JawaPos.com - Inter Miami dikabarkan segera menunjuk Cristian “Kily” Gonzalez sebagai pelatih baru Lionel Messi. Pergantian tersebut dilakukan setelah klub menjalani periode sulit dalam lima pertandingan terakhir.
Inter Miami kembali melakukan perubahan di kursi pelatih. Guillermo Hoyos yang sebelumnya dipercaya menggantikan Javier Mascherano pada April 2026 disebut akan meninggalkan posisinya setelah gagal membawa tim keluar dari periode buruk.
Sebagai penggantinya, Inter Miami dikabarkan memilih Kily Gonzalez. Pelatih asal Argentina itu mendapat tugas berat untuk membenahi performa tim sebelum memasuki fase playoff Major League Soccer (MLS).
Keputusan tersebut datang ketika Lionel Messi masih menunjukkan performa yang cukup baik di tengah kesulitan tim. Messi baru kembali bermain setelah menjalani masa berkabung atas meninggalnya sang ayah di Argentina.
Namun, penampilan pemain berusia 39 tahun tersebut belum cukup untuk mengangkat Inter Miami secara keseluruhan. Kekalahan dari Toronto FC menjadi salah satu hasil mengecewakan dalam periode buruk yang sedang dialami klub.
Kini, Kily Gonzalez diharapkan mampu memberikan perubahan dalam waktu singkat.
Bukan Sosok Asing bagi Lionel Messi
Penunjukan Kily memiliki cerita tersendiri bagi Messi. Keduanya sama-sama berasal dari Rosario, Argentina, dan sudah saling mengenal sejak cukup lama.
Kily bahkan pernah satu lingkungan dengan Messi di Timnas Argentina. Keduanya tercatat bersama dalam dua pertandingan kualifikasi menuju Piala Dunia 2006.
Hubungan tersebut kembali terlihat setelah Argentina menjuarai Piala Dunia 2022. Kily turut menyambut Messi dan Angel Di Maria ketika keduanya tiba di Rosario setelah membawa pulang trofi dari Qatar.
Kily dan Messi juga pernah terlibat dalam pertandingan perpisahan Maxi Rodriguez di Rosario.
Kedekatan tersebut menjadi salah satu hal menarik menjelang Kily memulai tugasnya di Inter Miami. Meski demikian, hubungan personal dengan Messi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sang pelatih.
Rekam Jejak Kily Gonzalez
Kily Gonzalez memang memiliki pengalaman sebagai pelatih, tetapi catatannya belum bisa dikatakan terlalu meyakinkan.
Sebelum menuju Inter Miami, ia pernah menangani Rosario Central, Union Santa Fe, dan Platense.
Saat melatih Platense, Kily hanya bertahan selama 132 hari. Dalam periode tersebut, ia mencatatkan dua kemenangan, lima hasil imbang, dan tujuh kekalahan.
Bersama Union Santa Fe, Kily membukukan 25 kemenangan, 25 hasil imbang, dan 27 kekalahan. Sementara ketika menangani Rosario Central, ia mencatat 25 kemenangan, 14 hasil imbang, serta 29 kekalahan.
Catatan itu membuat Kily datang ke Inter Miami dengan tantangan besar. Ia bukan hanya dituntut memperbaiki permainan tim, tetapi juga harus mengembalikan kepercayaan diri skuad menjelang playoff MLS.
Dengan Messi sebagai kapten dan pemain utama, Inter Miami berharap Kily mampu menemukan formula yang tepat. Waktu yang tersedia pun tidak banyak karena persaingan menuju playoff sudah semakin dekat.
Bagi Kily, kesempatan menangani Messi dan Inter Miami menjadi tantangan terbesar dalam karier kepelatihannya. Kini, hasil di lapangan akan menjadi pembuktian apakah keputusan klub menunjuknya memang tepat.