menimbulkan pertanyaan mengenai arah proyek Everton.
Terlebih lagi, Iliman Ndiaye juga belakangan dikaitkan dengan Manchester City.
Bagi suporter Everton, kehilangan pemain terbaik memang bukan sesuatu yang baru. Namun, jika Armstrong justru pergi ke Nottingham Forest, klub yang secara tradisional mereka harapkan bisa menjadi pesaing, keputusan tersebut mungkin terasa jauh lebih sulit diterima.
Karena itu, bagaimana Everton merespons pendekatan Forest terhadap Armstrong bisa menjadi ujian penting bagi Friedkin Group maupun Moyes.
***