JawaPos.com - Kylian Mbappé kembali membuat sejarah bersama Real Madrid. Hat-trick ke gawang Real Sociedad membawa penyerang Prancis itu mencapai 100 kontribusi gol untuk Los Blancos hanya dalam 105 penampilan.
Catatan tersebut jelas luar biasa. Namun, ketika nama Mbappé mulai disandingkan dengan Cristiano Ronaldo, angkanya justru menunjukkan bahwa legenda Portugal itu masih berada di depan.
José Mourinho, yang kini kembali menangani Madrid, bahkan mengaku enggan membandingkan keduanya. Meski begitu, ia tidak ragu memberikan pujian besar kepada Mbappé.
“Saya tidak suka membandingkan pemain,” tegas José Mourinho, “tetapi orang ini luar biasa.”
Ronaldo Lebih Cepat Capai 100 Kontribusi Gol
Melansir Sports Illustrated, Mbappé membutuhkan 105 pertandingan untuk mengoleksi 100 gol dan assist. Rinciannya adalah 89 gol dan 11 assist.
Sementara itu, Ronaldo mencapai angka yang sama jauh lebih cepat. Hanya dalam 86 pertandingan, Ronaldo sudah mengumpulkan 79 gol dan 21 assist.
Artinya, Ronaldo bukan hanya lebih cepat mencapai 100 kontribusi gol, tetapi juga memiliki jumlah assist hampir dua kali lipat dibandingkan Mbappé pada titik yang sama.
Mbappé memang lebih produktif dalam urusan mencetak gol. Namun, Ronaldo memberikan kontribusi yang lebih seimbang sebagai pencetak gol sekaligus kreator.
Peran Mbappé Juga Berbeda
Perbandingan tersebut harus dilihat dengan konteks. Ketika Ronaldo mencapai 100 kontribusi gol, ia masih lebih sering beroperasi sebagai pemain sayap.
Ronaldo baru semakin bergeser ke posisi yang lebih sentral pada tahun-tahun terakhirnya di Madrid. Transformasi tersebut membuatnya semakin fokus menjadi mesin gol.
Mbappé justru mengalami perubahan serupa sejak awal kariernya di Madrid. Kehadiran Vinícius Júnior di sisi kiri membuatnya lebih sering beroperasi di area tengah.
Hasilnya langsung terlihat dalam statistik gol. Mbappé sudah mengoleksi lebih banyak gol dibandingkan Ronaldo pada titik 100 kontribusi tersebut, tetapi kontribusi assist-nya jauh lebih rendah.
Mbappé Mulai Menjawab Kritik
Awal musim ini sempat kembali diwarnai kritik terhadap Mbappé. Ia gagal mencetak gol dalam pertandingan kompetitif pertama Madrid melawan Espanyol.
Namun, responsnya tidak membutuhkan waktu lama. Hat-trick melawan Real Sociedad membuat Mbappé kembali menjadi pusat perhatian. Ia bahkan menuliskan pesan singkat di media sosial:
“Belum puas? Hat-trick...”
Meski demikian, kritik terhadap Mbappé belum sepenuhnya hilang. Sebagian pihak masih mempertanyakan kemampuannya tampil konsisten dalam pertandingan besar dan kontribusinya terhadap permainan tim. Mourinho jelas tidak termasuk kelompok tersebut.
Mourinho Tak Peduli Rekor Individu Tanpa Trofi
Mourinho justru menekankan bahwa jumlah gol bukan satu-satunya ukuran kesuksesan seorang penyerang. Ketika ditanya apakah Mbappé bisa menyamai rekor 60 gol Harry Kane dalam satu musim, Mourinho memberikan jawaban yang sangat khas.
“Saya lebih suka 40 gol dengan gelar juara daripada 60 gol tanpa gelar juara. Saya lebih suka 40 gol dengan banyak kontribusi untuk tim daripada 60 gol hanya bermain untuk dirinya sendiri, seperti yang sering terjadi pada para penyerang.”
Pesan tersebut cukup jelas. Mourinho ingin Mbappé bukan sekadar menjadi mesin gol, tetapi juga pemain yang membantu Madrid berkembang sebagai sebuah tim.
Ia bahkan menyoroti etos kerja Mbappé yang datang lebih awal dalam persiapan tim dan kesediaannya bekerja untuk kepentingan kolektif.
Ronaldo Masih Unggul, tetapi Mbappé Punya Waktu
Jika menggunakan angka setelah 100 kontribusi gol sebagai patokan, Cristiano Ronaldo masih unggul atas Mbappé.
Ronaldo mencapainya dalam 19 pertandingan lebih sedikit dan memberikan 10 assist lebih banyak. Namun, Mbappé baru berusia 27 tahun dan masih memiliki banyak waktu untuk mengejar berbagai rekor Ronaldo.
Yang membuat perbandingan ini semakin menarik adalah produktivitas gol Mbappé. Dengan 89 gol dalam 105 pertandingan, ia menunjukkan bahwa dirinya memiliki kemampuan mencetak gol yang luar biasa sejak awal karier di Madrid.
Kini tantangannya bukan lagi membuktikan bahwa ia bisa mencetak gol. Tantangannya adalah mengubah gol-gol tersebut menjadi trofi dan meninggalkan warisan yang setara dengan Cristiano Ronaldo di Santiago Bernabéu.
***