← Beranda
Kericuhan Old Firm Berujung Sanksi, Celtic dan Rangers Wajib Main Tanpa Suporter di Piala Skotlandia
Andre Rizal HanafiSabtu, 29 Agustus 2026 | 13.57 WIB
Situasi Old Firm Derby yang berujung sanksi. (istimewa)

 

JawaPos.com - Celtic dan Rangers harus menerima hukuman setelah kericuhan suporter yang terjadi dalam pertemuan kedua tim pada perempat final Piala Skotlandia musim lalu. Kedua klub sama-sama diwajibkan menjalani pertandingan kandang berikutnya di ajang tersebut tanpa kehadiran penonton.

Tak hanya bermain di stadion yang kosong, Celtic dan Rangers juga harus membayar GBP 100.000 kepada tim yang nantinya menjadi lawan mereka dalam pertandingan tersebut.

Sanksi itu dijatuhkan menyusul kericuhan yang terjadi setelah Celtic menyingkirkan Rangers melalui drama adu penalti di Ibrox pada perempat final Piala Skotlandia musim lalu.

Baca Juga: Comeback Gila! LASK Balikkan Celtic dari Agregat 0-4 hingga ke Liga Champions

Setelah pertandingan berakhir, sejumlah suporter dari kedua kubu masuk ke lapangan.

Situasi kemudian berkembang menjadi lebih serius. Kembang api dan sejumlah benda dilemparkan, sementara polisi harus membuat barikade di lapangan untuk memisahkan suporter kedua tim.

Beberapa petugas kepolisian mengalami luka dan sejumlah orang ditangkap terkait insiden tersebut.

Celtic dan Rangers sebelumnya memberikan keterangan kepada panel yudisial independen setelah didakwa berdasarkan Scottish FA Disciplinary Rule 37. Aturan tersebut berkaitan dengan perilaku yang dianggap tidak dapat diterima dalam pertandingan.

Baca Juga: Prediksi Skor LASK Linz vs Celtic di Kualifikasi Liga Champions: Kans Berakhir Imbang!

Selain hukuman satu laga tanpa penonton, kedua klub juga mendapat peringatan keras. Mereka bisa kembali menjalani pertandingan kandang tanpa penonton apabila terjadi insiden serupa dalam pertandingan Piala Skotlandia berikutnya.

Celtic menjadi pihak yang langsung menyampaikan keberatan atas keputusan tersebut. Klub asal Glasgow itu mengaku terkejut dengan hukuman yang dianggap terlalu berat dibandingkan kejadian yang berlangsung.

Celtic tetap menegaskan bahwa klub tidak pernah membenarkan tindakan suporter memasuki lapangan. Mereka juga menyebut sudah beberapa kali mengambil langkah terhadap pendukung yang melakukan pelanggaran serupa.

Namun, Celtic merasa panel seharusnya mempertimbangkan konteks pertandingan dan suasana emosional setelah kemenangan mereka. Klub juga menilai ada perbedaan penting karena pertandingan tersebut berlangsung di markas Rangers, sehingga Celtic bukan pihak yang bertanggung jawab atas pengamanan stadion.

Celtic mengatakan akan mempelajari laporan dan alasan lengkap dari panel sebelum menentukan langkah selanjutnya. Sementara itu, Rangers belum memberikan komentar terkait keputusan tersebut.

Baca Juga: Prediksi Skor Celtic vs LASK Linz di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Potensi The Hoops Menang!

Hukuman ini menjadi salah satu sanksi paling tegas yang diberikan dalam beberapa tahun terakhir untuk persoalan perilaku suporter di sepak bola Skotlandia.

Sebelumnya, Scottish FA dan SPFL lebih sering menjatuhkan denda atau mengurangi alokasi tiket ketika terjadi pelanggaran seperti penggunaan kembang api.

Sebuah tinjauan independen yang diterbitkan bulan lalu menyebut kericuhan dalam laga Celtic melawan Rangers tersebut hanya berjarak sangat tipis dari potensi berkembang menjadi bentrokan massal.

Baca Juga: Tinggalkan Celtic, Bintang Jepang Daizen Maeda Hijrah ke Ipswich Town

Laporan itu juga menemukan adanya kekurangan dari kedua klub dan mengkritik Scottish FA karena dinilai belum cukup tegas menghadapi persoalan kericuhan suporter.

Sanksi terhadap Celtic dan Rangers diperkirakan mulai berlaku ketika kedua klub memasuki Piala Skotlandia musim ini pada Januari mendatang. Keputusan tersebut sekaligus menjadi pesan tegas bahwa perilaku suporter yang membahayakan keamanan tidak lagi akan ditoleransi.

EDITOR: Edi Yulianto