JawaPos.com - Inter Miami sedang memasuki fase baru setelah klub menunjuk Cristian 'Kily' González sebagai pelatih kepala baru. Namun, pergantian tersebut langsung memunculkan satu pertanyaan: apakah Lionel Messi ikut menentukan keputusan tersebut?
Melansir ESPN, manajer sementara Inter Miami, Guillermo Hoyos, buru-buru memberikan klarifikasi. Menurutnya, keputusan menunjuk González sepenuhnya berasal dari institusi klub, bukan atas permintaan Messi.
"Tidak, tidak, [bukan ide Messi untuk merekrut González.] Itu adalah inisiatif institusi," kata Hoyos pada Jumat pagi.
Baca Juga: Lionel Messi Terancam Sanksi Setelah Terlibat Insiden dengan Quinn Sullivan dalam Laga MLS
Pernyataan tersebut sekaligus membantah spekulasi bahwa hubungan masa lalu antara González dan Messi menjadi faktor utama dalam keputusan Inter Miami.
Keduanya memang pernah menjadi rekan satu tim di tim nasional Argentina. González dan Messi bermain bersama dalam dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Peru dan Uruguay pada 2005.
Messi Tetap Punya Pengaruh
Meski membantah Messi berada di balik perekrutan González, Hoyos mengakui bahwa pemain dengan status sebesar Messi secara alami memiliki pengaruh di sebuah klub.
"Saya pikir Messi memiliki pengaruh yang wajar dari pemain dengan kepribadian dan kehebatan seperti itu. Saya membayangkan hal yang sama juga terjadi di tempat lain; misalnya, ketika Anda berada di Boca Juniors, Anda mungkin berkonsultasi dengan seseorang seperti [Leandro] Paredes.”
“Karena Paredes benar-benar sosok ikonik di Boca, dan kata-katanya memiliki bobot yang nyata terkait keberlanjutan seorang pelatih atau kedatangan pelatih baru."
Namun, dalam kasus González, Hoyos menegaskan bahwa keputusan tetap berada di tangan manajemen Inter Miami.
González Datang di Tengah Periode Sulit
Pelatih asal Argentina tersebut mengambil alih Inter Miami ketika tim sedang berada dalam periode yang tidak ideal.
Dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi, Inter Miami tidak meraih kemenangan, dengan catatan empat kekalahan dan satu hasil imbang.
Meski begitu, posisi mereka di klasemen MLS masih cukup menjanjikan. Inter Miami berada di peringkat kedua Wilayah Timur dengan 39 poin dari 21 pertandingan.
Karena itu, tugas González bukan sekadar memperbaiki hasil pertandingan, tetapi juga menjaga agar tim tetap berada dalam persaingan papan atas.
Hoyos Siap Membantu González
Hoyos sendiri memastikan proses pergantian pelatih berlangsung secara profesional. Ia mengatakan komunikasi antara dirinya dan klub tetap berjalan terbuka sejak awal.
"Saluran komunikasi telah terbuka sejak hari pertama. Itu wajar, mengingat bagaimana kami turun tangan untuk menangani situasi tertentu, itu adalah peran yang terus berlanjut," kata Hoyos pada hari Jumat.
"Sekarang, mereka telah menemukan seseorang yang, menurut saya, sangat cocok, sangat cakap, dan benar-benar mampu membantu membawa klub ke level yang pantas dicapai. Itu sangat jelas. Para pemain hebat di sana akan bersinar sama terangnya seperti saat bersama kami, dan kita akan benar-benar menikmati keindahan permainan ini."
Hoyos bahkan bersedia membantu González melewati masa transisi ketika pelatih baru tersebut mulai bekerja di Inter Miami.
"Kami terbuka untuk semua situasi ini. Ketika Kily tiba, kami pasti akan berkumpul untuk berbicara dan mendiskusikan berbagai hal. Kami sepenuhnya siap membantu mereka; kami adalah bagian dari klub ini," kata Hoyos.
Bagi Hoyos, pergantian pelatih bukan sesuatu yang perlu dibesar-besarkan. Ia justru melihatnya sebagai bagian dari proses perkembangan klub.
"Oleh karena itu, saya ingin berterima kasih kepada seluruh staf yang telah memberikan dukungan luar biasa kepada kami. Kita telah berbagi beberapa momen yang sangat membahagiakan, jadi ini bukanlah sebuah drama.”
“Sebaliknya, ini adalah kesempatan untuk perbaikan, evolusi, dan pertumbuhan, dan kita perlu memberikan dukungan penuh dalam hal itu."
Hoyos Absen di Laga Berikutnya
Menariknya, Hoyos tidak akan berada di pinggir lapangan ketika Inter Miami menghadapi CF Montreal pada Sabtu.
Ia harus menjalani skorsing satu pertandingan setelah berulang kali melanggar kebijakan liga terkait keterlambatan waktu kick-off.
Dengan demikian, González belum langsung mengambil alih di pertandingan tersebut. Sementara proses administrasi dan izin kerja masih diselesaikan, Hoyos tetap menjalankan peran interim sebelum akhirnya menyerahkan kendali kepada pelatih baru.
Kini, tantangan berikutnya ada di tangan González. Ia datang dengan tugas berat untuk mengakhiri periode tanpa kemenangan sekaligus membawa Inter Miami kembali ke jalur positif.