JawaPos.com - Liga Champions 2026/27 langsung menyajikan duel yang sarat cerita. Real Madrid akan mengawali perjalanan mereka di fase liga dengan menjamu Inter Milan di Santiago Bernabeu pada 8 September.
Bagi Inter, laga tersebut bukan sekadar pertandingan pembuka. Kembali ke Bernabeu akan menghadirkan kenangan tersendiri, terlebih karena mereka akan berhadapan dengan Jose Mourinho, sosok yang pernah membawa Nerazzurri meraih kejayaan di Eropa.
Mourinho pernah menangani Inter pada 2008 hingga 2010. Puncaknya terjadi pada 2010 ketika ia membawa klub Italia tersebut menjuarai Liga Champions setelah mengalahkan Bayern Munich di final yang digelar di Bernabeu.
Kini, 13 tahun setelah periode pertamanya bersama Real Madrid, Mourinho akan kembali ke kompetisi Eropa bersama klub yang berbeda dan langsung menghadapi mantan timnya.
Marotta Nantikan Pertemuan di Bernabeu
Melansir Defensa Central, Presiden Inter, Giuseppe Marotta, mengakui bahwa pertandingan tersebut akan menghadirkan emosi spesial bagi klubnya.
“Ketika kita berbicara tentang Liga Champions, pesona dan emosinya selalu ada, meskipun bagi saya ini akan menjadi tahun ketiga belas atau keempat belas secara berturut-turut,” ujar Marotta.
Ia juga menyoroti konsistensi Inter di kompetisi elite Eropa. Musim 2026/27 akan menjadi keikutsertaan kesembilan Nerazzurri secara beruntun di Liga Champions.
“Kami akan mengadakan pertemuan khusus dengan Mourinho, kami akan kembali ke Bernabeu: kami akan mengalami banyak emosi yang sangat sesuai dengan acara ini, yang terpenting di panggung dunia,” lanjutnya.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Inter untuk kembali merasakan atmosfer salah satu stadion paling ikonik di Eropa.
Format Baru Membuat Persaingan Lebih Sulit Diprediksi
Marotta juga mengakui bahwa format baru Liga Champions membuat perjalanan setiap klub menjadi semakin sulit diprediksi.
“Saya yakin kita akan memiliki grup yang hebat, meskipun dengan format ini ada banyak ketidakpastian hingga hari pertandingan terakhir sebelum kita tahu apakah kita akan lolos ke babak selanjutnya,” katanya.
Dengan format fase liga, setiap pertandingan memiliki arti penting dalam menentukan posisi akhir. Karena itu, Inter tidak ingin kehilangan momentum sejak pertandingan pertama.
Inter Tetap Ambisius
Meski harus menghadapi salah satu klub terbesar Eropa sejak awal, Marotta menegaskan bahwa Inter tidak akan datang ke Madrid hanya untuk bertahan.
“Kami selalu ambisius. Anda harus seperti itu dalam olahraga: namun, ambisi bukan berarti kesombongan,” tegasnya.
Menurut Marotta, perjalanan Inter dalam beberapa tahun terakhir telah membawa klub kembali ke jajaran elite Eropa. Karena itu, mereka memiliki tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik.
“Pada saat yang sama, kita memiliki hak untuk bermimpi. Ketika mimpi menjadi kenyataan, itu karena mimpi tersebut bergantung pada partisipasi aktif dari kita,” pungkasnya.
Pertandingan Real Madrid vs Inter Milan pun berpotensi menjadi salah satu laga paling menarik pada awal Liga Champions 2026/27. Selain mempertemukan dua klub bersejarah, duel ini juga akan menjadi panggung emosional bagi Mourinho ketika kembali ke Bernabeu.
***